KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Terdiam 30 Jun 2016 17:05 WIB

Renungan Jiwa 30 Jun 2016 15:23 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
NASIONAL

Mencari Makam Kartosoewirjo di Pulau Ubi
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 08-Sep-2012, 00:45:03 WIB

KabarIndonesia - Salah satu riak-riak politik dari perjuangan kemerdekaan adalah munculnya DI/TII, dimana Kartosoewirjo sebagai Panglima/Pimpinan tertinggi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Takdir berkata lain setelah Kartosoewirjo ditangkap dan di eksekusi di depan 12 orang eksekutor pada tanggal 5 September 1962.

Setelah 50 tahun kemudian, pada bulan September ini, publik baru tahu bahwa selama ini kuburan Kartosoewirjo berada di pulau Onrust, kepulauan Seribu. Dari foto-foto sejarah dapat kita ketahui kuburan atau makam terakhir Beliau adalah di Pulau Ubi, masih di kawasan pulau Seribu juga.

Namanya juga pulau Seribu, tentu saja susah mencarinya. Mungkin untuk menghilangkan jejak, pemerintahan Orde Lama, yaitu Presiden Soekarno merahasiakan makam yang sesungguhnya.

Kartosoewirjo sesuai proses militer dieksekusi di Pulau Ubi, dengan menumpang sebuah kapal dan dikawal ketat oleh Polisi Militer. Akhirnya oleh petugas militer Kartosoewirjo diikat pada tiang yang sudah tertancap.

Disaksikan beberapa pejabat yang hadir, regu tembak berjumlah 12 orang menembak mati Kartosoewirjo. Beberapa peluru menembus dada sebelah kiri Kartosoewirjo. Dari 11 pasukan penembak, 5 peluru bersarang di jantung, dada sebelah kiri, 2 peluru terkena paha kanan dan sebuah peluru bersarang di kelaminnya. Hanya 3 senjata yang kosong kelihatannya.

Untuk memastikan bahwa sang korban telah meninggal, maka komandan regu penembak melakukan tembakan dari jarak dekat ke arah kepala.

Hal ini dapat kita saksikan pada pameran 81 foto “Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Mati DI/TII”

Hadir juga anak kandung beliau yang bernama Sardjono Kartosoewirjo anak bungsu dari SM Kartosoewirjo. Dia mengatakan bahwa ayahnya hanyalah manusia biasa. Karena sempat tersiar kabar dan literatur yang menyebutkan Kartosoewirjo tidak mempan ditembak peluru, ini terbukti tidak benar. Malah ada juga kabar yang mengatakan beliau hilang.

Di sini terlihat bahwa Kartosoewirjo wafat sesuai prosedur standar, di tembak pada tiang eksekusi di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu. Setelah eksekusi selesai tempat tiang eksekusi dibakar oleh pihak aparat.

Dari 12 anak Kartosuwirjo yang hidup pada waktu eksekusi, ada 7 orang dan lima orang yang ada di dalam foto. Kelima anak Kartosoewirjo yang ada dalam foto-foto tersebut ialah Dodo M Dardan, Kartika, Darti, Tahmid Rahmad Basuki, dan Sardjono yang waktu itu berusia lima tahun.

Ada empat hal permintaan Kartosoewirjo kepada Mahkamah Darurat Perang (Mahadper) sebelum dieksekusi yaitu:

(1) Meminta bertemu dengan perwira NII terdekat, tetapi ditolak,

(2) Meminta eksekusi dilihat oleh perwakilan keluarga, juga ditolak,

(3) Meminta jenazahnya dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan di pemakaman keluarga, juga diditolak.

(4) Permintaan terkhir yang meminta bertemu dengan keluarga, ini yang dikabulkan.

Seusai eksekusi, jenazah Kartosoewirjo pun kemudian diperiksa tim dokter untuk memastikan bahwa pria yang kelahiran 7 Februari 1905 di Cepu, Jawa Tengah itu sudah tidak bernyawa.

Usai pemeriksaan, jenazah dimandikan dengan air laut, dikafani dan disalatkan. Di foto terlihat Jenazah Kartosoewirjo diangkat dengan sebuah tandu dan dibawa ke tepi laut untuk dimandikan. Selanjutnya jasad Kartosoewirjo dikafani dan disalatkan di tepi pantai.

Dari sekian banyak orang yang hadir, di antaranya ialah beberpa perwakilan instansi pemerintah, hanya empat petugas yang ikut mensalatkan. Setelah itu jenazah Kartosoewirjo dikuburkan di bawah sebuah pohon besar.

Sekarang menjadi tugas para ilmuwan sejarah untuk membuktikan apakah foto-foto tersebut asli atau rekayasa semata.

Kita ketahui di Gedung ARSIP nasional terdapat foto-foto sejenis, tetapi mengapa foto tersebut belum dibuka untuk umum?

Ruangan diskusi dan bedah buku serta pameran foto ini terasa sesak dengan hadirnya 500 pengunjung menyaksikan sejarah masa lalu yang baru terkuak sekarang ini.

Hari-hari ke depan, keluarga Kartosoewirjo akan berkunjung ke Pulau Ubi untuk berziarah. Karena selama 50 tahun ini, mereka selalu berziarah ke makam Kartosoewirjo di Pulau Onrust. (*)



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia