KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiMenulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta oleh : Romi Febriyanto Saputro
01-Sep-2015, 00:34 WIB


 
 
Menulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta
KabarIndonesia - Kekuatan media online ternyata tidak kalah dengan media cetak. Setidaknya inilah yang saya rasakan ketika pada Kamis pagi, 20 Agustus 2015. Saya menerima pesan WA dari Panitia Lomba Penulisan BMKG yang mengabarkan bahwa tulisan saya di KabarIndonesia, 6
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Wow "Bigbang" Spektakuler 10 Aug 2015 13:51 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 
 
NASIONAL

PT Sinar Mas di Demo Warga Serang
Oleh : Daddy Hartadi Rohmaluddin | 19-Aug-2009, 21:07:39 WIB

KabarIdonesia - Jakarta. Puluhan warga yang mengatas namakan dirinya Forum Glinseng Menggugat (FGM) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi ) Jakarta, Rabu (12/08) sekira pukul 12.00 WIB, berdemostrasi di depan gedung plasa Bank Internatinal Indonesia (BII), Jl. MH.Thamrin, Jakarta, yang juga kantor PT. Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP), salah satu perusahaan grup bisnis Sinar Mas.

Dalam aksi itu warga menuntut perusahaan agar mengembalikan hak asasi warga kampung Glinseng setelah 18 tahun terisolir dalam kawasan pabrik PT IKPP.
Sedikitnya 50 warga yang masih menghuni kampung Glinseng yang berlokasi di desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Dalam aksinya yang dikawal ketat pihak keamanan baik dari unsur kepolisian dan pihak sekuriti gedung, menyuarakan segala bentuk ketidak adilan yang dirasakan warga, selama mendiami kampung mereka yang berada tepat ditengah-tengah kawasan pabrik perusahaan transnasional pengolah bubur kertas terbesar di Indonesia itu.

Menurut koordinator lapangan (Korlap), yang juga direktur eksekutif Walhi Jakarta Ubay Dillah, Selain terisolir,yang membuat terhambatnya akses keluar masuk untuk berinteraksi dengan dunia luar, warga juga mengaku menerima perlakuan-perlakuan perusahaan yang menjurus pada tindakan-tindakan teror dan intimidasi. Sumber-sumber kehidupan warga seperti membuka unit usaha (warung), diintimidasi PT IKPP dengan melarang seluruh karyawan dan Sopir-sopir truk untuk makan dan minum diwarung milik warga yang lokasi warungnya berada dirumah milik warga sendiri.

“Dalam momentum kemerdekaan Republik Indonesia yang ke enam puluh empat, masih ada rakyat Indonesia yang terampas kemerdekaannya, dan harus menerima penindasan akibat terisolir hingga menghilangkan hak-hak hidupnya,” kata ubay.
Padahal kata ubay hak-hak hidup warga Negara tersebut telah dijamin undang-undang 1945,namun kenyataannya kemerdekaan itu tidak dirasakan puluhan jiwa warga Glinseng. “Warga Glinseng masih dijajah, dan kemerdekaan hidupnya dirampas PT IKPP, Warga juga tidak mendapatkan hak lingkungan hidup yang sehat yang tertuang dalam UU N0. 39 tahun 199 tentang HAM,” timpalnya.

Sementara kata Sukardi salah satu warga Glinseng, PT IKPP dianggap melakukan tindakan terror, perusahaan akan mendenda siapa saja sopir truk yang makan dan minum diwarung warga Glinseng dengan denda uang seratus ribu rupiah. Jika tidak mampu membayar denda, maka surat-surat kendaraan mereka akan ditahan pihak sekuriti.
Tambah Sukardi, jika karyawan PT.IKPP sendiri yang kedapatan makan dan minum, sanksi yang dikenakan adalah pemecatan. Jelas hal itu kata Sukardi mematikan usaha milik warga satu-satunya, setelah tidak bisa lagi bercocok tanam akibat kampung glinseng sebagian telah habis dibebaskan PT IKPP.

“Mereka melakukan teror terhadap kami, dengan menakuti karyawan dan sopir dengan pemecatan dan denda jika makan dan minum diwarung milik kami,” ujarnya.
Selain itu, IKPP juga ditambahkan Sukardi melakukan kejahatan lingkungan dengan menggali parit disekeliling rumah milik warga yang peruntukannnya tidak jelas, parit itu bukan saluran air mengalir namun mengendap, yang juga sudah tercemar berbagai limbah perusahaan. Akibatnya sumber-sumber penyakit tumbuh marak.

Sementara warga tidak pernah mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan selama tinggal dalam kawasan pabrik itu.
Saat aksi tersebut warga sempat membawa kurunagan ayam, sebagai simbol terkurungnya puluhan jiwa warga kampong Glinseng dalam kawasan pabrik itu. Setelah berorasi selama hampi 1 jam pihak sinarmas mengabulkan permintaaan para pengunjuk rasa untuk berdialog, lima orang perwakilan dari FGM dan Walhi menjadi wakil warga untuk menyalurkan aspirasinya kepada perwakilan sinarmas grup.

Dalam dialog dengan dony yang menjadi perwakilan Sinar Mas warga menuntut Sinar Mas menekan PT IKPP untuk memenuhi tuntutan warga agar hak-hak hidup mereka dikembalikan. Mereka menolak segala bentuk intimidasi yang dilakukan PT IKPP. Warga juga menuntut agar PT IKPP segera menerina rekomendasi Komnas HAM untuk dilakukan mediasi yang di fasilitasi lembaga Negara penegak HAM tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USAoleh : Fida Abbott
31-Aug-2015, 22:34 WIB


 
  Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USA Tanaman kacang panjang ini tumbuh subur di Pennsylvania, USA. Tidak banyak terserang penyakit. Pemeliharaannya cukup dengan mengairi, pemupukan NPK 9-12-12, pemangkasan daun-daun kering dan tidak sehat, serta penyiangan. (Juli 2015)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pedagang Bendera Serbu Kota Tegal 13 Aug 2015 14:23 WIB

 

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia