KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTiga Rahasia Harmonis SBY dan Ani Yudhoyono oleh : Rohmah S
24-Apr-2018, 05:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan rahasia keharmonisan rumah tangga bersama Ani Yudhoyono, kala berdialog dengan warga Kota Tangerang dalam lawatan Tour de Banten, Senin (23/4/2018) malam.

Rahasia tersebut diungkapkan SBY menjawab pertanyaan seorang warga
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Anggota DPD KH Haderanie HN  Meninggal Dunia

 
NASIONAL

Anggota DPD KH Haderanie HN Meninggal Dunia
Oleh : Ruslan Andy Chandra | 30-Des-2008, 17:45:45 WIB

KabarIndonesia - Palangkaraya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Kalimantan Tengah, KH Haderanie bin Haji Nawawi (75 tahun), meninggal dunia hari Ahad (28/12) pukul 18.35 WITA atau 17.35 WIB di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah periode 1992-2008 ini diopname di Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak hari Jumat pagi hingga Ahad siang. Upacara pelepasan sebelum dikebumikan di Kompleks Makam Muslimin Jl Tjilik Riwut Km 2,5, Palangkaraya, dipimpin Wakil Ketua DPD Irman Gusman di rumah duka Jl Kinibalu No 62 Bukit Hindu, Palangkaraya, Senin (29/12).

Acara dihadiri Sekretaris Jenderal (Sesjen) DPD Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Ketua Umum MUI Kalimantan Tengah KH Abdul Wahid Qasimy, dan berbagai lapisan masyarakat. Dalam kata-kata pelepasannya, Irman menyatakan, “Pak Haderanie sebagai tokoh panutan yang dihormati dan dicintai.” Selama sebagai anggota Panitia Ad Hoc (PAH) III DPD, almarhum memberi kontribusi dan dharma bakti yang tak ternilai harganya. Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Utusan Daerah (F-UD) periode 1999-2004, Haderanie berperan melahirkan DPD.

Seperti Irman, Teras mengatakan dalam kata-kata pelepasannya, Kalimantan Tengah kehilangan seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama. “Beliau adalah Bapak kami, juga guru kami dan sahabat kami. Pengalaman kami secara pribadi dengan beliau luar biasa. Inilah keteladanan yang amat sangat luar biasa.”

Haderanie digambarkan sebagai figur yang pintar memosisikan dirinya, selain rajin berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan rajin mewejang. “Beliau orang tua kami, karenanya saya selalu memanggil beliau dengan sebutan ‘Abah’,” katanya. Atas kepergiaannya, Teras berharap, Kalimantan Tengah tidak kekurangan tokoh sekelas Haderanie. “Kalimantan Tengah sangat menanti tokoh-tokoh pengganti beliau. Kalimantan Tengah memerlukan Kiai Haji Haderanie yang lain. Terima kasih Abah-ku. Selamat jalan. Kiranya Abah beristirahat dengan tenang. Kami selalu mengingat dan mengenang jasa-jasa Abah.”

Muhammad Ashary, anak tertuanya, yang membacakan biodata Haderanie di Kompleks Makam Muslimin, menyebut Haderanie sebagai putera ke-10 pasangan Haji Nawawi bin Abdul Hamid asal Tumbukan Banyu, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, dengan Masudah binti Haji Adam asal Bakumpai, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ia kelahiran tanggal 16 Agustus 1933 di Puruk Cahu, Barito, Kalimantan Tengah. Menikahi Mastian Ruslin binti Asran bin Ahmad, suami istri ini dikarunia sembilan anak, yaitu Ashary, Astuti Rahmi, Madurasmi, Murniwati, Asrarul Haq, Asmarani, Asyraful Auliya, Asyiah Arrani (meninggal dunia), dan Kumala Sari.

Sejak kecil, Haderanie telaten mempelajari ilmu agama dari ibunya, lalu julak galuh (saudara ibu) yang diperistri keturunan kelima Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Sempat menempuh pendidikan mubalig yang dipimpin KH Asnawi Hadisiswoyo, ia direkomendasikan Tuan Guru Haji Suriansyah untuk mengikuti pendidikan di Kulliyah Muballighin di Semarang, Jawa Tengah. Selanjutnya, Haderanie berguru antara lain kepada KH Zainal Ilmi (Martapura), KH Hanafi Gobet (Banjarmasin), dan KH Abdussamad (Alabio).

Penganut Tarekat Syazaliyah (Syekh Abu Hasan Al-Syazily) ini mengikuti talqin dzikir Syekh Abu Alawi Abdul Hamid Alawi Al-Kaff (Mekah) yang kemudian diturunkan kepada sembilan muridnya di Palangkaraya. Tahun 1955, Haderanie bersama Usman Rafiq, Mawardi Yasin, Tarmizi, dan Gusti Muhammad Yusuf membangun organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Muara Teweh, Barito. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NU Kalimantan Tengah sejak berdiri hingga tahun 2005 ini juga anggota Mustasyar Pengurus Besar (PB) NU periode 1999-2004. Ketika berusia 23 tahun, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Peralihan Kabupaten Barito (tahun 1956). Selanjutnya, anggota Badan Pemerintah Harian (BPH) Kalimantan Tengah (tahun 1967).

Di sepanjang Sungai Miai Banjarmasin tahun 1962, dosen agama Islam di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Cabang Palangkaraya ini mengajar tauhid dan tasawuf. Waktu berpindah ke Surabaya tahun 1972, Haderanie tetap mengajar tauhid dan tasawuf. Haderanie menerbitkan empat buku, yakni Ilmu Ketuhanan: Ma’rifat, Musyahadah, Mukasyafah, dan Mahabbah; Asmaul Husna, Sumber Ajaran Tauhid/Tasawuf (terjemahan Ad-Durr An-Nafis karya Syeikh Muhammad Nafis Al-Banjari); Maut & Dialog Suci (terjemahan Mukhtashar At-Tadzkira karya Imam Qurthubi); dan Mukhtashar Al-Tadzkirat bi Ahwal Al-Maut wa Umur Al-Akhirah karya Syeikh Abdul Wahab Al-Sya’rani.(Setjen DPD RI/AD/IMS/rac).*Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman saat melayat di pemakaman Anggota DPD, KH Haderanie HN. Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia