KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPotensi Cuaca Ekstrim di Beberapa Wilayah Indonesia oleh : Dewi Megalia
29-Sep-2016, 14:06 WIB


 
 
Potensi Cuaca Ekstrim di Beberapa Wilayah Indonesia
KabarIndonesia - Jakarta, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrim mulai Selasa (27/9/2016) kemarin. "Ini saya paparkan potensi cuaca signifikan yang akan melanda beberapa daerah Indonesia," ujar Andi.
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Bulan yang Merindukan Bintang 30 Sep 2016 08:45 WIB

Dilema Miranda 30 Sep 2016 08:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie

 
NASIONAL

Menanti Gelar Pahlawan untuk John Lie
Oleh : Rio Bembo Setiawan | 06-Des-2007, 00:08:54 WIB

Pejuang Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie diusulkan mendapat gelar pahlawan. Soal kans, John Lie paling berpeluang.

KabarIndonesia
- Camkan baik-baik kalimat ini! Ada empat tokoh Tionghoa yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Mereka adalah Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, Yap Tjwan Bing dan John Lie. Tokoh yang disebut pertama yakni Sie Kong Liong, adalah pemilik bangunan yang dipakai sebagai tempat melaksanakan Sumpah Pemuda pada 1928.

Wacana inilah yang kencang digaungkan pada seminar bertajuk "Mengungkap Peristiwa Sejarah Pejuang Suku Tionghoa dalam Membela Negara dan Bangsa", yang digelar Lembaga Pengkajian Kebangsaan (LPK), Dewan Harian Nasional (DHN) 45, dan sejumlah tokoh warga Tionghoa, beberapa waktu lalu. Seminar ini juga mengupas secara dalam peran serta suku Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak 1928 hingga 1945.

"Selama lebih dari 30 tahun, suku Tionghoa tak pernah disebut dalam pelajaran sejarah Indonesia. Aneka peringatan atau pertunjukan kultural berbau Tionghoa juga tak pernah ditampilkan di depan umum. Ini harus diubah agar tak menyesatkan pengetahuan sejarah bagi generasi mendatang," cetus sejarawan Asvi Marwan Adam yang tampil sebagai pembicara.

Menurut Asvi, dari keempat nama tokoh Tionghoa itu, sosok John Lie punya kans terbesar diganjar gelar pahlawan. John Lie atau Jahya Daniel Darma yang terakhir berpangkat laksamana muda, adalah seorang mualim mualim kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM yang bergabung dengan Angkatan Laut RI. Sewaktu ditugaskan di Cilacap, John yang ketika itu berpangkat kapten berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi sekutu. Atas perannya itu pangkatnya dinaikkan menjadi mayor.

Di awal 1950, John Lie yang berada di Bangkok dipanggil pulang ke Surabaya oleh KSAL Laksamana Subiyakto. Ia ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali. Di masa berikutnya, John juga aktif dalam operasi penumpasan pemberontakan RMS di Maluku serta PRRI/Permesta. "Hingga pensiun dan wafat, John Lie masuk daftar purnawirawan perwira tinggi Angkatan Laut Indonesia. Atas semua jasa-jasanya, saya pikir sepatutnya ia diganjar gelar pahlawan nasional," kata Asvi lagi.

Meski begitu, katanya lagi di depan peserta seminar, usul pemberian gelar pahlawan nasional bagi John Lie dan ketiga tokoh Tionghoa lainnya tetap berpeluang terkendala. Peluang terbesar untuk mentok adalah soal biografi yang tak dimiliki keempat tokoh tersebut. Padahal, ujar Asvi, biografi sangat penting untuk membeberkan ke masyarakat tentang peran mereka selama perjuangan kemerdekaan.

Wakil Ketua LPK, Eddie Kusuma juga menyuarakan hal yang sama dengan Asvi. Menurutnya, tak adanya biografi keempat tokoh itu membuktikan bahwa sejarah tentang suku Tionghoa di Indonesia masih minim. Meski begitu, ia berharap hal tersebut tak memunculkan sentimen ras di masyarakat karena suku Tionghoa juga bagian dari intregrasi bangsa.

"Seminar ini bertujuan memberitahu masyarakat bahwa suku Tionghoa juga punya andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sekaligus juga menampung aspirasi berbagai pihak untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh Tionghoa," ungkap Eddie yang juga kandidat doktor ilmu hukum kepada Harian Online KabarIndonesia (HOKI).

Selain Asvi Warman Adam dan Eddie Kusuma, acara seminar ini juga menghadirkan Laksamana (purn) R Suprapto, Laksamana (Purn) Sudomo, dan Penasehat INTI Pusat, Eddie Lembong sebagai pembicara. Asa mereka juga sama; John Lie, Sie Kong Liong, Djiaw Kie Siong, dan Yap Tjwan Bing bisa segera dianugerahi pahlawan nasional. Hanya soal waktu, tak ada yang berani memastikan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Klarifikasi Maria Selenaoleh : Stanley Teguh
24-Sep-2016, 15:09 WIB


 
  Klarifikasi Maria Selena Maria Selena, Putri Indonesia 2011 dan Miss Universe 2012 membantah jika dirinya telah dicopot dari posisi Duta PON XIX. Menurut Selena, dia akan tetap bertugas sampai dengan berakhirnya PON XIX. Hal ini dijelaskannya saat konpers MCU PON XIX di
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 
53 Karya Ilmiah Finalis LKIR 2016 30 Sep 2016 08:46 WIB


 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia