KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

KH Hasyim Muzadi Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Bangsa

 
NASIONAL

KH Hasyim Muzadi Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Bangsa
Oleh : Chairil Makmun | 16-Mar-2017, 20:21:28 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Indonesia kini kehilangan lagi satu tokoh bangsa yakni Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Ahmad Hasyim Muzadi yang wafat di Malang, Jawa Timur, Kamis pagi (16/3/17) sekitar pukul 06.15 WIB, dalam usia 72 tahun.

Hasyim bukan saja disegani kalangan ummat Islam, tapi juga umat lintas agama Indonesia. Dia pun dikenal luas di kalangan ulama internasional. Sebulan terakhir kondisi kesehatan mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menurun terus sehingga harus dirawat di ruang CVCU (cardiovascular care unit) RS Lavalette, Kota Malang, Jatim. Berbagai kalangan menjenguknya, termasuk Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Wapres Jusuf Kalla secara pribadi maupun atas nama pemerintah menyatakan bela sungkawa. "Beliau, kita tahu orang yang berpendirian teguh tapi moderat," kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (16/3/17). Menurut Kalla, KH Hasyim adalah sosok yang mempunyai hubungan sangat erat dengan ulama internasional yang mengampanyekan Islam yang damai. "Karena itu, di samping di dalam negeri, beliau juga sangat dihormati di kalangan ulama luar negeri," kata Kalla. Hasyim pun dikenal sebagai organisator dan penda'wah yang ikhlas.

Profil Singkatnya.
KH Hasyim Muzadi lahir di Tuban, Jatim, pada 8 Agustus 1944. Beliau menjadi anggota Wantimpres sejak 19 Januari 2015. Pernah mengasuh Pondok Pesantren Al Hikam di Malang. Mengenyam pendidikan dasar Madrasah Ibtidaiyah di Tuban tahun 1950, lalu melanjutkan ke Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jatim, pada 1956-1962. Dia menuntaskan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang tahun 1969.
Dalam kiprah organisasi, namanya melambung saat menjabat Ketua Pengurs Wilayah NU Jatim tahun 1992. Ini kemudian menjadi batu loncatan baginya untuk menjadi Ketua Umum PBNU tahun 1999. Suami dari Hj Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jatim pada 1986 yang ketika itu bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada tahun 2004, Hasyim menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai capres dalam pemilihan umum presiden yang dipilih rakyat langsung untuk pertama kali. Namun, pasangan ini dikalahkan Susilo Bambang Yudhoyono/Jusuf Kalla saat itu.

Dari tangannya lahir beberapa buku, di antaranya "Membangun NU Pasca Gusdur" tahun 1999; "NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa" tahun 1999; dan "Menyembuhkan Luka NU" tahun 2002. Selamat jalan pahlawan ulama Indonesia.  (*) *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia