KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiInternational Press Card HOKI Bukan Sekedar Kartu Pers oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
  KabarIndonesia - Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

- Jumlah penulis Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) terus bertambah, hingga sudah mencapai lebih dari 15.000 orang banyaknya; 
- HOKI telah mendapat penghargaan MURI sebagai media yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 

Demokrasi Indonesia Deskriminasi Pemuda

 
NASIONAL

Demokrasi Indonesia Deskriminasi Pemuda
Oleh : Malik Ridwan | 30-Des-2007, 05:45:28 WIB

KabarIndonesia - Malik Ridwan/Banda Aceh
Demokrasi merupakan ajang penyampaian aspirasi bagi masyarakat untuk suatu perubahan dalam kehidupannya, dengan demokrasi masyarakat diharapkan mampu memberikan konstribusi yang baik dalam membangun daerah yang tertinggal dari segala aspek.

Saat ini masyarakat Indonesia salah memahami arti demokrasi yang di sana terkandung makna kebebasan untuk berekspresi dalam segala bentuk tanpa batasan, pesta demokrasi yang dinantikan oleh masyarakat menjadi bukti bahwa Indonesia mestinya harus memahami makna demokrasi dengan baik, hal itu di sampaikan ketua DPP KNPI Burhanuddin Yusuf pada saat dialog kepemudaan yang brelangsung selasa lalu di Banda Aceh. 26/12

Burhanuddin menambahkan, saat ini demokrasi yang tumbuh di Indonesia masih menganut pola-pola lama sehingga hak-hak pemuda tidak pernah tersalurkan dengan baik dalam berbagai tingkatan, misalnya dalam pemelihan kepala daerah masih membatasi umur 30 tahun keatas.

Padahal menurutnya, seluruh anak bangsa diwajibkan untuk memilih pada usia 17 tahun ke atas, tapi kenapa saat mencalon kepala daerah itu harus berusia 30 tahun ini tidak adil, disini jelas bahwa demokrasi Indonesia melakukan deskriminasi terhadap pemuda.
Kita sedang memperjuangkan undang-undang pemilu yang sudah ada agar di kaji ulang, terutama dalam sistem pencalonan kepala daerah, anggota DPR serta DPD , karena menurutnya hampir 50 persen pemilih itu adalah pemuda, jadi apa salahnya kalau pemuda menjadi garda terdepan, ujarnya.

Sebagai contoh seperti yang terjadi di amerika serikat, anak tamat sekolah menengah umum bisa menang dalam pemilihan kepala daerah, dan mampu mensejahterakan rakyatnya.
Kalau di Indonesia jabatan kepala daerah itu seakan milik orang-orang tua saja, ini yang harus di kaji ulang oleh pemerintah, sampai saat ini menteri saja hanya dua orang dari unsur pemuda sedangkan yang lain itu semua dari unsur tua, bukankah ini deskriminasi namanya, imbuhnya.

Burhanuddin, mengajak kepada pemimpin bangsa ini untuk lebih memperhatikan pemuda, karena banyak tinta emas yang digores oleh pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan bangsa ini, saat kebangkitan nasional pemuda adalah garda terdepan, sumpah pemuda, tahun 66 serta tahun 1998, semua itu pemuda yang menjadi motor, tapi setelah itu pemuda terus diganjal dengan undang-undang yang mengikat dari pemerintah.

Sumber foto krongkrang.blogspot.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia