KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Olah RagaIndonesia Tahan Imbang Tuan Rumah Vietnam oleh : Badiyo
23-Nov-2014, 11:24 WIB


 
 
Indonesia Tahan Imbang Tuan Rumah Vietnam
KabarIndonesia – Timnas Indonesia menahan tuan rumah Vietnam 2-2 pada laga peerdana Piala AFF 2014 di May Dinh Stadium, Hanoi Vietnam, Sabtu (22/11) malam.

Tuan rumah Vietnam langsung menekan Indonesia sejak awal pertandingan. Pertahanan Indonesia terus dibombardir para penyerang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rambut Indah Tidaklah Mahal 23 Nov 2014 14:56 WIB


 

OPERASI MANDALA TRIKORA: Nasib Veteran Cadangan Sipil

 
NASIONAL

OPERASI MANDALA TRIKORA: Nasib Veteran Cadangan Sipil
Oleh : Berthy B Rahawarin | 03-Jan-2011, 12:07:28 WIB

KabarIndonesia - Operasi Trikora atau disebut juga Operasi Pembebasan Papua adalah konflik terbuka Indonesia-Belanda untuk memperebutkan Papua Barat. Konflik itu berlangsung singkat, yakni dua tahun (tahun 1961-1963). Konflik ini terjadi 17 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962, berkedudukan di Makassar dengan Panglima Komando Brigadir Jenderal Soeharto. Langkah pertama yang dilakukan adalah merealisasikan tuntuntan TRIKORA atau Tri Komando Rakyat. Operasi Trikora adalah sebuah operasi rahasia yang dijalankan untuk menyusupkan sukarelawan ke Papua bagian barat. Walaupun Trikora telah dikeluarkan, namun misi itu dilaksanakan sendiri-sendiri dalam misi tertentu dan bukan dalam sekali waktu operasi. Hampir semua kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Trikora sama sekali belum siap, bahkan semua kekuatan udara masih tetap di Pulau Jawa. TNI AD kemudian melakukan penyusupan sukarelawan, dengan meminta bantuan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut pasukannya menuju pantai Papua bagian barat, dan juga meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk mengirim 2 pesawat Hercules. Pesawat tersebut dimaksudkan untuk mengangkut pasukan menuju target yang ditentukan oleh TNI AL. Misi itu sangat rahasia, sehingga hanya ada beberapa petinggi di markas besar TNI AU yang mengetahui tentang misi ini. Walaupun misi ini sebenarnya tidaklah rumit, TNI AU hanya bertugas untuk mengangkut pasukan dengan pesawat Hercules, hal lainnya tidak menjadi tanggung jawab TNI AU. Beberapa RTP Brimob ini digelar di pulau Ambon sebagai persiapan menyerbu ke Papua bagian barat. Sementara itu Resimen Pelopor (unit parakomando Brimob) yang dipimpin Anton Soedjarwo disiagakan di Pulau Gorom. Satu tim Menpor kemudian berhasil menyusup ke Papua bagian barat melalui laut dengan mendarat di Fakfak. Tim Menpor ini terus masuk jauh ke pedalaman Papua bagian barat melakukan sabotase dan penghancuran objek-objek vital milik Belanda. Pada tanggal 12 Januari 1962, pasukan berhasil didaratkan di Letfuan, Maluku Tenggara. Pesawat Hercules kembali ke pangkalan. Namun, pada tanggal 18 Januari 1962, pimpinan angkatan lain melapor ke Soekarno bahwa karena tidak ada perlindungan dari TNI AU, sebuah operasi menjadi gagal.

Ada pelbagai upaya lain perebutan Papua dari tangan koloni Belanda, termasuk hingga gugurnya Yos Soedarso di laut Arafura. Tetapi Konflik Indonesia-Belanda atas Papua kemudian, diselesaikan dengan Kesepakatan New York, tgl 15 Agustus 1962. Tampaknya ada dua sikap menghadapi Kesepakatan New York yang antara lain mendorong refrendum di Tanah Papua, tetapi Presiden Soekarno tampaknya tidak dalam pandangan dan semangat New York, dan menghendaki tanah Irian kembali RI tanpa syarat. Belanda tidak mendapat dukungan dari AS untuk tetap mempertahankan Papua. Setidaknya Amerika bersikap netral ketika itu, karena kekhawatiran akan infiltrasi Komunisme masuk ke Indonesia.


Kandidat Veteran Sipil dan Tanda Jasa

Perjuangan Negara RI hingga tahun 1960-an tetap dalam perjuangan tiada henti. Masyarakat sipil Maluku Tenggara yang secara resmi dicantumkan namanya atau yang berjuang atas caranya, turut memberi kontribusi pada Operasi Trikora. Lapangan Letfuan, di pulau Kei Kecil, sebagai salah satu pangkalan militer untuk merebut Papua tetap, dioperasikan selama perjuangan kurang lebih 3 tahun itu. Karena itu, keterlibatan pria-wanita sipil dalam Operasi Mandala, tentulah berhak atas penghargaan lencana veteran, sekecil apa pun kontribusinya. Sikap minimalis yang mutlak perlu dijaga mutatis-mutandis, misalnya, operasi militer terhadap musuh negara (komunis, misalnya), bahkan mereka yang tak tercantum namanya atau terafiliasi dengan sebuah gerakan atau kelompok berhaluan kiri saja, akan dianggap bagian dari musuh itu.
Demi menghargai para kandidat veteran cadangan sipil dan yang telah ditetapkan sebgai Veteran, terpampang jelas dan terang, dan lebih dari patut mendapat penghargaan lencana veteran dan sekedar dana kehormatan. Sesuatu yang memiliki makna ekonomis teramat kecil, tetapi memiliki makna sosial, psikologis, dan terutama sosial-hankam-politik yang strategis bagi para pejuangnya.


Dasar Perjuangan Sipil dalam Spirit Huntington

Sekedar catatan terakhir, dari semangat bela-negara dan paradigma pertahanan dan fungsi Sipil-Militer, kita ingat karakter antitesa dari konsep Huntington tentang “non-political professional military” yang ini menempatkan aktor sipil (non-militer) sebagai abdi negara yang ditugaskan untuk mempertahankan negara tanpa berupaya untuk mengembangkan sejarah, ideologi, dan landasan moral dari evolusi negara.

Di lain pihak, Militer sebagai abdi negara mengembangkan misi teknis operasional berupa penggunaan kekuatanbersenjata untuk mempertahankan kedaulatan politik dan teritorial negara di bawah kendali otoritas politik sipil yang sah. Samuel P. Huntington, The Soldiers and the State: The Theory and Politics of Civil-Military Relations (Cambridge, Mass.: Belknap Press of Harvard Uniersity, 1957).

Tidak sedikit militer profesinal TNI telah jauh memahami dan menjalankan semangat yang disinyalir Huntington, tidak terkecuali dalam mengimplementasikan hal kecil, partispasi dan penghargaan terhadap para pejuang Sipil Operasi Trikora. Kita berharap dalam semangat dan pandangan yang sama para anggota cadangan Sipil Operasi Trikora, antara lain di Maluku Tenggara, tetap berharap bahwa realisasi proses gelar dan dana kehormatan, berjalan lebih cepat dan mulus, dan menghargai perjuangan Cadangan Sipil secara pantas.  tidak terikat formalitas prosedur yang berlebihan, dan menyisakan sejumlah calon Veteran yang ditimpuk dan ditumpuk beban pembuktian, bahwa mereka telah berjuang hingga ajal menjemput kebanyakan mereka. Karena sebagian temannya sudah menerima, meski dengan perjuangan yang sama, sebagian besarnya hanya bermimpi tentang Lencananya. Sesuatu yang mungkin sangat berarti bagi nelayaprn dan tani di Maluku Tenggara.
 
Abdul Rasyid Ohoimas, Ketua Kelompok Kandidat Veteran Dullah Laut, Tual, berharap adanya kebijakan lebih luas dari sekedar sejumlah Peraturan yang petunjuk pelaksanaannya tidak langsung jelas, hal tanda jasa.

“Kami berharap bahwa Cadangan Sipil yang menjadi bagian hak kami, tidak dipersulit dengan ketidak-jelasan aturan (maksudnya, kriteria) Jakarta!” Ujar Abdul Rasyid Ohoimas dan puluhan rekannya yang telah menunggu bersama rekannya hampir satu dekade. Kementerian Pertahanan akan terus dituntut mendengarkan mereka yang berkontribusi atas caranya. (*)

Disusun dari pelbagai sumber.
Foto: Soekarno-Soeharto lagi akrab - unduh google



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

Kreatif dalam Keterbatasan 20 Nov 2014 19:23 WIB

 

 
Naikkan UMK Bandung 30% 23 Nov 2014 10:41 WIB


 

 
Jadwal Piala AFF 2014 22 Nov 2014 12:04 WIB

Timnas Indonesia Tiba di Vietnam 20 Nov 2014 15:15 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Tradisi Henna pada Pengantin 23 Nov 2014 14:58 WIB

 

 
Alzheimer, Tua Muda Berisiko 23 Nov 2014 12:01 WIB

DNA Bisa Diedit? 18 Nov 2014 19:11 WIB

 
Drone Konservasi Pemkab Katingan 17 Nov 2014 14:59 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia