KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Indonesian Youth Updates Gandeng Diaspora Indonesia Bakal Buka Cabang Luar Negeri

 
NASIONAL

Indonesian Youth Updates Gandeng Diaspora Indonesia Bakal Buka Cabang Luar Negeri
Oleh : Antha | 15-Aug-2019, 15:42:21 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Pertemuan diaspora Indonesia terbesar dan Kongres ke-5 Diaspora Indonesia (CID-5) kembali dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Jakarta, Indonesia.

Yang menarik dari pertemuan akbar ini adalah bagaimana diaspora Indonesia membuat perbedaan di Indonesia maupun di luar negeri. Banyak sekali kisah sukses diaspora yang menginspirasi setiap generasi muda Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri oleh ribuan peserta yang telah mendaftar secara online melalui e-mail maupun aplikasi Diaspora Connect yang merupakan karya inisiatif anak bangsa. Baik diaspora maupun peserta domestik ikut berpartisipasi dalam momen akbar tersebut.

Pembicaraan dan diskusi mendalam yang dihadiri oleh pembicara terkemuka, diantaranya pejabat publik (menteri, birokrat, teknokrat, politisi, diplomat), publik figur (artis, akttor, model, host, presenter, komedian, Influencer, YouTubers, dan Insan kreatif lainnya), para Duta Besar di Indonesia, praktisi dan Start-up. Sungguh, konferensi yang menarik untuk Kongres tahun ini yang mencakup berbagai topik menarik dan relevan.

Untuk menemukan cara memaksimalkan potensi diri sebagai generasi muda Indonesia yang ada di dalam negeri maupun anggota diaspora Indonesia yang berdomisili di luar negeri agar turut andil mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk masa depan di Era Distruption Technology dan Industri 4.0, yang menjadi tantangan kita bersama.

Tentang merealisasikan “Visi Indonesia Emas 2045”, maka President dan Founder Indonesian Youth Updates, Ruben Frangky Oratmangun mengatakan, tahun ini mereka berencana membuka cabang istimewa di beberapa negara, lebih khusus Asia, Eropa dan Amerika.

"Urgensi membuka cabang luar negeri adalah dalam rangka mewujudkan strategi implementasi program dan akselerasi kebijakan organisasi kedepan, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi yang inklusif antar setiap jejaring komunikasi (networking) yang dimiliki oleh Indonesian Youth Updates dengan berbagai stakeholders (extraordinary) yang applicable dan menghasilkan win-win solution atas tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini", pungkas Ruben.

Dalam menciptakan Kota Layak Huni untuk melindungi dan memberdayakan Buruh Migran Indonesia, maka dibutuhkan rekomendasi pemikiran, pembaruan dan solusi real atas persoalan dimaksud.

Menurut, Harsen Roy Tampomuri (Vice-president Indonesian Youth Updates), Kongres Diaspora tahun ini sangat konkrit dan merupakan terobosan baru jika nantinya direalisasikan. "Salah-satu rekomendasi yang menarik bagi saya yakni pembentukan badan nasional diaspora Indonesia. Warga diaspora baik yang WNI maupun non-WNI memiliki jumlah serta potensi yang sangat besar dan tersebar diseluruh dunia", jelasnya.

Hal ini merupakan kabar baik bagi Indonesia jika Diaspora bisa hadir memaksimalkan peran untuk sama-sama membangun bangsa dan negara.

Alasan IYU melebarkan sayap (expand) ke luar negeri adalah turut mengawal aspirasi dan mengakomodasi kepentingan diaspora yang ada di luar negeri dan melirik potensinya yang sangat besar di dalam negeri.

Ruben Frangky Oratmangun menjelaskan bahwa Diaspora Indonesia termasuk 10 besar terbesar di dunia, dengan 6-8 juta yang berstatus WNI dan sekitar 10-15 juta orang keturunan Indonesia di berbagai belahan dunia. (Data IDN Global, 2018)

Dari jutaan diaspora tersebut, hanya sekitar dua juta orang yang merupakan TKI yang memberikan kontribusi nyata ke Tanah Air sekitar 10 miliar dolar AS per tahun. Sementara sisanya merupakan profesional, seniman, dan pelajar yang kontribusinya untuk Indonesia belum bisa dihitung secara jelas, padahal mereka memiliki bakat dan keahlian yang telah terbukti di kancah internasional.

Sinkron dengan tema Kongres Diaspora Indonesia tahun ini adalah, “Memberdayakan Sumber Daya Manusia Indonesia. "Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap tema tersebut, kami telah berkoordinasi dengan Presiden Indonesian Diaspora Network Global (2017 - 2019), Mark Gerald Eman bahwa Indonesian Youth Updates mendukung rencana penerbitan Diaspora Bond dan mendorong pemerintah segera mengakomodir aspirasi Diaspora Indonesia untuk membentuk Badan Nasional Diaspora Indonesia," sebut Ruben.

Ruben mengungkapkan, "saat ini perhatian pemerintah hanya terfokus pada tenaga kerja Indonesia (TKI) saja. Padahal, TKI hanya sepertiga atau seperempat dari jumlah diaspora Indonesia di luar negeri," tutur Ruben.

"Kami tahu komunitas orang Indonesia yang tinggal di luar negeri bersemangat dan beragam, sekarang saatnya Indonesia juga mengetahuinya. Kami percaya setiap anggota diaspora Indonesia adalah aset yang sangat berharga bagi Tanah Air tercinta. Tidak peduli siapa Anda, dari mana Anda berasal, atau apa keahlian Anda, setiap orang memiliki banyak pengalaman unik dan sesuatu yang dapat mereka tawarkan bagi masa depan bangsa," tegasnya.

"Ya, kami sangat kooperatif dan terbuka bagi siapa saja serta siap untuk kolaborasi ide dan gagasan. Karena bagi kami gagasan adalah emas, tetapi eksekusi adalah segalanya dan kolaborasi adalah kunci eksekusi", tutup Ruben Frangky.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia