KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Enam Bulan Pasca Tsunami Sulawesi Tengah 2018

 
NASIONAL

Enam Bulan Pasca Tsunami Sulawesi Tengah 2018
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 01-Mei-2019, 02:26:52 WIB

KabarIndonesia - "Sekarang bantuan sudah hampir tidak ada lagi, masih menunggu bantuan huntara (hunian sementara) dari Pemerintah," kata Pak Agus Nundi (34) yang sampai sekarang masih tinggal di dalam tenda, tenda yang dikonstruksikan dari  lembaran terpal bantuan dari USAID dan PMI dengan kayu dari sisa-sisa bangunan rumahnya yang hancur diterjang gelombang tsunami pada 28 September 2018.

Kondisi rumah terpal itu sangat mengkhawatirkan bagi Pak Agus sebagai seorang bapak kepala rumah tangga. "Yang saya khawatirkan kalau terpal itu lapuk dan bocor, bagaimana anak dan istri saya tinggal. Dengan rumah terpal ini saja keadaan terasa jauh dari aman dan nyaman," jelas Pak Agus Nundi yang memiliki seorang anak berusia 6 tahun dan seorang istri yang selamat dari terjangan gelombang tsunami yang menghancurkan rumahnya.

"Kalau siang, rumah terpal ini terasa seperti dalam oven, panas sekali, tidak kuat kami tinggal di dalam rumah ini, jadi kami ke luar rumah untuk mencari tempat yang teduh," kata istri Pak Agus,"Kalau malam dan hujan, rasa khawatir itu terasa sekali. Kami berharap bisa dapat bantuan untuk tempat tinggal lebih baik, Pak." 

"Namanya ‘Rumah Senyum', tapi orangnya menderita," kata seorang ibu tetangga yang hadir dalam obrolan sore di Dusun Satu, Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, 25 April 2019.   

Tidur beralaskan tikar, masih lebih beruntung karena rumah terpal itu didirikan di atas lantai tempat rumah yang sudah hancur. Lantai semen itu membuat keadaan rumahnya jadi lebih bersih dan alas tikar pun cukup lebih baik dan bersih daripada diletakkan di atas lembaran papan atau tripleks di atas tanah. Keadaan rumah terpal, selain panas, sebenarnya lebih baik daripada tenda pada umumnya, tetapi kualitas terpal (tenda) memang tidak bisa dipertahankan kualitasnya dari terpaan sinar matahari dan hujan.

Pak Agus Nundi tidak ada pekerjaan yang bisa memberikan pendapatan (income) selain melaut sebagai nelayan. Sehari-hari adalah melaut, bila cuaca baik maka siang dan malam pun pergi melaut. Tiga bulan terakhir keadaan pasar ikan mulai membaik, harga ikan di pasaran sudah bisa memberikan keuntungan bagi nelayan. Sebelumnya, keadaan pasar begitu lesu, karena tidak ada yang mau makan ikan laut. "Banyak orang yang percaya bahwa ikan laut makan mayat manusia dan rasanya jadi amis-mayat manusia. Jadi tidak ada orang yang membeli ikan. Percuma menangkap ikan karena tidak laku," kata Pak Agus.  

"Bantuan non-tunai multi guna (Multi Purpose Cash Assistance-MPCA) sangat membantu kami dalam memenuhi  kebutuhan hidup, terutama untuk beli beras. Kalau sayuran, kami masih bisa makan daun kelor, dan ikan yang kami tangkap," kata Pak Agus sambil memohon keberlanjutan program MPCA dari Catholic Relief Services (CRS) Indonesia yang bekerjasama dengan PKPU-human-initiative di Palu dalam implementasinya.(*)

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia