KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataEat like an Emperor – Makan seperti Kaiser! oleh : Mang Ucup
01-Jul-2015, 20:46 WIB


 
 
Eat like an Emperor – Makan seperti Kaiser!
KabarIndonesia - Amsterdam Di Hong Kong, Mang Ucup pernah mecoba Makan ala Emperor atau Kaiser Tiongkok dengan tarif US$ 20.000 per orang. Mereka menyajikan makanan Non Stop selama Tiga Hari - Tiga Malam. Selama waktu tersebut mereka
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Keyakinan Jiwa 04 Jul 2015 02:33 WIB

Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 
 
NASIONAL

Dayak VS Bugis: Nunukan Jadi Kota Mati
Oleh : Charles Siahaan | 27-Jul-2007, 14:10:47 WIB

KabarIndonesia - Deklarasi perdamaian di depan Kapolda Kaltim Brigjen Pol Indarto hari Selasa (24/7) lalu antara tokoh Dayak dan Bugis, tidak juga mencairkan ketegangan antar kedua etnis tersebut.

Sejak sepekan terakhir terjadi pengungsian secara besar-besaran warga etnis Bugis menuju Pare-pare. Mereka menggunakan kapal Pelni dan kapal swasta lainnya. "Saat ini Nunukan sudah jadi kota mati," lapor Vincentius dan M Sakir dari Nunukan.

Vincen mengatakan Kamis (26/7) kemarin merupakan puncak pengungsian ketika KM Tidar milik Pelni bersandar di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Sebanyak 12 ribu tiket habis terjual.

"Suasana di sini betul-betul mencekam. Tidak ada toko yang buka. Semua rumah menutup pintu," ujar Vincen.

Aparat kepolisian dari Brimob terlihat menenteng senjata di sudut-sudut jalan. Begitu pula dengan aparat TNI yang nampak berjaga-jaga.

Menurut M Sakir, suasana mencekam juga terjadi di kawasan Binusan yang mayoritas berpenduduk etnis Tidung (warga lokal). Di tiang-tiang rumah warga etnis Tidung ini diberi tanda kain warna kuning yang menandakan keluarga di rumah itu adalah warga etnis Tidung. Sejak konflik Dayak - Bugis merebak, warga etnis Dayak nampak bersatu dengan etnis lokal lainnya.

"Kita tidak mau mengambil risiko. Istri dan anakku juga sudah kuungsikan ke Tarakan," ujar M Sakir.

Konflik Dayak - Bugis dipicu oleh masalah pelaksanaan tender proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Nunukan. Saat pendaftaran calon peserta tender, ternyata ada kontraktor yang merasa ada permainan karena tidak menemukan kotak pendaftaran.

Karena merasa ada yang menyembunyikan kotak pendaftaran membuat si kontraktor tadi melapor kepada Paridi Murad. Paridil adalah ketua Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) yang juga mantan Kepala Dinas PU Nunukan. Kini ia menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nunukan.

Esok harinya, Paridil mendatangi Kantor Dinas PU dan menanyakan kenapa ada yang menyembunyikan kotak pendaftaran. Pada waktu itulah muncul Sulaiman, seorang kontraktor yang bersikeras dengan Paridil. Keduanya sempat cekcok hingga ada yang mendengar kalau dalam percekcokan itu muncul kata-kata yang menyinggung etnis.

Isu pun langsung merebak. Intinya Bugis menghina Dayak. "Padahal tidak benar isu itu. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepolisian, tidak ada yang mendengar kata-kata penghinaan tersebut," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Indarto di Hotel Senyiur Samarinda.

Tapi komunitas Dayak terlanjur marah dan menurut hukum adat, maka si penghina suku itu harus membayar denda adat sebanyak 100 ekor sapi.

Dalam perundingan dengan Kapolda Kaltim, akhirnya tokoh-tokoh Dayak sepakat untuk mengurangi denda adat itu menjadi sebanyak 10 ekor sapi. Acara ritual penolak bala juga akan dilakukan di seluruh kecamatan yang disetujui akan disponsori Bupati Nunukan HA Hafid Achmad. **

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Renovasi Stasiun Kebayoranoleh : Dicky Ari Wibowo
28-Jun-2015, 20:29 WIB


 
  Renovasi Stasiun Kebayoran Seorang pengguna jasa kereta api melintasi aktivitas renovasi Stasiun Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2015). Meskipun renovasi terus berlanjut, masyarakat pengguna jasa kereta api dan commuterline masih bisa menggunakan Stasiun Kebayoran.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB


 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia