KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalSusi Pudjiastuti, Sosok Kontroversi Namun Sarat Prestasi oleh : Badiyo
31-Okt-2014, 14:31 WIB


 
 
Susi Pudjiastuti, Sosok Kontroversi Namun Sarat Prestasi
KabarIndonesia - Usai pengumuman Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada satu sosok menteri yang menjadi sorotan dan perhatian publik dan ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok itu tak lain adalah Susi Pudjiastuti yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Musibah Pasar Tanah Abang

 
NASIONAL

Musibah Pasar Tanah Abang
Oleh : Hartati Nurwijaya | 24-Des-2009, 09:39:27 WIB

KabarIndonesia-Pagi ini saya kaget membaca musibah runtuhnya bagian bangunan Pusat Grosir Pasar Tanah Abang. Membaca bagaimana peristiwa tersebut terjadi, hingga saya membayangkan seandainya diri saya dan anggota keluarga yang menjadi korbannya. Sedih melihat kenyataan yang menjadi korban, 17 orang diantaranya adalah para kuli angkut barang.

Pasar Tanah Abang bagi saya mempunyai banyak kenangan. Sejak saya duduk di kelas lima SD-sudah sering diajak berbelanja ke Pasar Tanah Abang, karena letak rumah nenek saya berada di sekitar Jl KH Mas Mansyur. Ingat kenangan naik bemo ke sekolah yang mangkalnya di Pasar Tanah Abang. Ingat kalau belanja baju lebaran diajak ayah ke Pasar Tanah Abang, zaman dahulu belum ada mall-mall mewah di Jakarta seperti sekarang.

Pasar Tanah Abang merupakan pasar serba ada. Dari mulai tekstile, baju, sepatu (dulu ada toko Bata), hingga pasar sayur-mayur dan daging. Bahkan pasar kambing hidup.Hingga kini usia saya 41 tahun, setiap pulang ke Indonesia; saya pasti menyempatkan belanja ke Pasar Tanah Abang. Walau sudah banyak perubahan yang terjadi sejak zaman tahun 80-an hingga kini, bagi saya Pasar Tanah Abang merupakan simbol kerja keras dan perjuangan masyarakat kelas bawah dan proletaar.

Terkenang zaman 80-an Pasar Tanah Abang yang masih sederhana, terkenal dengan para pedagang asal Minang, Makassar, dan Bugis. Sedangkan pedagang keturunan Arab, lebih senang membuka toko di sekitar JL KH Mas Mansyur. Ada toko buku, toko pakaian dan karpet. Sayang toko buku tersebut lenyap dan tidak tahu kabarnya. Kini hanya ada satu dua toko milik orang Arab yang menjual souvenir. Zaman itu saya menjumpai pedagang Cina hanya beberapa saja.Kini lebih dari 20 tahun perkembangan Pasar Tanah Abang yang terkenal dengan pasar kambing dan pasar tekstil mengalami banyak perubahan.

Saat saya pulang ke Jakarta dua tahun lalu, saya melihat tidak ada lagi petugas trantib yang kejam dan kasar merampas barang dagangan penjual kaki lima. Saya tidak melihat lagi anak buah Hercules; preman asal Irian Jaya yang menguasai keamanan Pasar Tanah Abang era tahun 90-an.Yang saya jumpai adalah perubahan besar Pasar Tanah Abang yang setelah mengalami beberapa kali kebakaran dan penggusuran, berubah menjadi Pasar Pusat Tekstil yang dibangun untuk para pedagang keturunan Cina. Saat saya masuk berbelanja yang saya jumpai mayoritas pedagang Cina, para pedagang pribumi yang mayoritas mengisi Pasar Tanah Abang era tahun 70-an dan 80-an tidak banyak berjualan di dalam Pasar yang sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan dan tangga berjalan.

Para pedagang kaki lima masih tetap ada. Pedagang buah kaki lima yang terkenal dengan kecurangan dalam menimbang buah, sebab para pedagang buah kaki lima di Tanah Abang selalu menjual dengan harga lebih murah dibanding harga buah di tempat lain. Hanya mereka curang dalam hal timbangan.Kini runtuhnya bagian bangunan yang menewaskan para kuli angkut, sungguh membuat saya prihatin.

Ramainya kegiatan Pasar Tanah Abang oleh lalu-lalang para kuli angkut yang sering kali terdengar suara mereka “numpang lewat Neng!” saat memikul berkoli-koli tekstile di punggung mereka. Atau para kuli yang mendorong berkodi-kodi baju-baju dengan susah payah, karena sempitnya jalan dan sesak oleh lalu lalang pembeli.

Pasar Tanah Abang tetap merupakan simbol pasar masyarakat kelas bawah, walau pun gedungnya sudah dibangun dan direnovasi. Lokasi yang berdekatan dengan wilayah Bongkaran, yang terkenal dengan tempat para prostitusi kelas bawah. Juga stasiun KA dan pangkalan mikrolet dan bus yang merupakan alat transportasi masyarakat kelas bawah. Simbol ini semakin jelas tampak pada saat terjadi musibah yang menjadi korbannya adalah para kuli.

Terlepas masalah teknis pembangunan gedung yang menyebabkan runtuhnya bangunan. Saya berharap, semoga tidak ada lagi korban-korban Pasar Tanah Abang. Biarkanlah Pasar Tanah Abang tetap menjadi bagian masyarakat kelas bawah, semoga tidak berubah seperti Pasar Gang Lontar yang menjadi Mall mewah atau nasibnya serupa dengan Mall Grand Indonesia bekas HI yang jadi tempat bunuh diri remaja yang frustasi akibat kesenjangan sosial yang semakin lebar.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia