KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
Jokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

PT Sinar Mas di Demo Warga Serang
Oleh : Daddy Hartadi Rohmaluddin | 19-Aug-2009, 21:07:39 WIB

KabarIdonesia - Jakarta. Puluhan warga yang mengatas namakan dirinya Forum Glinseng Menggugat (FGM) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi ) Jakarta, Rabu (12/08) sekira pukul 12.00 WIB, berdemostrasi di depan gedung plasa Bank Internatinal Indonesia (BII), Jl. MH.Thamrin, Jakarta, yang juga kantor PT. Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP), salah satu perusahaan grup bisnis Sinar Mas.

Dalam aksi itu warga menuntut perusahaan agar mengembalikan hak asasi warga kampung Glinseng setelah 18 tahun terisolir dalam kawasan pabrik PT IKPP.
Sedikitnya 50 warga yang masih menghuni kampung Glinseng yang berlokasi di desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Dalam aksinya yang dikawal ketat pihak keamanan baik dari unsur kepolisian dan pihak sekuriti gedung, menyuarakan segala bentuk ketidak adilan yang dirasakan warga, selama mendiami kampung mereka yang berada tepat ditengah-tengah kawasan pabrik perusahaan transnasional pengolah bubur kertas terbesar di Indonesia itu.

Menurut koordinator lapangan (Korlap), yang juga direktur eksekutif Walhi Jakarta Ubay Dillah, Selain terisolir,yang membuat terhambatnya akses keluar masuk untuk berinteraksi dengan dunia luar, warga juga mengaku menerima perlakuan-perlakuan perusahaan yang menjurus pada tindakan-tindakan teror dan intimidasi. Sumber-sumber kehidupan warga seperti membuka unit usaha (warung), diintimidasi PT IKPP dengan melarang seluruh karyawan dan Sopir-sopir truk untuk makan dan minum diwarung milik warga yang lokasi warungnya berada dirumah milik warga sendiri.

“Dalam momentum kemerdekaan Republik Indonesia yang ke enam puluh empat, masih ada rakyat Indonesia yang terampas kemerdekaannya, dan harus menerima penindasan akibat terisolir hingga menghilangkan hak-hak hidupnya,” kata ubay.
Padahal kata ubay hak-hak hidup warga Negara tersebut telah dijamin undang-undang 1945,namun kenyataannya kemerdekaan itu tidak dirasakan puluhan jiwa warga Glinseng. “Warga Glinseng masih dijajah, dan kemerdekaan hidupnya dirampas PT IKPP, Warga juga tidak mendapatkan hak lingkungan hidup yang sehat yang tertuang dalam UU N0. 39 tahun 199 tentang HAM,” timpalnya.

Sementara kata Sukardi salah satu warga Glinseng, PT IKPP dianggap melakukan tindakan terror, perusahaan akan mendenda siapa saja sopir truk yang makan dan minum diwarung warga Glinseng dengan denda uang seratus ribu rupiah. Jika tidak mampu membayar denda, maka surat-surat kendaraan mereka akan ditahan pihak sekuriti.
Tambah Sukardi, jika karyawan PT.IKPP sendiri yang kedapatan makan dan minum, sanksi yang dikenakan adalah pemecatan. Jelas hal itu kata Sukardi mematikan usaha milik warga satu-satunya, setelah tidak bisa lagi bercocok tanam akibat kampung glinseng sebagian telah habis dibebaskan PT IKPP.

“Mereka melakukan teror terhadap kami, dengan menakuti karyawan dan sopir dengan pemecatan dan denda jika makan dan minum diwarung milik kami,” ujarnya.
Selain itu, IKPP juga ditambahkan Sukardi melakukan kejahatan lingkungan dengan menggali parit disekeliling rumah milik warga yang peruntukannnya tidak jelas, parit itu bukan saluran air mengalir namun mengendap, yang juga sudah tercemar berbagai limbah perusahaan. Akibatnya sumber-sumber penyakit tumbuh marak.

Sementara warga tidak pernah mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan selama tinggal dalam kawasan pabrik itu.
Saat aksi tersebut warga sempat membawa kurunagan ayam, sebagai simbol terkurungnya puluhan jiwa warga kampong Glinseng dalam kawasan pabrik itu. Setelah berorasi selama hampi 1 jam pihak sinarmas mengabulkan permintaaan para pengunjuk rasa untuk berdialog, lima orang perwakilan dari FGM dan Walhi menjadi wakil warga untuk menyalurkan aspirasinya kepada perwakilan sinarmas grup.

Dalam dialog dengan dony yang menjadi perwakilan Sinar Mas warga menuntut Sinar Mas menekan PT IKPP untuk memenuhi tuntutan warga agar hak-hak hidup mereka dikembalikan. Mereka menolak segala bentuk intimidasi yang dilakukan PT IKPP. Warga juga menuntut agar PT IKPP segera menerina rekomendasi Komnas HAM untuk dilakukan mediasi yang di fasilitasi lembaga Negara penegak HAM tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

 

 
Pemkab Bakal Poles Kota Kasongan 27 Nov 2014 13:07 WIB

 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB


 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Bukan Sembarang Kuda (Lumping) 27 Nov 2014 12:55 WIB

 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

Pejuang Cilik 25 Nov 2014 19:26 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia