KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul,Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
Bayi 8,7 Kg Pecahkan Rekord MURI | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
NASIONAL
Bayi 8,7 Kg Pecahkan Rekord MURI Oleh : Aziz Ahmad Ramli Panjaitan | 24-Sep-2009, 18:10:42 WIB
KabarIndonesia - Seorang ibu bernama Ani (30) warga Dusun IV, Desa Bulan-Bulan, Titi Merah, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, Senin (21/9), Pukul 09.25 WIB, melahirkan seorang bayi ketiganya dengan berat badan 8700 gram (8,7 Kg), panjang badan 62 cm. Proses persalinannya dengan cara Socio Caesarea (operasi caesar) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS), Jalan Sisingamangaraja Kisaran.
Bayi yang mempunyai ayah bernama Hasanuddin (42) yang lahir dengan kondisi baik ini, diyakini telah memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) 7 Oktober 2008, dimana bayi terlahir terbesar adalah Ardyan Angga Pramudya, anak dari pasangan Susetyo TS dan Sri Kushardiyat asal Karanganyar, Jawa Tengah.Saat, dilahirkan dengan berat badan 6,870 Kg, panjang 69 cm, dan lingkar kepala 40 cm.
Namun belum memecahkan rekor dunia bayi terbesar yang dicatat Guinness Book Record. Meski usia rekor tersebut cukup tua, karena sejak tahun 1955 belum ada yang pernah memecahkannya. Tahun 1955, Guinness Record mencatat seorang bayi yang lahir di Aversa, Italia, sebagai yang terbesar di dunia dengan berat 11 kg (22 lbs) 8 ons. Seorang dokter di Torpoint, Cornwall, melaporkan, seorang anak yang lahir pada malam Natal tahun 1852 memiliki berat 10,5 kg. Tahun 1884 juga dilaporkan ada bayi besar lahir dengan berat 10 kg 2 ons di Crewe, Cheshire.
Menurut Ani (30) kepada HOKI, Kamis (24/9) di ruang bersalin kebidanan RSUD HAMS Kisaran, bayi tersebut belum diberinya nama. Merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara. Tapi juga bisa disebut anak ke empat, karena saat hamil anaknya yang pertama, dirinya mengalami keguguran kandungan. "Hingga kini saya memang belum melihat bayi yang baru saja saya lahirkan. Tapi saya yakin dia sehat wal'afiat. Sebab sejak hamil hingga akan melahirkan, kondisi kesehatannya juga normal tampa gangguan apapun. Bahkan sehari sebelum melahirkan saya masih mengendarai sepeda motor yamaha jupiter yang saya pakai untuk berbelanja barang dagangan saya, berupa panganan anak-anak yang dijual di kios kecil depan rumah," kata Ani yang bobot badannya seberat 110 Kg saat hamil 9 bulan ini, serta memiliki berat badan normal sebelum hamil seberat 85 Kg.
Dijelaskannya lagi, bahwa anak pertamanya yang hidup, lahir dengan berat badan 5,3 KG, sedangkan anak kedua lahir dengan berat badan 4,5 Kg. "Saya mulai memiliki tubuh gemuk sejak melahirkan anak yang pertama," ujarnya.
Sedangkan informasi dari orang tua Ani, atau nenek sang bayi, bernama Wardanun (55), bahwa Ani masa kecilnya tidaklah memiliki tubuh gemuk. Kerena menurut sang nenek (Wardanun), Ibu bayi (Ani) dilahirkan dengan berat badan 3,5 Kg.
Sementara itu Direktur RSUD HAMS Kisaran, Dr. Herwanto menyebutkan, bahwa biaya persalinan Ani selama di rumah sakit mendapat pelayanan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). "Pasien kita layani dengan baik, meski memakai karti Jamkesmas. Hal ini sebagai isyarat kepada masyarakat bahwa pelayanan untuk mesyarakat miskin melalui Jamkesmas tidak dibeda-bedakan dengan psien umum. Begitupula dengan kesediaan dokter rumah sakit, meski lebaran kita tetap melayani dengan meksimal, sehingga bayi lahir dengan keadaan baik hingga saat ini," ungkapnya.
Dalam rekam medic rumah sakit setempat, daftar susu yang diberikan kepada sang bayi pada Pagi Hari sebanyak 60 cc, Sore Pukul 15.00 WIB sebanyak 30 cc dan Petang Pukul 18.00 WIB sebanyak 30 cc serta Malam Pukul 21.00 WIB sebanyak 20 cc. Dilaporkan pihak rumah sakit, saat operasi melahirkan ditangani oleh dokter kebidanan Dr. Binsar Sitanggang, sedangkan pada masa perawatan di Ruang Bayi, dokter anaknya ditangani oleh Dr. Alfian Nasution.
Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen