KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
18-Des-2014, 08:24 WIB


 
 
Rupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi
KabarIndonesia - "Saya tetap mengikuti perkembangan situasi di tanah air, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini. Saya juga mencermati perbincangan masyarakat terhadap persoalan ekonomi terkini, termasuk sejumlah pernyaatan pihak pemerintah.Memang yang paling mudah adalah mencari "kambing
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kesetiaan 17 Des 2014 19:05 WIB

Ratapan Anak Manusia Papua 17 Des 2014 19:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Wanita Paling Berharga 18 Des 2014 19:54 WIB


 

Musibah Pasar Tanah Abang

 
NASIONAL

Musibah Pasar Tanah Abang
Oleh : Hartati Nurwijaya | 24-Des-2009, 09:39:27 WIB

KabarIndonesia-Pagi ini saya kaget membaca musibah runtuhnya bagian bangunan Pusat Grosir Pasar Tanah Abang. Membaca bagaimana peristiwa tersebut terjadi, hingga saya membayangkan seandainya diri saya dan anggota keluarga yang menjadi korbannya. Sedih melihat kenyataan yang menjadi korban, 17 orang diantaranya adalah para kuli angkut barang.

Pasar Tanah Abang bagi saya mempunyai banyak kenangan. Sejak saya duduk di kelas lima SD-sudah sering diajak berbelanja ke Pasar Tanah Abang, karena letak rumah nenek saya berada di sekitar Jl KH Mas Mansyur. Ingat kenangan naik bemo ke sekolah yang mangkalnya di Pasar Tanah Abang. Ingat kalau belanja baju lebaran diajak ayah ke Pasar Tanah Abang, zaman dahulu belum ada mall-mall mewah di Jakarta seperti sekarang.

Pasar Tanah Abang merupakan pasar serba ada. Dari mulai tekstile, baju, sepatu (dulu ada toko Bata), hingga pasar sayur-mayur dan daging. Bahkan pasar kambing hidup.Hingga kini usia saya 41 tahun, setiap pulang ke Indonesia; saya pasti menyempatkan belanja ke Pasar Tanah Abang. Walau sudah banyak perubahan yang terjadi sejak zaman tahun 80-an hingga kini, bagi saya Pasar Tanah Abang merupakan simbol kerja keras dan perjuangan masyarakat kelas bawah dan proletaar.

Terkenang zaman 80-an Pasar Tanah Abang yang masih sederhana, terkenal dengan para pedagang asal Minang, Makassar, dan Bugis. Sedangkan pedagang keturunan Arab, lebih senang membuka toko di sekitar JL KH Mas Mansyur. Ada toko buku, toko pakaian dan karpet. Sayang toko buku tersebut lenyap dan tidak tahu kabarnya. Kini hanya ada satu dua toko milik orang Arab yang menjual souvenir. Zaman itu saya menjumpai pedagang Cina hanya beberapa saja.Kini lebih dari 20 tahun perkembangan Pasar Tanah Abang yang terkenal dengan pasar kambing dan pasar tekstil mengalami banyak perubahan.

Saat saya pulang ke Jakarta dua tahun lalu, saya melihat tidak ada lagi petugas trantib yang kejam dan kasar merampas barang dagangan penjual kaki lima. Saya tidak melihat lagi anak buah Hercules; preman asal Irian Jaya yang menguasai keamanan Pasar Tanah Abang era tahun 90-an.Yang saya jumpai adalah perubahan besar Pasar Tanah Abang yang setelah mengalami beberapa kali kebakaran dan penggusuran, berubah menjadi Pasar Pusat Tekstil yang dibangun untuk para pedagang keturunan Cina. Saat saya masuk berbelanja yang saya jumpai mayoritas pedagang Cina, para pedagang pribumi yang mayoritas mengisi Pasar Tanah Abang era tahun 70-an dan 80-an tidak banyak berjualan di dalam Pasar yang sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan dan tangga berjalan.

Para pedagang kaki lima masih tetap ada. Pedagang buah kaki lima yang terkenal dengan kecurangan dalam menimbang buah, sebab para pedagang buah kaki lima di Tanah Abang selalu menjual dengan harga lebih murah dibanding harga buah di tempat lain. Hanya mereka curang dalam hal timbangan.Kini runtuhnya bagian bangunan yang menewaskan para kuli angkut, sungguh membuat saya prihatin.

Ramainya kegiatan Pasar Tanah Abang oleh lalu-lalang para kuli angkut yang sering kali terdengar suara mereka “numpang lewat Neng!” saat memikul berkoli-koli tekstile di punggung mereka. Atau para kuli yang mendorong berkodi-kodi baju-baju dengan susah payah, karena sempitnya jalan dan sesak oleh lalu lalang pembeli.

Pasar Tanah Abang tetap merupakan simbol pasar masyarakat kelas bawah, walau pun gedungnya sudah dibangun dan direnovasi. Lokasi yang berdekatan dengan wilayah Bongkaran, yang terkenal dengan tempat para prostitusi kelas bawah. Juga stasiun KA dan pangkalan mikrolet dan bus yang merupakan alat transportasi masyarakat kelas bawah. Simbol ini semakin jelas tampak pada saat terjadi musibah yang menjadi korbannya adalah para kuli.

Terlepas masalah teknis pembangunan gedung yang menyebabkan runtuhnya bangunan. Saya berharap, semoga tidak ada lagi korban-korban Pasar Tanah Abang. Biarkanlah Pasar Tanah Abang tetap menjadi bagian masyarakat kelas bawah, semoga tidak berubah seperti Pasar Gang Lontar yang menjadi Mall mewah atau nasibnya serupa dengan Mall Grand Indonesia bekas HI yang jadi tempat bunuh diri remaja yang frustasi akibat kesenjangan sosial yang semakin lebar.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Profesi Pembersih Ayam Potongoleh : Jumari Haryadi
11-Des-2014, 12:16 WIB


 
  Profesi Pembersih Ayam Potong Beragam jenis pekerjaan tersedia di sekitar kita, asal kita mau dan tidak malu melakukannya. Salah satu pekerjaan itu adalah menjadi pembersih ayam potong broiler. Tampak beberapa ibu yang tinggal di sekitar kandang ayam Cikeuting Farm Bekasi milik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Semakin Putih Semakin Sibuk 17 Des 2014 19:12 WIB

Satu Aktor Dua Peran 08 Des 2014 18:44 WIB

 
Budaya Menyontek Mendarah Daging 16 Des 2014 19:19 WIB

Antri Demi Kemajuan Bangsa 16 Des 2014 18:00 WIB

 

 
Menghilangkan Stres dengan Musik 15 Des 2014 12:26 WIB

 

 
Etika Social Media 16 Des 2014 19:24 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia