KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Gembala Sidang Gereja Asal Papua Di Kediri Himbau Indonesia Damai

 
NASIONAL

Gembala Sidang Gereja Asal Papua Di Kediri Himbau Indonesia Damai
Oleh : Saktiawan Putro | 23-Aug-2019, 12:02:29 WIB

KabarIndonesia - Kediri – Terjadinya kericuhan di Provinsi Papua dan Papua Barat beberapa hari terakhir, mengundang keprihatinan dari sejumlah kalangan. Kericuhan yang diduga dipicu oleh insiden mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang ini, dinilai rentan merusak kerukunan dan kedamaian di Indonesia.

Salah seorang Gembala Sidang di Kabupaten Kediri, Pdm. Yahya Simson Horik, S.E menghimbau semua pihak terkait agar menahan diri. “Turut menyesalkan kejadian tersebut dan masing-masing pihak harus punya kesadaran untuk menjaga stabilitas kamtibmas”, ujarnya (22/8). Menurut pria asal Fak-Fak ini, ucapan atau tindakan bernada rasisme tidak seharusnya ada di bumi pertiwi, apalagi di jaman media sosial yang sudah bertumbuh pesat seperti saat ini. “Ucapan rasisme menyakiti hati kami dan sudah berulang kali terjadi, sehingga membuat seolah kami bukan bagian dari bangsa ini”, lanjutnya.

Selain itu, insiden rasisme dan kericuhan juga dinilai dapat merusak apa yang selama ini telah diperjuangkan oleh mantan Presiden RI, Gus Dur dan Presiden Jokowi demi kesejahteraan masyarakat Papua. Guna mengakhiri polemik dimaksud, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh oleh pihak-pihak terkait. <br /><br />"Pemerintah dan TNI/Polri harus berperan sebagai seorang bapak yang memiliki hati untuk anak-anaknya, bisa mengayomi sekaligus mengasihi. Jika ada satu dua anak yang nakal, nasehati dengan baik”. Dengan demikian, maka akan bisa diambil langkah kebijakan yang pas (untuk meredakan ketegangan), terangnya didampingi istri tercintanya, Maryuni Winarsih, S.Th. Langkah berikutnya adalah bagaimana menerima dan memperlakukan orang Papua layaknya saudara.<br /><br /> “Diperlukan hati yang penuh ikhlas dalam menerima orang Papua di perantauan. Berikan sentuhan kasih sayang dan bukan dengan cara kekerasan. Sebaliknya, para mahasiswa Papua di tanah rantau juga diharapkan bisa lebih membaur dengan masyarakat. Ada acara 17-an kita gabung, ada kerja bakti kita ikut, jadi kita bisa enjoy. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, jelasnya.

Apabila hal tersebut bisa diterapkan dengan baik, maka kerukunan dan persatuan antar sesama anak bangsa Indonesia bisa tercapai demi terwujudnya kesejahteraan bersama.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia