KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
NASIONAL

Dayak VS Bugis: Nunukan Jadi Kota Mati
Oleh : Charles Siahaan | 27-Jul-2007, 14:10:47 WIB

KabarIndonesia - Deklarasi perdamaian di depan Kapolda Kaltim Brigjen Pol Indarto hari Selasa (24/7) lalu antara tokoh Dayak dan Bugis, tidak juga mencairkan ketegangan antar kedua etnis tersebut.

Sejak sepekan terakhir terjadi pengungsian secara besar-besaran warga etnis Bugis menuju Pare-pare. Mereka menggunakan kapal Pelni dan kapal swasta lainnya. "Saat ini Nunukan sudah jadi kota mati," lapor Vincentius dan M Sakir dari Nunukan.

Vincen mengatakan Kamis (26/7) kemarin merupakan puncak pengungsian ketika KM Tidar milik Pelni bersandar di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Sebanyak 12 ribu tiket habis terjual.

"Suasana di sini betul-betul mencekam. Tidak ada toko yang buka. Semua rumah menutup pintu," ujar Vincen.

Aparat kepolisian dari Brimob terlihat menenteng senjata di sudut-sudut jalan. Begitu pula dengan aparat TNI yang nampak berjaga-jaga.

Menurut M Sakir, suasana mencekam juga terjadi di kawasan Binusan yang mayoritas berpenduduk etnis Tidung (warga lokal). Di tiang-tiang rumah warga etnis Tidung ini diberi tanda kain warna kuning yang menandakan keluarga di rumah itu adalah warga etnis Tidung. Sejak konflik Dayak - Bugis merebak, warga etnis Dayak nampak bersatu dengan etnis lokal lainnya.

"Kita tidak mau mengambil risiko. Istri dan anakku juga sudah kuungsikan ke Tarakan," ujar M Sakir.

Konflik Dayak - Bugis dipicu oleh masalah pelaksanaan tender proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Nunukan. Saat pendaftaran calon peserta tender, ternyata ada kontraktor yang merasa ada permainan karena tidak menemukan kotak pendaftaran.

Karena merasa ada yang menyembunyikan kotak pendaftaran membuat si kontraktor tadi melapor kepada Paridi Murad. Paridil adalah ketua Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) yang juga mantan Kepala Dinas PU Nunukan. Kini ia menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nunukan.

Esok harinya, Paridil mendatangi Kantor Dinas PU dan menanyakan kenapa ada yang menyembunyikan kotak pendaftaran. Pada waktu itulah muncul Sulaiman, seorang kontraktor yang bersikeras dengan Paridil. Keduanya sempat cekcok hingga ada yang mendengar kalau dalam percekcokan itu muncul kata-kata yang menyinggung etnis.

Isu pun langsung merebak. Intinya Bugis menghina Dayak. "Padahal tidak benar isu itu. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepolisian, tidak ada yang mendengar kata-kata penghinaan tersebut," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Indarto di Hotel Senyiur Samarinda.

Tapi komunitas Dayak terlanjur marah dan menurut hukum adat, maka si penghina suku itu harus membayar denda adat sebanyak 100 ekor sapi.

Dalam perundingan dengan Kapolda Kaltim, akhirnya tokoh-tokoh Dayak sepakat untuk mengurangi denda adat itu menjadi sebanyak 10 ekor sapi. Acara ritual penolak bala juga akan dilakukan di seluruh kecamatan yang disetujui akan disponsori Bupati Nunukan HA Hafid Achmad. **

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia