KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

PT Sinar Mas di Demo Warga Serang
Oleh : Daddy Hartadi Rohmaluddin | 19-Aug-2009, 21:07:39 WIB

KabarIdonesia - Jakarta. Puluhan warga yang mengatas namakan dirinya Forum Glinseng Menggugat (FGM) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi ) Jakarta, Rabu (12/08) sekira pukul 12.00 WIB, berdemostrasi di depan gedung plasa Bank Internatinal Indonesia (BII), Jl. MH.Thamrin, Jakarta, yang juga kantor PT. Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP), salah satu perusahaan grup bisnis Sinar Mas.

Dalam aksi itu warga menuntut perusahaan agar mengembalikan hak asasi warga kampung Glinseng setelah 18 tahun terisolir dalam kawasan pabrik PT IKPP.
Sedikitnya 50 warga yang masih menghuni kampung Glinseng yang berlokasi di desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Dalam aksinya yang dikawal ketat pihak keamanan baik dari unsur kepolisian dan pihak sekuriti gedung, menyuarakan segala bentuk ketidak adilan yang dirasakan warga, selama mendiami kampung mereka yang berada tepat ditengah-tengah kawasan pabrik perusahaan transnasional pengolah bubur kertas terbesar di Indonesia itu.

Menurut koordinator lapangan (Korlap), yang juga direktur eksekutif Walhi Jakarta Ubay Dillah, Selain terisolir,yang membuat terhambatnya akses keluar masuk untuk berinteraksi dengan dunia luar, warga juga mengaku menerima perlakuan-perlakuan perusahaan yang menjurus pada tindakan-tindakan teror dan intimidasi. Sumber-sumber kehidupan warga seperti membuka unit usaha (warung), diintimidasi PT IKPP dengan melarang seluruh karyawan dan Sopir-sopir truk untuk makan dan minum diwarung milik warga yang lokasi warungnya berada dirumah milik warga sendiri.

“Dalam momentum kemerdekaan Republik Indonesia yang ke enam puluh empat, masih ada rakyat Indonesia yang terampas kemerdekaannya, dan harus menerima penindasan akibat terisolir hingga menghilangkan hak-hak hidupnya,” kata ubay.
Padahal kata ubay hak-hak hidup warga Negara tersebut telah dijamin undang-undang 1945,namun kenyataannya kemerdekaan itu tidak dirasakan puluhan jiwa warga Glinseng. “Warga Glinseng masih dijajah, dan kemerdekaan hidupnya dirampas PT IKPP, Warga juga tidak mendapatkan hak lingkungan hidup yang sehat yang tertuang dalam UU N0. 39 tahun 199 tentang HAM,” timpalnya.

Sementara kata Sukardi salah satu warga Glinseng, PT IKPP dianggap melakukan tindakan terror, perusahaan akan mendenda siapa saja sopir truk yang makan dan minum diwarung warga Glinseng dengan denda uang seratus ribu rupiah. Jika tidak mampu membayar denda, maka surat-surat kendaraan mereka akan ditahan pihak sekuriti.
Tambah Sukardi, jika karyawan PT.IKPP sendiri yang kedapatan makan dan minum, sanksi yang dikenakan adalah pemecatan. Jelas hal itu kata Sukardi mematikan usaha milik warga satu-satunya, setelah tidak bisa lagi bercocok tanam akibat kampung glinseng sebagian telah habis dibebaskan PT IKPP.

“Mereka melakukan teror terhadap kami, dengan menakuti karyawan dan sopir dengan pemecatan dan denda jika makan dan minum diwarung milik kami,” ujarnya.
Selain itu, IKPP juga ditambahkan Sukardi melakukan kejahatan lingkungan dengan menggali parit disekeliling rumah milik warga yang peruntukannnya tidak jelas, parit itu bukan saluran air mengalir namun mengendap, yang juga sudah tercemar berbagai limbah perusahaan. Akibatnya sumber-sumber penyakit tumbuh marak.

Sementara warga tidak pernah mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan selama tinggal dalam kawasan pabrik itu.
Saat aksi tersebut warga sempat membawa kurunagan ayam, sebagai simbol terkurungnya puluhan jiwa warga kampong Glinseng dalam kawasan pabrik itu. Setelah berorasi selama hampi 1 jam pihak sinarmas mengabulkan permintaaan para pengunjuk rasa untuk berdialog, lima orang perwakilan dari FGM dan Walhi menjadi wakil warga untuk menyalurkan aspirasinya kepada perwakilan sinarmas grup.

Dalam dialog dengan dony yang menjadi perwakilan Sinar Mas warga menuntut Sinar Mas menekan PT IKPP untuk memenuhi tuntutan warga agar hak-hak hidup mereka dikembalikan. Mereka menolak segala bentuk intimidasi yang dilakukan PT IKPP. Warga juga menuntut agar PT IKPP segera menerina rekomendasi Komnas HAM untuk dilakukan mediasi yang di fasilitasi lembaga Negara penegak HAM tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia