KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (8)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (8)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 18-Jul-2019, 02:47:26 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (7) kita telah paparkan, bagaimana melalui keluhuran akhlaknya, Jokowi telah memberikan contoh kepemimpinan yang patut kita jadikan teladan seperti halnya pemimpin-pemimpin di zaman nabi dahulu kala.

Seiring berjalan waktu, ketika pemerintahan Jokowi-JK sudah berjalan mendekati 3 tahun, maka tibalah saatnya digelar Pilgub DKI Jakarta 2017.  

Sepeninggalan beliau sebagai Gubernur, saat itu Jakarta dipimpin oleh Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang dikenal dengan nama panggilan Ahok. Ketika Ahok menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI, beliau dibantu oleh Wakil Gubernur yang baru benama Djarot Saiful Hidayat, kader dari PDIP.          

Ketika pasangan Ahok-Djarot memimpin Jakarta, perkembangan kota Jakarta terasa sekali kemajuannya, dan hampir di semua suku dinas.       Ada beberapa persamaan juga perbedaan yang mencolok antara karakter kepemimpinan Jokowi dan Ahok. Persamaannya, kedua-duanya sama-sama orang jujur, amanah, berani, cerdas, pekerja keras dengan memanfaatkan kecepatan yang tinggi, sama-sama tidak mempunyai beban masa lalu, sehingga tidak terkungkung oleh jabatan atau kekuasaan. 

Adapun perbedaannya, Jokowi lebih membumi, sedangkan Ahok temperamental. Mulut Ahok dirasa cenderung arogan dan kasar. Akibatnya, disamping banyak orang suka, tapi tidak sedikit juga yang tidak suka. Hal ini menimbulkan banyak musuh, dan musuh utamanya adalah anggota DPRD DKI Jakarta yang beliau anggap sebagai sarang penyamun. Ahok tahu persis kelakuan para anggota DPRD DKI Jakarta karena beliau sendiri juga mantan anggota dewan di DPR RI.  Dus, beliau sangat hafal dengan sepak terjang para anggota dewan tersebut.          

Konflik Gubernur Ahok dan anggota dewan DPRD, berlanjut terus tanpa ada kesudahan. Ahok mengontrol pengeluaran APBD dengan sangat ketat. Ia tidak mau memberikan kesempatan dana APBD itu dimanfaatkan para anggota dewan.          

Saya sangat kagum dengan sepak terjang Gubernur Ahok, yang betul-betul memanfaatkan kekuasaannya untuk berbuat keadilan, membersihkan aparat-aparat Pemda yang koruptif, mengganti aparat yang tidak mampu dan benar-benar mempercepat perbaikan dan pembangunan di setiap suku dinas, sekalipun APBD sulit cair akibat konflik dengan DPRD yang berkepanjangan.        

Ada satu hal yang saya sangat terkesan dengan ucapan beliau,  Kalau negara ini mau maju, harus berani menerapkan hukum pembuktian terbalik. Jadi sebelum menjadi pejabat pemerintah, para calon pejabat diwajibkan untuk membuktikan hartanya berasal dari mana, dan apakah pembayaran pajak ke negaranya sudah sesuai?  Menurut saya gagasan beliau ini patut menjadi pertimbangan untuk dimasukkan menjadi undang-undang.       

Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017, Gubernur Ahok mencoba untuk ikut bertanding dengan jalur independen. Tanpa dukungan partai politik. Karena itu, dari jauh-jauh hari beliau sudah berupaya menggalang 1 juta KTP dari para relawan dan dikenal dengan sebutan Ahoker. Sayangnya, pada akhirnya ia tetap memilih partai PDIP untuk mendukungnya dan sekaligus mengukuhkan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat sebagai cawagub pendampingnya.          

Pada saat itu ada Tiga pasangan calon untuk ikut berlaga di Pilgub DKI Jakarta, yaitu pasangan Cagub dan Cawagub  Ahok-Djarot yang diusung partai PDIP, Nasdem, Hanura dan Golkar. Lalu ada pasangan Cagub-Cawagub Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra tertua dari mantan Presiden RI ke-6 yaitu SBY. AHY mundur sebagai perwira menengah TNI dan berpasangan dengan Ibu Syilviana Murni yang mundur sebagai PNS DKI. Mereka diusung oleh partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN.         

Pasangan calon  yang terakhir adalah pasangan Cagub-Cawagub Anies Baswedan mantan Menteri Pendidikan yang kena reshufle dari kabinetnya Jokowi-JK. Anies berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno, seorang pengusaha muda yang sukses dalam karir sebagai pengusaha generasi muda. Pasangan ini diusung oleh partai Gerindra dan PKS.           

Ada cerita, konon kenapa tiba-tiba bisa sosok seorang Anies Baswedan yang dicalonkan sebagai Cagub DKI Jakarta, di dalam menit-menit terakhir, padahal ia adalah sosok yang sering menyerang Prabowo ketika menjadi tim kampanyenya Jokowi? Menurut narasumber A-1 dari partai Gerindra, Anies bisa menjadi Cagubnya partai Gerindra, tidak terlepas dari campur tangannya JK.            

Saya tidak merasa heran, karena saya meyakini JK mempunyai sudut pandang yang jauh ke depan. Beliau bukan tidak menghargai prestasinya seorang Ahok, tapi beliau lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar (nasional).        

Pasalnya, jikalau Ahok yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, niscaya konflik sesama anak bangsa akan terus berlanjut bahkan bisa mengganggu stabilitas keamanan nasional. Dan ternyata pemikiran beliau tersebut sejalan dengan skenario Semesta. Akhirnya seperti yang sudah kita ketahui bersama, pasangan Anies-Sandi lah yang memenangkan pertandingan Pilgub DKI Jakarta periode 2017-2022. (Bersambung). 


Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia