KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalOJK Umumkan Pemenang Annual Report Award (ARA) 2016: ANTAM Kembali Sabet Predikat Juara Umum oleh : Wahyu Ari Wicaksono
19-Sep-2017, 18:18 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan Ikatan Akuntan Indonesia kembali menggelar Annual Report Award (ARA) 2016.   Mengusung
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Cinta Kepada-Nya 18 Sep 2017 14:09 WIB

Komputer 17 Sep 2017 09:59 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Mencari Makam Kartosoewirjo di Pulau Ubi
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 08-Sep-2012, 00:45:03 WIB

KabarIndonesia - Salah satu riak-riak politik dari perjuangan kemerdekaan adalah munculnya DI/TII, dimana Kartosoewirjo sebagai Panglima/Pimpinan tertinggi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Takdir berkata lain setelah Kartosoewirjo ditangkap dan di eksekusi di depan 12 orang eksekutor pada tanggal 5 September 1962.

Setelah 50 tahun kemudian, pada bulan September ini, publik baru tahu bahwa selama ini kuburan Kartosoewirjo berada di pulau Onrust, kepulauan Seribu. Dari foto-foto sejarah dapat kita ketahui kuburan atau makam terakhir Beliau adalah di Pulau Ubi, masih di kawasan pulau Seribu juga.

Namanya juga pulau Seribu, tentu saja susah mencarinya. Mungkin untuk menghilangkan jejak, pemerintahan Orde Lama, yaitu Presiden Soekarno merahasiakan makam yang sesungguhnya.

Kartosoewirjo sesuai proses militer dieksekusi di Pulau Ubi, dengan menumpang sebuah kapal dan dikawal ketat oleh Polisi Militer. Akhirnya oleh petugas militer Kartosoewirjo diikat pada tiang yang sudah tertancap.

Disaksikan beberapa pejabat yang hadir, regu tembak berjumlah 12 orang menembak mati Kartosoewirjo. Beberapa peluru menembus dada sebelah kiri Kartosoewirjo. Dari 11 pasukan penembak, 5 peluru bersarang di jantung, dada sebelah kiri, 2 peluru terkena paha kanan dan sebuah peluru bersarang di kelaminnya. Hanya 3 senjata yang kosong kelihatannya.

Untuk memastikan bahwa sang korban telah meninggal, maka komandan regu penembak melakukan tembakan dari jarak dekat ke arah kepala.

Hal ini dapat kita saksikan pada pameran 81 foto “Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Mati DI/TII”

Hadir juga anak kandung beliau yang bernama Sardjono Kartosoewirjo anak bungsu dari SM Kartosoewirjo. Dia mengatakan bahwa ayahnya hanyalah manusia biasa. Karena sempat tersiar kabar dan literatur yang menyebutkan Kartosoewirjo tidak mempan ditembak peluru, ini terbukti tidak benar. Malah ada juga kabar yang mengatakan beliau hilang.

Di sini terlihat bahwa Kartosoewirjo wafat sesuai prosedur standar, di tembak pada tiang eksekusi di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu. Setelah eksekusi selesai tempat tiang eksekusi dibakar oleh pihak aparat.

Dari 12 anak Kartosuwirjo yang hidup pada waktu eksekusi, ada 7 orang dan lima orang yang ada di dalam foto. Kelima anak Kartosoewirjo yang ada dalam foto-foto tersebut ialah Dodo M Dardan, Kartika, Darti, Tahmid Rahmad Basuki, dan Sardjono yang waktu itu berusia lima tahun.

Ada empat hal permintaan Kartosoewirjo kepada Mahkamah Darurat Perang (Mahadper) sebelum dieksekusi yaitu:

(1) Meminta bertemu dengan perwira NII terdekat, tetapi ditolak,

(2) Meminta eksekusi dilihat oleh perwakilan keluarga, juga ditolak,

(3) Meminta jenazahnya dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan di pemakaman keluarga, juga diditolak.

(4) Permintaan terkhir yang meminta bertemu dengan keluarga, ini yang dikabulkan.

Seusai eksekusi, jenazah Kartosoewirjo pun kemudian diperiksa tim dokter untuk memastikan bahwa pria yang kelahiran 7 Februari 1905 di Cepu, Jawa Tengah itu sudah tidak bernyawa.

Usai pemeriksaan, jenazah dimandikan dengan air laut, dikafani dan disalatkan. Di foto terlihat Jenazah Kartosoewirjo diangkat dengan sebuah tandu dan dibawa ke tepi laut untuk dimandikan. Selanjutnya jasad Kartosoewirjo dikafani dan disalatkan di tepi pantai.

Dari sekian banyak orang yang hadir, di antaranya ialah beberpa perwakilan instansi pemerintah, hanya empat petugas yang ikut mensalatkan. Setelah itu jenazah Kartosoewirjo dikuburkan di bawah sebuah pohon besar.

Sekarang menjadi tugas para ilmuwan sejarah untuk membuktikan apakah foto-foto tersebut asli atau rekayasa semata.

Kita ketahui di Gedung ARSIP nasional terdapat foto-foto sejenis, tetapi mengapa foto tersebut belum dibuka untuk umum?

Ruangan diskusi dan bedah buku serta pameran foto ini terasa sesak dengan hadirnya 500 pengunjung menyaksikan sejarah masa lalu yang baru terkuak sekarang ini.

Hari-hari ke depan, keluarga Kartosoewirjo akan berkunjung ke Pulau Ubi untuk berziarah. Karena selama 50 tahun ini, mereka selalu berziarah ke makam Kartosoewirjo di Pulau Onrust. (*)



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medanoleh : Rohmah Sugiarti
18-Sep-2017, 21:14 WIB


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medan Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman didampingi Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Medan Sutadi (kanan) dan Ketua Panitia HUT ke-60 Astra di Medan Badrun Radhi (kiri) berdialog dengan rekan-rekan wartawan pada acara media gathering HUT ke-60
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia