KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

MENKOMINFO Harus Sering-sering Buka Internet
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 22-Okt-2009, 12:57:46 WIB

KabarIndonesia - Menteri baru yang di umumkan presiden SBY kemarin malam rabu 21/10/2009, jatah Menkominfo sekarang di pegang oleh Tifatul Sembiring. Banyak pihak yang meragukan kemampuan beliau memimpin Departemen ini yang terletak tidak jauh dari Istana Merdeka Presiden SBY, yaitu jalan Medan Merdeka Barat  No.9, bila kita keluar dari kantor menkominfo (menteri komunikasi dan informasi) tersebut, belok kiri langsung berhadap-hadapan dengan Istana. Beliau lulusan Stikom, kader partai PKS dan  harus sering-sering buka internet, seperti kasus MIYABI (Maria Ozawa) yang mau datang ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Mantan Menkominfo yang lama M.Nuh mengatakan Ia tidak tahu bahwa Miyabi itu artis film hot (panas) di negara Jepang dan akan mengecek dahulu kebenarannya, padahal dengan Internet melalui mesin pencari google.com hal tersebut mudah saja di dapat segala informasi tentang MIYABI tersebut.

Tikaful Sembiring juga harus segera membenahi roadmap dunia ICT, karena sejak M.Nuh di lantik tanggal 9 Mei 2007 yang lalu belum ada roadmap ICT yang jelas serta kepemimpinan e-leadership. Tentang operator selular yang banyak sekali di Indonesia, sekarang ada 11 operator, TS menilai hal tersebut wajar-wajar saja. Pertumbuhan operator seperti jamur di musin hujan ini beliau nilai sah-sah saja  dan menunjukan indikator bahwa pasar di Indonesia cukup terbuka, operator harus memberikan kualitas yang terbaik untuk para pelangganya. Yang penting komunikasi lancar, informasi benar,mudah, murah, kualitas bagus dan bermanfaat serta memudahkan pekerjaan. Ia juga tidak akan membatasi operator sellular di negara Indonesia, mereka harus mematuhi aturan-aturan mengenai kepemilikan saham asing dan saham dalam negeri, berapa persen milik asing dan berapa persen milik dalam negeri, kepemilikan saham seharusnya di atur 60 % untuk Indonesia dan 40% untuk asing, jangan sebaliknya. Problem selanjutnya adalah masalah perang tarif, biarkan mereka berkompetisi dengan sehat, nanti ada saatnya tercapai titik tarif yang memadai untuk segenap orang, pada suatu hari nanti akan ada yang menang dan ada yang kalah soal perang tarif ini, WAKTU YANG AKAN MENJAWAB SEMUANYA.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia