|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

NASIONAL
Tanda-tanda Eksekusi Amrozi Belum Juga Tampak
Oleh : Laode Abdul Razak | 06-Nov-2008, 10:20:41 WIB
|
KabarIndonesia, CILACAP – Hingga hari keenam di bulan Nopember ini, belum nampak adanya peningkatan aktivitas yang mencolok tentang proses eksekusi tiga terpidana bom Bali I Amrozi Cs. Wartawan pun belum menerima keterangan resmi dari pihak terkait.
Sementara dari pantauan HOKI Kamis (6/11) pagi ini, bahwa patok-patok setinggi 1,5 meter untuk tiang pengikat para terpidana sudah dipasang sejak kemarin di Lapangan Nirbaya yaitu sebuah lapangan luas bekas LP yang banyak ditanam pohon jeruk.
Namun demikian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cilacap, yang sekaligus sebagai ketua tim pembimbing rohani, Ustadz Hassan Makarim menyebutkan pihaknya belum mendapat undangan resmi dan konfirmasi tentang proses pelaksanaan eksekusi.
Perlu diketahui, sejak Rabu (5/11) kemarin sore telah tersebar informasi bila pihak Kejati Bali akan mendatangi rumah keluarga terpidana untuk menyerahkan surat yang diduga adalah surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi terhadap trio bomber itu.
Namun hingga malam tadi, di desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Lamongan, utusan Kejati Bali yang dimaksud masih belum diketahui tiba di rumah keluarga Amrozi. Padahal terkait kabar tersebut, pelaksanaan eksekusi kian santer bakal digelar dini hari nanti.
Saat ini, di pulau Nusakambangan semakin steril dari masyarakat umum. Hanya pekerja Lembaga Pemasyarakatan di pulau itu yang diperkenankan menyeberang.
Puluhan pekerja proyek Pulau Nusakambangan tertahan di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka dilarang menyeberang pada pagi ini, Kamis (6/11).
Dengan demikian, otomatis seluruh proyek yang berada di kawasan Pulau Nusakambangan seperti penambangan batu kapur Holcim dihentikan. Bahkan, Kapal Pengayoman II dan sejumlah kapal kayu yang biasa mengangkut para pekerja proyek itu dilarang beroperasi.
Tumpon, salah seorang pekerja proyek bangunan di Pulau Nusakambangan pun langsung pulang ke rumah saat dihalangi petugas menaiki Kapal Pengayoman II. "Saya baru tahu sekarang dari para petugas pelabuhan. Tidak ada pemberitahuan dari kantor," ujarnya kepada HOKI.
Belum diketahui pasti penyebab penghentian sejumlah proyek ini. Dugaan kuat, hal ini dilakukan terkait semakin dekatnya waktu eksekusi terpidana mati kasus bom Bali Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron.
Semalam, (5/11), dua jaksa eksekutor dan polisi menggelar rapat tertutup di kediaman dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batu Nusakambangan Sudijanto. Sejumlah sumber mengatakan, jika semalam eksekusi batal dilaksanakan, diduga kuat esksekusi mati akan dilaksanakan malam nanti.
Aksi Amrozi cs dalam peledakan bom Bali 12 Oktober 2002 di Paddy's Pub dan Sari Club menewaskan sedikitnya 202 orang dan melukai lebih dari 300 wisatawan. Dari total korban tewas, 88 orang adalah wisatawan asal Australia.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|