KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie

 
NASIONAL

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie
Oleh : Rio Bembo Setiawan | 06-Des-2007, 00:08:54 WIB

Pejuang Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie diusulkan mendapat gelar pahlawan. Soal kans, John Lie paling berpeluang.

KabarIndonesia
- Camkan baik-baik kalimat ini! Ada empat tokoh Tionghoa yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Mereka adalah Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie. Tokoh yang disebut pertama yakni Sie Kong Liong, adalah pemilik bangunan yang dipakai sebagai tempat melaksanakan Sumpah Pemuda pada 1928.

Wacana inilah yang kencang digaungkan pada seminar bertajuk "Mengungkap Peristiwa Sejarah Pejuang Suku Tionghoa dalam Membela Negara dan Bangsa", yang digelar Lembaga Pengkajian Kebangsaan (LPK), Dewan Harian Nasional (DHN) 45, dan sejumlah tokoh warga Tionghoa, beberapa waktu lalu. Seminar ini juga mengupas secara dalam peran serta suku Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak 1928 hingga 1945.

"Selama lebih dari 30 tahun, suku Tionghoa tak pernah disebut dalam pelajaran sejarah Indonesia. Aneka peringatan atau pertunjukan kultural berbau Tionghoa juga tak pernah ditampilkan di depan umum. Ini harus diubah agar tak menyesatkan pengetahuan sejarah bagi generasi mendatang," cetus sejarawan Asvi Marwan Adam yang tampil sebagai pembicara.

Menurut Asvi, dari keempat nama tokoh Tionghoa itu, sosok John Lie punya kans terbesar diganjar gelar pahlawan. John Lie atau Jahya Daniel Darma yang terakhir berpangkat laksamana muda, adalah seorang mualim mualim kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM yang bergabung dengan Angkatan Laut RI. Sewaktu ditugaskan di Cilacap, John yang ketika itu berpangkat kapten berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi sekutu. Atas perannya itu pangkatnya dinaikkan menjadi mayor.

Di awal 1950, John Lie yang berada di Bangkok dipanggil pulang ke Surabaya oleh KSAL Laksamana Subiyakto. Ia ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali. Di masa berikutnya, John juga aktif dalam operasi penumpasan pemberontakan RMS di Maluku serta PRRI/Permesta. "Hingga pensiun dan wafat, John Lie masuk daftar purnawirawan perwira tinggi Angkatan Laut Indonesia. Atas semua jasa-jasanya, saya pikir sepatutnya ia diganjar gelar pahlawan nasional," kata Asvi lagi.

Meski begitu, katanya lagi di depan peserta seminar, usul pemberian gelar pahlawan nasional bagi John Lie dan ketiga tokoh Tionghoa lainnya tetap berpeluang terkendala. Peluang terbesar untuk mentok adalah soal biografi yang tak dimiliki keempat tokoh tersebut. Padahal, ujar Asvi, biografi sangat penting untuk membeberkan ke masyarakat tentang peran mereka selama perjuangan kemerdekaan.

Wakil Ketua LPK, Eddie Kusuma juga menyuarakan hal yang sama dengan Asvi. Menurutnya, tak adanya biografi keempat tokoh itu membuktikan bahwa sejarah tentang suku Tionghoa di Indonesia masih minim. Meski begitu, ia berharap hal tersebut tak memunculkan sentimen ras di masyarakat karena suku Tionghoa juga bagian dari intregrasi bangsa.

"Seminar ini bertujuan memberitahu masyarakat bahwa suku Tionghoa juga punya andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sekaligus juga menampung aspirasi berbagai pihak untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh Tionghoa," ungkap Eddie yang juga kandidat doktor ilmu hukum kepada Harian Online KabarIndonesia (HOKI).

Selain Asvi Warman Adam dan Eddie Kusuma, acara seminar ini juga menghadirkan Laksamana (purn) R Suprapto, Laksamana (Purn) Sudomo, dan Penasehat INTI Pusat, Eddie Lembong sebagai pembicara. Asa mereka juga sama; John Lie, Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, dan Yap Tjwan Bing bisa segera dianugerahi pahlawan nasional. Hanya soal waktu, tak ada yang berani memastikan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia