KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Di Rantau Kurindu Ibu Pertiwi 06 Mar 2015 21:00 WIB

Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 

SEPUTAR KEMATIAN SUHARTO (2): Cerita di Balik Berita Mistik Golkar

 
NASIONAL

SEPUTAR KEMATIAN SUHARTO (2): Cerita di Balik Berita Mistik Golkar
Oleh : Yoseph Tugio Taher | 03-Feb-2008, 16:42:24 WIB

Kabar Indonesia - Bagi pengikut dan kroni-kroninya, Soeharto sampai matinya, begitu diagungkan, didewakan dan dipuja setinggi langit, seolah-olah dialah segala-galanya! Seorang tokoh terkenal di Indonesia, ketika menjenguk saat meninggalnya Soeharto, mengatakan bahwa "raut wajah jenazah Soeharto terlihat begitu putih, bersih dan sumeh (seperti sedang tersenyum), ketika Mbak Tutut -putri sulung Soeharto-membuka kain kafan yang menutupi wajah Pak Harto".

Astaga......! Tokoh ini mengucapkan kalimat yang begitu tentu untuk menarik perhatian, mencoba memberi gambaran Soeharto ‘putih bersih' itu seolah-olah seperti tidak berdosa dan supaya, seperti wajahnya, kasusnya juga bisa di"putihkan"! Amit amit jabang bayi! Rakyat cuma mau dibodohin! Wong namanya ‘mayat" tentu putih bersih! Apalagi mayat dari orang yang sakit 23 hari dan tidak makan! Apa mayatnya Bung Karno dulu berwarna coklat? Apa mayatnya Aidit yang dibunuh Jasir Hadibroto, atas perintah Soeharto, yang dipercaya oleh rakyat bahwa kepalanya dipotong dan ditaruh di dalam besek dan dikirimkan kepada Bung Karno di Istana Merdeka pada akhir 1965 itu berwarna merah karena itu kepala dan mukanya PKI? Kasihan rakyat yang dari mula zaman Soeharto cuma dikibulin!

Ada lagi berita "Gerimis di Cendana. Pertanda Alam Ikut Berduka" Hah, ini berita atau cerita? Bagaimana kalau dikatakan, bahwa "Gerimis di Cendana, Pertanda Alam IKUT mencuci jejak dosa Soeharto?" Bisa kan?

Kemudian ada lagi berita yang cukup "serem": "Pak Harto sudah dikubur, Jakarta disambar petir!. Satu jam setelah jasad HM Soeharto dikubur, Astana Giribangun pun tadi langsung diguyur hujan lebat. Padahal, tak ada tanda-tanda alam seperti langit hitam sebelumnya. Awan kelabu tipis sempat mengiringi Pak Harto saat dimasukkan ke liang lahat di samping makam Ibu Tien. Begitu usai dikubur, hujan lebat seperti menandakan bahwa alam di atas perbukitan Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, juga ikut berduka".

(Lagi berita ngibul! Tak ada tanda-tanda alam ....sebelumnya, CUMA awan kelabu tipis! Heh, heh, heh.... ! Lagi, cuma berita ngibuli dan membodohi rakyat!). "Empat jam setelah prosesi pemakaman, di wilayah Jakarta Selatan dan Barat kini tengah diguyur hujan deras pula. Langit begitu gelap. (myRMNews)

Ha....ha....haa! Ini satu lagi bentuk penipuan dan pembodohan rakyat! Rakyat diajari mistik, tidak melihat kepada kenyataan bahwa pada masa itu Indonesia adalah saat musim hujan! Hujan di mana-mana, tanah longsor dan banjir di banyak tempat di Indonesia termasuk di Pulau Jawa!Ada berita baru dari Tempo Interaktif 1 Pebruari 08, yaitu: "Halaman Istana Merdeka Banjir, Kantor Wapres terancam banjir, Banjir merata di Jakarta, sampai ada yang meninggal diakibatkan banjir! Ah, apakah kroni-kroninya Soeharto bakal bilang dan menebar dongeng: "Itu karena jenazah Pak Harto tidak disemayamkan di Istana Merdeka?" Ah, karut!!!

Berita seperti ini cuma mau mempromosikan "kehebatan" Soeharto, memistikkan dan mengkultuskan Soeharto, mengglorifikasikan Soeharto, seolah-olah "alam sedih" dengan meninggalnya Soeharto! Nanti barangkali ada kroninya yang bilang " Indonesia bakal kiamat kalau Soeharto tidak diangkat jadi pahlawan Nasional!" Busyet!

Rakyat mesti berpikiran bersih dan jernih. Soeharto itu memang Jenderal Besar, berkuasa menghitam putihkan Indonesia, ditakuti oleh lawan maupun kawannya, karena dia tidak segan-segan membunuh jutaan nyawa bangsanya demi kuasa, baik atasannya, apalagi bawahannya, kendatipun dalam melenyapkan lawannya, membunuh lawannya, dia "pakai tangan orang lain!". Namun, di mata Alam, Soeharto itu bukan apa-apa! Dia cuma mahkluk yang diciptakan dari tanah dan kembali ke tanah! Nggak ada istimewanya! Dia itu cuma debu!

Setelah Soeharto meninggal, sebelum dikebumikan, menurut Tempo Interaktif Yogyakarta, pada hari Ahad (27/1) pukul 19.48 terjadi gempa dengan kekuatan 5,2 skala Richter mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.Gempa terasa di dusun Kemusuk, tempat tahlilan untuk mantan Presiden Soeharto digelar. Nah, apa yang mesti dikatakan, apa yang yang mesti dimistikkan? Apakah gempa itu pertanda "bumi menyambut Soeharto" ataukah pertanda "bumi menolak Soeharto?"

Ada lagi berita yang berbunyi "Kontroversi terkait usulan agar Soeharto diberi gelar pahlawan nasional makin menajam. Jika dipaksakan, "Arwah Soeharto tak Tenang". Ondeh mandeh! (aduh mak!) Kalau bicara soal "Arwah Soeharto, yang tak tenang", bagaimana dengan "arwah" Soekarno? Bagaimana dengan "arwah" Aidit? Bagaimana dengan "arwah" jutaan manusia yang disembeleh, dibunuh atas perintah Soeharto? Apakah "arwah" mereka itu tidak menunggu kedatangan "arwah" Soeharto untuk dibelasah, digebukin sampai bonyok dan babak belur di sono? Semua cerita itu adalah cerita karut yang dikarang oleh kroni-kroninya Soeharto guna membodohi rakyat dan memitoskan Soeharto!

Saya tidak bisa baca tulisan Arab, atau Al Quran'ul Karim (leluhur saya di Brosot/Yogya nggak ngajari saya baca/nulis Arab!), tapi dalam Alkitab (LAI-1988) saya pernah baca: ".....orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi ORANG YANG MATI TAK TAHU APA-APA, tak ada lagi upah bagi mereka, bahkan kenangan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari" (Kitab Pengkhotbah 9:5,6) Dan dalam Kitab Kejadian 3:19 tertulis sabda Allah kepada Adam: ".....sebab engkau DEBU dan engkau akan kembali menjadi DEBU!."

Jadi, kalau "orang yang mati tak tahu apa-apa" bagaimana dia mesti naik ke sorga atau turun ke neraka? Tapi, biarlah, orang yang percaya bakal naik sorga, ya naiklah! Monggo mawon! Silahkan! Bukan urusan saya!. Lantas, kalau memang ada yang naik ke sorga, apakah Soeharto bakal masuk ke sorga, mengingat akan segala dosanya, membunuh Soekarno, memerintahkan ‘bereskan" Aidit, membunuh jutaan dan memenjarakan sampai mati ratusan ribu manusia yang juga adalah ciptaan Tuhan? Apakah pembunuh seperti Soeharto ini bakal masuk sorga? Untuk ini, kita ingat ucapan Jusuf Kalla waktu kunjungan kerja dan berada di New Delhi, India: "Ada semacam pemahaman jika anda membunuh, anda akan masuk surga. Saya bilang, kalau Anda membunuh, Anda akan masuk neraka" (jpnn/riauposonline 30 Januari 2007).

Nah, membaca ucapan Kalla itu, kita tentu bisa menebak bagaimana dengan Soeharto! Tapi, untuk lebih jelasnya, tanyalah sendiri kepada Jusuf Kalla!

Dan saya rasa, Allah Yang Maha Esa itu tidak pernah merobah hukum dan firmannya. Hukumnya tidak pernah direvisi, tidak pernah diamandemen seperti kata pepatah ‘sore dele esuk tempe!" atau seperti UUD-1945 yang setiap tahun direvisi atau diamandemen dalam sidang-sidang yang cuma menghabiskan uang rakyat!. Jadi bicara soal ‘arwah yang tak tenang' adalah omongan karut. Kalau memang "arwah Soeharto" klayaban dan tak tenang di sono, tentu terjadi perang besar seperti Bharatayuda, antara ‘arwah Soeharto' dan pengikutnya melawan ‘arwah Soekarno' dan pengikutnya yang dibantu oleh "arwah Aidit" dan pengikutnya! Rak ngono, toch?

Dan hal-hal karut semua itu, justru diungkapkan, dikeluarkan dan dibesarkan dan diagungkan dan disebarluaskan oleh oknum-oknum Golkar yang memitoskan, mengkultuskan, mengagungkan, dan mendewakan Soeharto sampai-sampai kepada "arwahnya", adalah untuk tujuan licik Golkar yang adalah partainya Soeharto! (jangan-jangan bakal dibilang kalau kentutnya Soeharto seperti kentutnya Bhatara Semar! He,he,he....!). Semua cerita mistik itu adalah cuma cerita karut!

Jadi, jangan disalahkan kalau nanti rakyat yang melek akan segala tipu licik Golkar itu, menterjemahkan bahwa Golkar tidak lain adalah: GOL(ongan) KAR(ut)! (bersambung).

Ikutilah Lomba Menulis Surat Cinta!!!
Blog:
http://www.lomba-suratcinta.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Dukung Program Swasembada Pangan 05 Mar 2015 05:55 WIB

Jangan Takut Ancaman Pihak Asing 05 Mar 2015 05:54 WIB

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 
PKK Harus Mengefektifkan Posyandu 06 Mar 2015 21:09 WIB


 
Rambu Car Free Day Di Bogor 06 Mar 2015 21:06 WIB


 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia