KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie

 
NASIONAL

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie
Oleh : Rio Bembo Setiawan | 06-Des-2007, 00:08:54 WIB

Pejuang Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie diusulkan mendapat gelar pahlawan. Soal kans, John Lie paling berpeluang.

KabarIndonesia
- Camkan baik-baik kalimat ini! Ada empat tokoh Tionghoa yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Mereka adalah Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie. Tokoh yang disebut pertama yakni Sie Kong Liong, adalah pemilik bangunan yang dipakai sebagai tempat melaksanakan Sumpah Pemuda pada 1928.

Wacana inilah yang kencang digaungkan pada seminar bertajuk "Mengungkap Peristiwa Sejarah Pejuang Suku Tionghoa dalam Membela Negara dan Bangsa", yang digelar Lembaga Pengkajian Kebangsaan (LPK), Dewan Harian Nasional (DHN) 45, dan sejumlah tokoh warga Tionghoa, beberapa waktu lalu. Seminar ini juga mengupas secara dalam peran serta suku Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak 1928 hingga 1945.

"Selama lebih dari 30 tahun, suku Tionghoa tak pernah disebut dalam pelajaran sejarah Indonesia. Aneka peringatan atau pertunjukan kultural berbau Tionghoa juga tak pernah ditampilkan di depan umum. Ini harus diubah agar tak menyesatkan pengetahuan sejarah bagi generasi mendatang," cetus sejarawan Asvi Marwan Adam yang tampil sebagai pembicara.

Menurut Asvi, dari keempat nama tokoh Tionghoa itu, sosok John Lie punya kans terbesar diganjar gelar pahlawan. John Lie atau Jahya Daniel Darma yang terakhir berpangkat laksamana muda, adalah seorang mualim mualim kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM yang bergabung dengan Angkatan Laut RI. Sewaktu ditugaskan di Cilacap, John yang ketika itu berpangkat kapten berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi sekutu. Atas perannya itu pangkatnya dinaikkan menjadi mayor.

Di awal 1950, John Lie yang berada di Bangkok dipanggil pulang ke Surabaya oleh KSAL Laksamana Subiyakto. Ia ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali. Di masa berikutnya, John juga aktif dalam operasi penumpasan pemberontakan RMS di Maluku serta PRRI/Permesta. "Hingga pensiun dan wafat, John Lie masuk daftar purnawirawan perwira tinggi Angkatan Laut Indonesia. Atas semua jasa-jasanya, saya pikir sepatutnya ia diganjar gelar pahlawan nasional," kata Asvi lagi.

Meski begitu, katanya lagi di depan peserta seminar, usul pemberian gelar pahlawan nasional bagi John Lie dan ketiga tokoh Tionghoa lainnya tetap berpeluang terkendala. Peluang terbesar untuk mentok adalah soal biografi yang tak dimiliki keempat tokoh tersebut. Padahal, ujar Asvi, biografi sangat penting untuk membeberkan ke masyarakat tentang peran mereka selama perjuangan kemerdekaan.

Wakil Ketua LPK, Eddie Kusuma juga menyuarakan hal yang sama dengan Asvi. Menurutnya, tak adanya biografi keempat tokoh itu membuktikan bahwa sejarah tentang suku Tionghoa di Indonesia masih minim. Meski begitu, ia berharap hal tersebut tak memunculkan sentimen ras di masyarakat karena suku Tionghoa juga bagian dari intregrasi bangsa.

"Seminar ini bertujuan memberitahu masyarakat bahwa suku Tionghoa juga punya andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sekaligus juga menampung aspirasi berbagai pihak untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh Tionghoa," ungkap Eddie yang juga kandidat doktor ilmu hukum kepada Harian Online KabarIndonesia (HOKI).

Selain Asvi Warman Adam dan Eddie Kusuma, acara seminar ini juga menghadirkan Laksamana (purn) R Suprapto, Laksamana (Purn) Sudomo, dan Penasehat INTI Pusat, Eddie Lembong sebagai pembicara. Asa mereka juga sama; John Lie, Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, dan Yap Tjwan Bing bisa segera dianugerahi pahlawan nasional. Hanya soal waktu, tak ada yang berani memastikan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB


 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 
Kampus Terkemuka Nasional 15 Apr 2014 03:51 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia