KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiInternational Press Card HOKI Bukan Sekedar Kartu Pers oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
  KabarIndonesia - Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

- Jumlah penulis Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) terus bertambah, hingga sudah mencapai lebih dari 15.000 orang banyaknya; 
- HOKI telah mendapat penghargaan MURI sebagai media yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 

Kenapa Agustadi bukan Syafrie atau Erwin?

 
NASIONAL

Kenapa Agustadi bukan Syafrie atau Erwin?
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 29-Des-2007, 07:48:46 WIB

KabarIndonesia - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siang ini melantik Letjen Agustadi Sasongko Purnomo dan Marsekal Madya Soebandrio sebagai KSAD dan KSAU baru, bersamaan dengan pelantikan Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima TNI baru. Sampai larut malam kemarin, Presiden masih mengadakan briefing dengan ketiganya. Dengan menunjuk misi pimpinan TNI tersebut, SBY seolah menanggapi tewasnya pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, dengan harapan, hal seperti itu tak akan terjadi di Indonesia. Pilihan SBY memang mencerminkan pentingnya pemilu 2009, meski pun dia belum menetapkan pencalonan dirinya dalam Pilpres mendatang.


Bukan Hal Mudah

Naiknya Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima TNI baru sudah diperkirakan beberapa tahun silam, namun penunjukkan KSAD baru, bagi presiden, rupanya bukan hal yang mudah. Sejak mulai berlibur, sehari menjelang Natal, SBY sudah membahas para calon KSAD dengan mengundang sejumlah perwira TNI Angkatan Darat ke Istana Cipanas.

Namun belakangan, hanya satu diantara keenam calon KSAD, tampak seringkali muncul bertemu Presiden, yaitu Letjen Syafrie Syamsoeddin. Maka, sejak Kamis siang, proses penunjukkan KSAD pun terpusat pada dua calon terkuat, yaitu Letjen Syafrie Syamsoeddin dan Letjen Agustadi. Dua pengamat militer, Indro Tjahjono dan Mayjen TNI Saurip Kadi, membenarkan proses pengerucutan calon itu kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Namun sejak Kamis malam, Syafrie Syamsoeddin tak tampak lagi di Istana, dan, akhirnya, yang tinggal, hanyalah Letjen Agustadi dan calon KSAU Marsekal Soebandrio. SBY jelas meninggalkan pola urut kacang, sebab bukan Pangkostrad Letjen George Toisutta yang angkatan tahun 75, yang naik menjadi KSAD. Sejalan dengan reformasi TNI, pengalaman lapangan dan kepemimpinan komando rupanya semakin kurang penting dibanding dengan kepiawaian dalam kepemimpinan staf dan terutama kemampuan manajerial dalam membina TNI, khususnya TNI Angkatan Darat. Tiga calon ini lebih kaya pengalaman lapangan, seperti Toisutta dan Bambang Darmono, yang pernah memimpin perang melawan GAM di Aceh, sementara Kasum Letjen Erwin Soedjono agaknya dinilai belum cukup kaya pengalaman staf.

Kriteria Penting

Maka, dua calon terkuat tinggal Sekretaris Menko Polhukam Letjen Agustadi, yang juga mantan Pangdam Jaya, dan Letjen Syafrie Syamsoeddin, Sekjen Departemen Hankam yang menguasai masalah rumit tentang alutsista. Menurut Dewan Pertimbangan Jabatan Wanjakti, kebutuhan dan kepentingan Angkatan Darat itulah yang kini menjadi kriteria penting.

Tapi mengapa akhirnya Presiden SBY memilih Agustadi ketimbang Syafrie Syamsoeddin? Dan, berlawanan dengan dugaan kebanyakan orang, mengapa SBY tidak menjatuhkan pilihan pada iparnya sendiri, Letjen Erwin Soedjono?

Menurut Indro Tjahjono, masing masing calon tersebut punya kelemahan yang harus diperhitungkan dengan seksama jika Presiden Yudhoyono akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2009.

Peristiwa Mei 1998

Indro Tjahjono: "Paling memenuhi kriteria Wanjakti yakni orang yang memiliki pengalaman yang memfasilitasi fungsi staf, dan juga fungsi administrasi. Saat ini yang sudah bergelut dengan fungsi staf dan administrasi adalah Syafrie Syamsoeddin. Jadi Syafrie Syamsoeddin akan menjadi kandidat yang saya kira paling unggul dibandingkan dengan yang lain. Hanya persoalannya, Syafrie Syamsoeddin bisa tidak terpilih, kalau latar belakang Syafrie Syamsoeddin yang terlibat dalam peristiwa Mei 98 itu dianggap akan sangat merugikan bagi SBY pada tahun 2009 untuk maju menjadi kandidat presiden kembali. Tapi kalau tidak, maka hanya Syafrie Syamsoeddinlah panglima yang menurut versi Wanjakti akan menjadi KSAD"

"Nah, Agustadi juga orang yang memiliki pengalaman ya dalam fungsi staf dan fungsi administrasi, tapi dia tidak bergelut dengan persoalan yang aktual yang dihadapi oleh tentara, Angkatan Darat, saat ini, karena dia bukanlah sekjen Departemen Pertahanan seperti Syafrie Syamsoeddin. Apalagi Agustadi juga dicurigai sedang terlibat dalam mempromosikan seseorang menjadi presiden, pada 2009. Artinya kelemahan Agustadi terlalu politis untuk suatu jabatan KSAD nih sangat memberatkan Agustadi"

Sumber berita Radio Netherland Worldwide

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia