KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Maksimalkan Pencegahan TKI Ilegal, Pemerintah Terus Galakkan Pembangunan Desa Desmigratif di NTT

 
NASIONAL

Maksimalkan Pencegahan TKI Ilegal, Pemerintah Terus Galakkan Pembangunan Desa Desmigratif di NTT
Oleh : Rohmah S | 31-Jul-2018, 06:27:09 WIB

KabarIndonesia-Jakarta, Pembangunan Desa Migran Produktif (Desmigratif)  akan semakin digalakkan dan diperbanyak oleh pemerintah. Pelaksana dari rencana tersebut adalah Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dibantu oleh Kementerian terkait lainnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, kepada wartawan sesaat seusai membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) antara Kemnaker dengan pemerintah daerah mengenai pembangunan Pelayanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Jakarta, Senin (30/7) malam.

“Sekarang hanya beberapa Desmigratif. Nanti akan perbanyak,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri.

Ia juga menambahkan, hal itu perlu segera dilakukan guna menekan atau kalau mungkin menghilangkan maraknya TKI ilegal.  “Untuk menekan dan menghilangkan TKI ilegal kita perbanyak Desmigratif,” jelasnya.

Tidak sekedar Desmigratif saja, Hanif menjelaskan bahwa, pemerintah juga akan membangun LTSA, yang berguna untuk meningkatkan pelayanan agar menjadi efektif dan efisien. “Intinya pemerintah akan terus bekerja keras mencegah dan menghilangkan pengiriman TKI secara ilegal,” tegas dia.

Seperti kita tahu, program Desmigratif telah resmi diluncurkan oleh pemerintah sejak 12 September 2017. Program yang diinisiasi Kemnaker tersebut melibatkan 11 Kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif.

Tak hanya itu, Kemnaker juga menggandeng Bank Indonesia, BRI, BNI, Bank Dunia, Sampoerna Foundation serta sejumlah lembaga swasta lainnya.

Menaker Hanif meyakini bahwa program Desmigratif merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan TKI dan keluarganya secara terpadu. "Juga sesuai dengan Program Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa," kata Hanif.

Program desmigratif memiliki empat pilar. Pertama, pendirian Pusat Informasi Ketenagakerjaan dan Layanan Migrasi. Melalui layanan ini, calon TKI memperoleh informasi negara penempatan, persyaratan menjadi TKI, cara memperoleh persayaratan termasuk layanan kependudukan dan keimigrasian.

Kedua, menumbuhkembangkan usaha produktif yang melibatkan keluarga TKI. Pada pilar ini, keluarga TKI mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk melakukan kegiatan produktif.

Ketiga, membentuk komunitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak (community parenting). Pada pilar ini, keluarga TKI mendapatkan pendampingan pengasuhan anak melalui rumah pintar.

Pilar keempat pembentukan dan pengembangan koperasi atau lembaga keuangan.

Program desmigratif sudah dimulai sejak 2016 dengan proyek percontohan desmigratif di dua lokasi, yaitu Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Rencananya, jika pada 2017, telah dibentuk 120 desa yang meliputi 100 desa di 50 kabupaten atau kota asal TKI dan 20 desa di 10 kabupaten atau kota di NTT. Maka untuk tahun 2018 sekarang, akan dibentuk 130 desa dan dilanjutkan 150 desa pada tahun 2019. Sehingga keseluruhan Desmigratif yang dibangun itu total ada 400 desa. (*)

Ket. Foto: Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, memberi arahan saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) antara Kemnaker dengan pemerintah daerah mengenai pembangunan Pelayanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Jakarta, Senin (30/7) malam

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Bakul Kejujuran 17 Okt 2018 13:02 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia