KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalOJK Umumkan Pemenang Annual Report Award (ARA) 2016: ANTAM Kembali Sabet Predikat Juara Umum oleh : Wahyu Ari Wicaksono
19-Sep-2017, 18:18 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan Ikatan Akuntan Indonesia kembali menggelar Annual Report Award (ARA) 2016.   Mengusung
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Cinta Kepada-Nya 18 Sep 2017 14:09 WIB

Komputer 17 Sep 2017 09:59 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

HASIL QIUCK COUNT: Pasangan Khofifah-Mudjiono Unggul Tipis di Jatim

 
NASIONAL

HASIL QIUCK COUNT: Pasangan Khofifah-Mudjiono Unggul Tipis di Jatim
Oleh : Gordon Naibaho | 05-Nov-2008, 19:05:59 WIB

KabarIndonesia - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) secara mengejutkan membalikkan prediksi pengamat dan lembaga survei dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur putaran kedua.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, perolehan suara Khofifah mengungguli pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), meski dengan selisih sangat tipis. Berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia, pasangan nomor urut satu tersebut memperoleh 50,44% suara, terpaut 0,88% dibanding perolehan Karsa 49,56%.

Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Kaji memperoleh 50,76%, atau 1,52% lebih banyak dibanding Karsa yang 49,24%. Lembaga Survei Nusantara pun mencatat Kaji mendapatkan 50,71% suara dan Karsa 49,29%, terpaut 1,42%. Adapun Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) mencatat perolehan suara Kaji sebanyak 50,83% dan Karsa 49,17%, atau berbeda 1,66%.

Dengan selisih persentase yang tipis, belum ada lembaga survei yang berani menyatakan salah satu pasangan sebagai pemenang Pilkada Jatim putaran kedua ini. Mereka beralasan selisih perolehan suara kedua pasangan masih berada dalam kisaran margin error 1–2%. Artinya, masih dimungkinkan ada perubahan perolehan suara saat penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim.

“Kita tidak bisa mengklaim siapa yang menang dalam pilgub putaran kedua ini. Perbedaan perolehan suara mereka masih dalam cakupan toleransi error (kesalahan hitung), yaitu sekitar 1–2%,” ungkap Peneliti Lembaga Survei Indonesia Adam Kamil seusai pelaksanaan quick count di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin.

Belum adanya kepastian tentang pemenang putaran kedua ini juga diungkapkan Lingkaran Survei Indonesia yang bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP).

“Kami tidak dapat mengklaim siapa yang menang karena keduanya bersaing ketat dan bisa saja nantinya perolehan suara berubah. Dengan selisih suara kurang dari 2%, saya tidak mau mempertaruhkan reputasi lembaga ini,” ujar Direktur Riset Lingkaran Survei Indonesia Eka Kusmayadi seusai quick count di Hotel JW Marriot Surabaya kemarin. Dia mengatakan, melonjaknya suara Kaji tak lepas dari dukungan PDIP pada akhir Oktober lalu.

Apalagi menjelang pemungutan suara Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri turun langsung. Suara perempuan, lanjut Eka, juga ikut mempengaruhi hasil akhir penghitungan itu.

”Militansi pemilih Kaji lebih tinggi daripada pasangan Karsa. Kalau dilihat, suara Partai Golkar lebih cair. Meski posisi politik mendukung Karsa, tidak sertamerta massanya mendukung pasangan ini,” paparnya.

Keunggulan versi hitung cepat sejumlah lembaga survei disambut gembira calon gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dia mengatakan, jika Kaji benar-benar menang, kemenangan itu milik masyarakat Jatim.

”Jujur saja saya gembira karena unggul dalam quick count. Tapi kemenangan tetap akan ditentukan saat nanti penghitungan manual,” ujarnya kemarin.

Khofifah mengakui bahwa tingginya suara yang diperoleh dibandingkan saat putaran pertama lalu tak lepas dari terus aktifnya mesin pemenangan Kaji dan suntikan dukungan dari PDIP.

”Itu (dukungan PDIP) sangat hebat pengaruhnya, terutama suara di Mataraman yang menjadi basis kekuatan utama PDIP di Jawa Timur. Sebelumnya suara Kaji di Mataraman sangat lemah. Saya pikir itu menjadi titik balik kebangkitan Kaji,” tuturnya.

Meski menang, mantan menteri negara pemberdayaan perempuan ini tetap menunggu hasil hitung manual oleh KPU Jawa Timur. Selama proses menunggu itu Kaji akan terus mengawal proses penghitungan suara.

Langkah ini ditempuh karena selama ini Kaji selalu menjadi sasaran black campaign. ”Saya menerima banyak laporan pelanggaran saat pemungutan suara. Bahkan Kaji juga banyak mendapat serangan black campaign sampai menjelang pemungutan suara. Tapi kami masih akan membicarakan dulu terkait laporan-laporan tersebut,” tuturnya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medanoleh : Rohmah Sugiarti
18-Sep-2017, 21:14 WIB


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medan Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman didampingi Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Medan Sutadi (kanan) dan Ketua Panitia HUT ke-60 Astra di Medan Badrun Radhi (kiri) berdialog dengan rekan-rekan wartawan pada acara media gathering HUT ke-60
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia