KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Di Gubuk Sesal 30 Jun 2016 17:36 WIB

Ayah 30 Jun 2016 17:22 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 

Perjanjian Kerjasama Indonesia-Jepang Ditandatangani

 
NASIONAL

Perjanjian Kerjasama Indonesia-Jepang Ditandatangani
Oleh : E. Widiyati | 21-Aug-2007, 04:01:22 WIB

KabarIndonesia - Setelah negosiasi selama tiga tahun, hari ini perjanjian kerja sama kemitraan ekonomi antara Indonesia Jepang atau EPA, secara resmi ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Penandatangan kesepakatan EPA merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan pertama Shinzo Abe ke Indonesia. Setelah  pembicaraan bilateral  antara kedua kepala negara dengan pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang, Perjanjian  Kemitraan Ekonomi EPA Indonesia-Jepang,  ditandatangani  di Istana Negara.

EPA merupakan perjanjian menyeluruh di bidang ekonomi, antara lain mencakup  sektor pertanian,  perikanan, perindustrian, pembangunan infrastruktur dan  penanaman modal. Dengan perjanjian ini, skspor  barang antar kedua negara  secara bertahap akan terbebas dari pajak dan bea masuk lebih dari 90 persen. 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebutkan penandatanganan kesepakatan ini  sebagai wujud nyata kerjasama kedua negara: "Baru saja saya bersama Presiden Yudhoyono,  menandatangi EPA dan hal itu merupakan suatu perwujudan yang nyata dari kerjasama kedua negara. Saya berharap agar EPA ini akan memberi  sumbangan yang besar untuk meningkatkan hubungan kedua negara.   Bukan hanya dibidang ekonmi tapi juga di bidang keseluruhan. Dalam pertemuan tadi Presiden Yudhoyono menyampaikan tekad yang  kuat untuk melaksanakan komitmen  dalam reformasi ekonomi termasuk pembenahan iklim investasi Jepang atau saya  menyatakan bahwa  Jepang terus ikut memberi bantuan untuk upaya tersebut."

Masalah Non Tarif Masih jadi Kendala 
Pelaksanaan EPA  diperkirakan  sudah akan  dimulai awal tahun depan setelah perjanjian itu  diratifikasi kedua pihak.  Namun  sejauh ini,  pebisnis Indonesia masih menyebut  masalah  non tarif sebagai kendala. Ini tak lepas dari tingginya standar mutu, baik dari segi tekhnis maupun medis   yang diterapkan negara itu terhadap produk  yang masuk ke pasar domestik  Jepang.   Meski demikian, menurut    Presiden Yudhoyono, semua masalah ini  telah diantisipasi jauh hari, antara lain dengan  meningkatkan kapasitas mutu dan standar produk Indonesia untuk disesuaikan dengan standar di Jepang.

"Ketika kita melakukan pembahasan, perundingan  dan negosiasi  tentang EPA,  hal hal yang berkaitan dengan itu,  sudah kita pertimbangkan dan kita carikan  bagaimana opsi ataupun konstruksi yang paling baik.  Langkah dan cara yang akan kita tempuh adalah, pertama- tama, kita kembali kepada  apa yang sudah ada dalam EPA,  terutama upaya untuk sebuah pembangunan kapasitas upaya untuk memastikan bahwa mutu atau  standar dari barang-barang kita itu,  betul-betul  memenuhi  standar pasar Jepang." 

Bantuan Pelatihan dan Peralatan dari Jepang
Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan bantuan pelatihan dan teknologi yang diberikan Jepang untuk mengupayakan agar  produk Indonesia bisa  menembus hambatan non tarif di Jepang. Marie Pangestu mengungkapkan kesepakatan bantuan itu, sudah termuat   dalam perjanjian  EPA. 

"Ini akan dihitung secara lebih detail dalam rangka implementasi EPA,  tapi  minimal sektor mana,  bahkan bentuk bentuk dari pusat-pusat yang akan kita kembangkan, misalnya ada pusat  untuk makanan minuman,  pusat manufacturing industri, ada pusat perikanan, pertanian dan ada   kerjasama  karantina. Jadi 5 itu sudah ada wujudnya, nah sekarang kita harus menerjemahkan itu ke persisnya  apa pelatihannya, dana yang dibutuhkan berapa, jadi  Indonesiapun mengeluarkan misalnya  tempatnya dari Indonesia tapi pelatihannya atau alatnya bisa dari Jepang."

Jepang adalah tujuan utama ekspor, sekaligus penamam modal terbesar bagi  Indonesia.  Tahun lalu, nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai  21, 7 milyar dolar Amerika Serikat.  Sebaliknya nilai impor Indonesia dari Jepang  pada tahun yang sama mencapai 24  milyar dolar Amerika Serikat.  Produk unggulan Indonesia di pasar Jepang berasal dari  sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Sementara  investasi utama Jepang di Indonesia berupa  mesin listrik,  elektronik,  kendaraan dan peralatan transportasi.

Oleh: Zaki Amrulla

Sumber: Deutsche Welle

Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com

Email:  redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia