KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Memahami Inflasi Lebih Dalam
Oleh : Rahma Nurhamidah | 21-Nov-2017, 03:39:51 WIB

KabarIndonesia - Kebanyakan orang tentu mengenal istilah ekonomi "Inflasi". Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dalam kurun waktu tertentu atau dengan kata lain menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa.. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokkan ke dalam 7 kelompok pengeluaran berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP), yaitu kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, dan tembakau, kelompok perumahan, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan dan olah raga, serta kelompok transportasi dan komunikasi. Tahukah anda dari mana IHK tersebut diperoleh?

Untuk menjawab hal tersebut, BPS telah melakukan beberapa survey terkait dengan harga konsumen yang terdiri dari HK 1.1, HK 1.2, HK 2.1, HK 3, HK 2.2, HK 4, HK 5 serta HK 6ABC yang mencakup 7 kelompok pengeluaran tersebut. Survey tersebut ada yang dilakuan setiap minggu, minggu pertama dan ketiga serta juga bulanan. Tempat pemantauan data harga konsumen adalah pasar tradisional, pasar swalayan dan outlet. Hal ini karena hasil SBH 2012 menyatakan bahwa sebagian masyarakat perkotaan beberbelanja kebutuhan sehari-harinya di pasar tradisional, swalayan dan outlet, sama halnya dengan SBH tahun 2007 yang juga mecakup ketiga tempat perbelanjaan tersebut. Responden data HK (Harga Konsumen) adalah pedagang eceran yang menjual barang dan jasa kebutuhan rumah tangga, serta tempat pelayanan jasa seperti tempat praktek dokter, salon kecantikan, pangkas rambut, dll. 

Dalam penghitungan IHK ada 2 jenis nilai konsumsi. Pertama, nilai konsumsi dasar yang diperoleh dari hasil SBH, yaitu rata-rata nilai pengeluaran rumahtangga sebulan untuk setiap jenis barang/jasa yang dikonsumsi. Kedua, nilai konsumsi pada bulan berjalan yang merupakan perkalian dari harga komoditas bulan berjalan dengan konsumi dasar yang diperoleh dari survey BPS.

Sebagai langkah awal dalam penghitungan IHK adalah mendapatkan rata-rata harga satu bulan , yang diperoleh dari modus harga per kualitas/merk barang dari 3-4 respoden. Kemudian membandingkan rata-rata harga bulan berjalan dengan bulan sebelumnya sehingga diperoleh relative harga baik dari sisi kualitas maupun komoditas. Kemudian menghitung nilai konsumsi setiap jenis barang dengan mengalikan harga dan pengeluaran untuk setiap jenis barang. Kemudian menghitung nilai konsumsi sampai konsumsi umum, sehingga akhirnya diperoleh indeks umum yang lebih dikenal dengan IHK. Dari perubahan IHK tersebut yang nantinya menentukan terjadi tidaknya inflasi atau malah sebaliknya terjadi deflasi.(*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia