KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiAndakah Calon Editor Sukarelawan HOKI? oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Aug-2016, 17:30 WIB


 
 
Andakah Calon Editor Sukarelawan HOKI?
KabarIndonesia - Harian Online KabarIndonesia (HOKI) sedang membuka kesempatan kepada pewarta warga HOKI yang tertarik bergabung sebagai salah satu Tim Editor Sukarelawan.  Bila Anda tergerak untuk
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Tiada Hari Tanpa Berita Duka 07 Aug 2016 10:07 WIB

Hidup di Negeri Dongeng 01 Aug 2016 20:48 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Kantor Berita Antara Corong Pemerintah
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 13-Des-2011, 21:06:13 WIB

KabarIndonesia - Sebagai salah satu kantor berita di Indonesia, Antara hari ini merayakan peringatan ulang tahun ke-74. Dalam perjalanannya sudah pasti terjadi pasang surut dan beberapa kali terjadi suksesi kepempinannya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjamin tidak akan menjadikan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA sebagai corong pemerintah.

"Kami tidak akan minta ANTARA menjadi corong pemerintah tetapi kami minta ANTARA tetap berada di posisinya yang obyektif dan tidak memihak," kata Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemenkominfo, Henry Subiakto, saat memberikan sambutan dalam acara HUT ANTARA ke-74 di Wisma ANTARA di Jakarta, 13 November 2011.

Dengan berada di posisi yang obyektif dan tidak memihak sudah cukup bagi ANTARA untuk mengambil peran sebagai penyeimbang dalam pemberitaan di Tanah Air. Saat ini berkembang realitas pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta dan tidak berimbang sehingga terkesan semakin buruknya kondisi di Indonesia dalam berbagai segi.

ANTARA, agar tetap menjadi kantor berita yang obyektif alias faktual di sisi lain tidak memihak (balance dan netral), jika media tidak mampu bersikap obyektif dan jernah maka media tersebut tidak akan menjadi media yang down to earth.Realitas di Indonesia sangat kompleks di mana banyak kepentingan yang muncul, masyarakat harus  kritis terhadap perkembangan media massa yang kini tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan.

Masyarakat yang literit atau paham terhadap isu-isu media, penting untuk dikembangkan, karena saat ini sangat sedikit pihak-pihak yang berani mengkritisi media sebagaimana mengkritisi tiga pilar demokrasi lainnya.Padahal media massa yang juga memiliki kekuasaan cukup besar dan juga mempunyai kecenderungan untuk melakukan penyimpangan atau korup bila tidak ada yang mengingatkan. Padahal media massa  masuk salah satu dari empat pilar demokrasi yang hampir tidak tersentuh oleh kritik.

Saat ini sangat banyak media massa yang didirikan karena adanya kepentingan politik maupun usaha pemilik media, sehingga media tersebut dengan leluasa untuk memberikan opini sesuai dengan idiologi mereka. Selain itu, tidak sedikit media yang menayangkan hal-hal yang jauh dari pemberian edukasi, wawasan dan tambahan pengetahuan bagi masyarakat pembaca maupun penonton.

Media banyak menampilkan kekerasan, seks bebas, klenik dan lainnya tanpa ada yang mengontol secara maksimal walaupun ada lembaga-lembaga yang berwenang seperti KPI. Sedangkan pemerintah, sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau menegur konten-konten yang ada karena bertentangan dengan undang-undang. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Inovasi Bekraf Melalui Bekidoleh : Wahyu Ari Wicaksono
18-Aug-2016, 14:21 WIB


 
  Inovasi Bekraf Melalui Bekid Pameran lukisan Istana Negara bertajuk¬†Goresan Juang Kemerdekaan: Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, sangat diminati masyarakat. Bahkan kemarin antrean pendaftaran penonton yag berminat mencapai 9 meter.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 
Hidup Sehat dengan Berlari 15 Aug 2016 07:34 WIB


 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia