KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalMantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Pada Usia 91 Tahun oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Feb-2020, 15:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, tutup usia pada Selasa, 25 Februari 2020. Politikus 91 tahun itu meninggal di rumah sakit El Galaa Kairo. Dia menghembuskan napas terakhir usai perawatan intensif pascaoperasi.

Sebagaimana dikutip BBC, informasi meninggalnya Hosni
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (20)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (20)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 13-Aug-2019, 12:19:28 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (19), saya benar-benar merasa bersyukur dan terberkati karena bisa menyaksikan ajang Pilpres 2019. Dimana saya bisa melihat dan mempelajari seribu satu macam sifat manusia yang ada. Semesta betul-betul sedang memberi pelajaran ke diri saya, agar KESADARAN saya bisa meningkat terus sampai ke puncak yang paling tinggi, agar melampaui Hukum Dualtas yang ada pada kehidupan di Semesta ini.

Seperti yang kita saksikan sendiri, sejak Jokowi tampil sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2014, banyak sekali tuduhan-tuduhan dan fitnah yang dialamatkan ke beliau. Sebut saja diantarannya bahwa Jokowi adalah keturunan China yang bernama Oei Hong Liong.       

Dalam permasalahan ini, saya ingin berbagi sebuah ilmu pengetahuan yang sudah sedemikian maju, khususnya di bidang ilmu Kedokteran.          

Pada saat ini, setiap DNA manusia bisa dideteksi dengan jelas. Ada berapa banyak DNA masing-masing manusia sebelumnya, yang akhirnya menyatu dengan DNA masing-masing manusia saat ini. Karenanya, tidak tertutup kemungkinan di dalam diri orang yang membenci etnis China atau etnis-etnis lainnya, justru di dalam diri orang tersebut mengandung DNA etnis China atau etnis-etnis lainnya itu.         

Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa dalam diri kita masing-masing ada DNA-nya binatang purba semacam Dinosaurus atau binatang-binatang Purba lainnya yang sudah punah. Karena pada dasarnya semua makhluk yang ada di Semesta ini, dengan terjadinya siklus reinkarnasi, maka setiap makhluk akan membawa DNA dari awal makhluk itu hadir dan berinteraksi dengan entitas lainnya yang ada di Semesta ini.          

Jadi seperti yang sering saya katakan bahwa di Semesta ini yang mana yang bukan DIA? Bukankah semua KEHIDUPAN yang ada di Semesta ini bagian dari SANG KEHIDUPAN itu sendiri? Begitu juga yang ADA di Semesta ini bukankah bagian dari SANG KEBERADAAN itu sendiri? Begitu juga, bukankah SANG KEBERADAAN itu sendiri juga berada dalam KETIADAAN?         

Itulah awal dari sebelum Alam Semesta ini diciptakan. Persis seperti apa yang difirmankan oleh Tuhan/Allah dalam Qs Al-Hadid ayat 3: DIA Yang Awal, DIA Yang Akhir, DIA Yang Nyata, DIA Yang Tidak Nyata dan DIA Maha Mengetahui.           

Dan bunyi dari riwayat sebuah Hadits Qudsy: AKU ingin dikenal, maka AKU ciptakan ciptaan untuk mengenali AKU.   Kadang saya juga merasa heran terhadap para master-master spiritualitas, yang banyak membangga-banggakan ilmu dari leluhurnya. Pertanyaan saya, kalau kita masih mengunggulkan kelompok atau etnis kita sendiri, bukankah itu berarti sifat ke-AKU-an kita sendiri belum selesai? Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, siapa sih sesungguhnya leluhur manusia itu?        

Katakanlah, saya adalah keturunan dari hasil pernikahan Ayah yang berdarah China serta Ibu yang berdarah Sunda. Lalu siapa sesungguhnya leluhur saya? Belum lagi kalau buyut saya juga ada keturunan dari hasil perkawinan suku bangsa lain yang berbeda. Ditambah lagi kalau DNA kita diteliti asal usulnya, jangan-jangan banyak sekali yang DNA-nya terbawa ke dalam diri saya saat ini. Jadi kalau saya hanya mengklaim bahwa leluhur saya adalah orang-orang China zaman dahulu yang mungkin sudah hidup ribuan tahun yang lalu di bumi ini, lalu bagaimana dengan darah Sunda yang juga saya dapatkan dari Ibu saya?        

Bukankah leluhur-leluhur Ibu saya yang dari etnis Sunda juga sudah ada, dan telah hidup ribuan tahun yang lalu? Mungkin pada saat itu namanya bukan Sunda. Jadi menurut saya kemungkinan itu bisa saja terjadi? Lalu pertanyaannya lagi, apakah tidak ada kemungkinan bahwa asal usul nenek moyang dan leluhur-leluhur kita itu sudah mengalami perkawinan saling silang satu sama lain dengan semua manusia yang ada di muka bumi ini? Jawaban saya sangat mungkin.          

Maka menurut pemahaman saya saat ini, yang disebut leluhurnya semua makhluk, termasuk manusia dan entitas lainnya yang ada di Semesta ini, para leluhurnya itu hanya bermuara kepada satu yang ESA yaitu DIA=Tuhan/Allah sebagai Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. (Bersambung).    

 Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 
 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia