KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Enam Rumusan Etika Kerukunan Umat Beragama dan Pernyataan Sikap FKMI Keuskupan Agung Jakarta
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 12-Feb-2018, 06:46:18 WIB

KabarIndonesia - Siaran Pers Kementerian Agama yang dikirimkan Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama RI, Dr. MASTUKI, M.Ag, melalui www.kemenag.go.id, Twitter: @Kemenag_RI, dan akun Fb: https://www.facebook.com/KementerianAgamaRI/, menyampaikan Enam Rumusan Etika Kerukunan Penting Ditaati Umat Beragama, terkait dengan berbagai peristiwa yang terjadi di beberapa daerah.

Dituliskan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi rumusan pandangan dan sikap pemuka agama tentang etika kerukunan antar umat beragama. Rumusan tersebut penting untuk ditaati oleh umat beragama di Indonesia.

"Saya amat bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas rumusan tersebut," terang Menag usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima para pemuka agama di Istana Bogor, Sabtu (09/02).

"Rumusan etika tersebut yang dirumuskan sendiri oleh para pemuka agama amat penting untuk ditaati oleh setiap umat beragama dalam menjalani kehidupan kemasyarakatan di tengah kemajemukan kita," lanjutnya.

Diinformasikan bahwa Tokoh Agama berkumpul dalam Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa. Kegiatan yang diikuti 250 pemuka agama dari berbagai daerah di Indonesia dan usai musyawarah, mereka diterima Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Ikut mendampingi Presiden saat menerima para tokoh agama, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-agama dan Peradaban Din Syamsuddin.

Menurut Menag, ada enam point penting yang telah dirumuskan. Rumusan itu menitikberatkan pada pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama. "Rumusan ini penting dipahami dan ditaati dalam menjaga kerukunan Indonesia yang majemuk," tegasnya.

Berikut ini enam rumusan Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Etika Kerukunan Antar Umat Beragama:

1. Setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa.

2. Setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati.

3. Setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa.

4. Setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain.

5. Setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/akidah/keyakinan dan praktik peribadatan agama lain.

6. Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak menggangu kerukunan antar umat beragama

Sementara itu, pasca terjadinya peristiwa kekerasan di gereja St Lidwina Sleman pada hari Minggu, 11/2/2018, Ketua dan Sekretaris Forum Masyarakat Katolik Indonesia - Keuskupan Agung Jakarta, menyampaikan pernyataan sikap kepada masyarakat umat beragama melalui pers dan berbagai medsos.

Berikut diturunkan lengkap pernyataan sikap tersebut yang diterima kabarindonesia.

Saudara-Saudari terkasih, Se-Bangsa dan Se-Tanah air,

Dalam kurun waktu 2 minggu terakhir, lagi-lagi kita menghadapi ujian sebagai bangsa yang beragam. Penganiayaan, serangan, teror, dan persekusi yang merupakan tindakan intoleransi dan dilakukan oleh individu maupun kelompok secara terang-terangan telah merusak kohesi masyarakat kita dan melawan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Kami mencatat beberapa kejadian:
pertama, serangan yang ditujukan kepada Kyai Umar Basri, pimpinan Ponpes Al Hidayah, Santiong, Cicalengka, Jawa Barat pada tanggal 27 Januari 2018.

Kedua, tanggal 28 Januari 2018, telah terjadi pembubaran terhadap bakti sosial yang diselenggarakan panitia Gereja Santo Paulus, Bantul, Yogyakarta.

Ketiga, telah terjadi persekusi terhadap pemuka agama Budha Biksu Mulyanto Nurhalim di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang; penolakan ini disinyalir karena Biksu Mulyanto menyalahgunakan tempat tinggal sebagai tempat ibadah.

Terakhir, pada tanggal 11 Februari 2018, telah terjadi serangan secara membabi buta yang ditujukan kepada Pater KE Prier SJ dan perusakan ornamen kapel di Kapel Sta. Lidwina, Bedhog, Yogyakarta.

Dari rangkaian peristiwa di atas, kami berpendapat,
- Pertama, bahwa kejadian demi kejadian tersebut telah mencederai semangat kebersamaan yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.
- Kedua, mengutuk keras kelompok-kelompok yang melakukan tindakan melawan hukum tersebut, yang mana merupakan upaya merusak keharmonisan warga masyarakat.
- Ketiga, kami menilai bahwa tindakan ini tidak bisa dianggap sebagai tindakan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan upaya sistematis untuk memecah belah persaudaraan sesama anak bangsa.
- Terakhir, kami menilai kejadian demi kejadian ini telah berhasil menciptakan kondisi yang dinamakan grey zone scenario, yang mana telah membuat pemerintah setempat dan aparat tidak berhasil melakukan tindakan yang tegas.

Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan nyata dari pemerintah maupun lembaga yang berwenang. Apapun motif dan bentuknya, kami menghimbau pemerintah dan aparat berpedoman pada konstitusi dan hukum yang berlaku untuk segera melakukan upaya nyata demi terciptanya ketertiban dan keamanan di masyarakat.

Untuk itu kami menghimbau setiap warga masyarakat supaya tidak terpancing upaya adu domba, menggunakan akal sehat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berita hoax yang beredar.

Terakhir, kami meminta masyarakat untuk memperkuat rantai keberagaman dan persaudaraan, sebagai upaya menangkal tindakan yang mengadu domba.

Demikian pernyataan sikap kami, menanggapi rangkaian peristiwa yang telah mencederai semangat persaudaraan sejati sebagai anak bangsa. Kita Bhinneka, Kita Indonesia.

Dikabarkan dari Jakarta, pernyataan sikap ini disiarkan pada 11 Februari 2018, yang ditandatangani Ketua Umum FMKI KAJ, Yulius Setiarto dan
Sekretaris Umum FMKI KAJ, Maximinus Purnomo. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menuju Pulauku Nol Sampaholeh : Rohmah S
20-Jul-2018, 07:18 WIB


 
  Menuju Pulauku Nol Sampah Sejumlah karyawan Astra sedang membuat ecobrick dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas pada kegiatan sukarela karyawan di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia