KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataDari Gubuk Gedek Menjadi Hotel Bersejarah oleh : Mang Ucup
25-Apr-2015, 01:16 WIB


 
 
Dari Gubuk Gedek Menjadi Hotel Bersejarah
KabarIndonesia - Belanda, Hotel Homann adalah tempat penginapan bagi para delegasi Konferensi Asia Afrika adalah Hotel yang bersejarah yang sudah hampir 150 tahun usianya.

Sekitar tahun 1870an, di seluruh Kota Bandoeng hanya ada tujuh bangunan saja yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Sakit Hati Dipolisikan 04 Apr 2015 11:06 WIB

 
Tunggu Aku Sebentar 24 Apr 2015 08:38 WIB

Akik 24 Apr 2015 08:35 WIB

 
Tahura Sultan Adam 13 Apr 2015 02:01 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
RESENSI NOVEL: Let Me Be With You 04 Apr 2015 10:55 WIB

 

 

Perjanjian Kerjasama Indonesia-Jepang Ditandatangani

 
NASIONAL

Perjanjian Kerjasama Indonesia-Jepang Ditandatangani
Oleh : E. Widiyati | 21-Aug-2007, 04:01:22 WIB

KabarIndonesia - Setelah negosiasi selama tiga tahun, hari ini perjanjian kerja sama kemitraan ekonomi antara Indonesia Jepang atau EPA, secara resmi ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Penandatangan kesepakatan EPA merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan pertama Shinzo Abe ke Indonesia. Setelah  pembicaraan bilateral  antara kedua kepala negara dengan pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang, Perjanjian  Kemitraan Ekonomi EPA Indonesia-Jepang,  ditandatangani  di Istana Negara.

EPA merupakan perjanjian menyeluruh di bidang ekonomi, antara lain mencakup  sektor pertanian,  perikanan, perindustrian, pembangunan infrastruktur dan  penanaman modal. Dengan perjanjian ini, skspor  barang antar kedua negara  secara bertahap akan terbebas dari pajak dan bea masuk lebih dari 90 persen. 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebutkan penandatanganan kesepakatan ini  sebagai wujud nyata kerjasama kedua negara: "Baru saja saya bersama Presiden Yudhoyono,  menandatangi EPA dan hal itu merupakan suatu perwujudan yang nyata dari kerjasama kedua negara. Saya berharap agar EPA ini akan memberi  sumbangan yang besar untuk meningkatkan hubungan kedua negara.   Bukan hanya dibidang ekonmi tapi juga di bidang keseluruhan. Dalam pertemuan tadi Presiden Yudhoyono menyampaikan tekad yang  kuat untuk melaksanakan komitmen  dalam reformasi ekonomi termasuk pembenahan iklim investasi Jepang atau saya  menyatakan bahwa  Jepang terus ikut memberi bantuan untuk upaya tersebut."

Masalah Non Tarif Masih jadi Kendala 
Pelaksanaan EPA  diperkirakan  sudah akan  dimulai awal tahun depan setelah perjanjian itu  diratifikasi kedua pihak.  Namun  sejauh ini,  pebisnis Indonesia masih menyebut  masalah  non tarif sebagai kendala. Ini tak lepas dari tingginya standar mutu, baik dari segi tekhnis maupun medis   yang diterapkan negara itu terhadap produk  yang masuk ke pasar domestik  Jepang.   Meski demikian, menurut    Presiden Yudhoyono, semua masalah ini  telah diantisipasi jauh hari, antara lain dengan  meningkatkan kapasitas mutu dan standar produk Indonesia untuk disesuaikan dengan standar di Jepang.

"Ketika kita melakukan pembahasan, perundingan  dan negosiasi  tentang EPA,  hal hal yang berkaitan dengan itu,  sudah kita pertimbangkan dan kita carikan  bagaimana opsi ataupun konstruksi yang paling baik.  Langkah dan cara yang akan kita tempuh adalah, pertama- tama, kita kembali kepada  apa yang sudah ada dalam EPA,  terutama upaya untuk sebuah pembangunan kapasitas upaya untuk memastikan bahwa mutu atau  standar dari barang-barang kita itu,  betul-betul  memenuhi  standar pasar Jepang." 

Bantuan Pelatihan dan Peralatan dari Jepang
Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan bantuan pelatihan dan teknologi yang diberikan Jepang untuk mengupayakan agar  produk Indonesia bisa  menembus hambatan non tarif di Jepang. Marie Pangestu mengungkapkan kesepakatan bantuan itu, sudah termuat   dalam perjanjian  EPA. 

"Ini akan dihitung secara lebih detail dalam rangka implementasi EPA,  tapi  minimal sektor mana,  bahkan bentuk bentuk dari pusat-pusat yang akan kita kembangkan, misalnya ada pusat  untuk makanan minuman,  pusat manufacturing industri, ada pusat perikanan, pertanian dan ada   kerjasama  karantina. Jadi 5 itu sudah ada wujudnya, nah sekarang kita harus menerjemahkan itu ke persisnya  apa pelatihannya, dana yang dibutuhkan berapa, jadi  Indonesiapun mengeluarkan misalnya  tempatnya dari Indonesia tapi pelatihannya atau alatnya bisa dari Jepang."

Jepang adalah tujuan utama ekspor, sekaligus penamam modal terbesar bagi  Indonesia.  Tahun lalu, nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai  21, 7 milyar dolar Amerika Serikat.  Sebaliknya nilai impor Indonesia dari Jepang  pada tahun yang sama mencapai 24  milyar dolar Amerika Serikat.  Produk unggulan Indonesia di pasar Jepang berasal dari  sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Sementara  investasi utama Jepang di Indonesia berupa  mesin listrik,  elektronik,  kendaraan dan peralatan transportasi.

Oleh: Zaki Amrulla

Sumber: Deutsche Welle

Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com

Email:  redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bandung menjelang Konferensi Asia Afrikaoleh : Joseph Bangsawan
25-Apr-2015, 03:33 WIB


 
  Bandung menjelang Konferensi Asia Afrika Payung warna warni bergantungan di sepanjang jalan Oto Iskandardinata, mulai dari Jalan Suniaraja sampai Sudirman. Sesaat setelah jalan dibuka kembali untuk umum, masyarakat menyempatkan untuk berhenti dan berfoto dengan latar payung warna warni.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ada Apa dengan Kartini? 24 Apr 2015 08:21 WIB

 
 

 

 
Sejarah Maung Bandung - PERSIB 23 Apr 2015 10:30 WIB


 

 
Asal-Muasal Nama Bandoeng 23 Apr 2015 04:54 WIB

 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia