KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

RESENSI BUKU : Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa Damai

 
NASIONAL

RESENSI BUKU : Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa Damai
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 13-Mar-2019, 13:07:10 WIB

KabarIndonesia - Identitas Buku: Judul "Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa/Kelurahan Damai", diterbitkan oleh Wahid Foundation dan UN-WOMEN, iv+86 hlm, luas buku 18 cm x 26 cm; diluncurkan pada 8 Februari 2019 dalam peluncuran "Gerakan Perempuan Desa Membangun Perdamaian Melalui Penguatan Sosial Ekonomi dan Ketahanan Masyarakat" (NUSANTARA).

Sejak Orde Baru tumbang dan reformasi 98 mulai bergulir, kebebasan berdemokrasi di Indonesia menghadapi tantangan keberagaman di seantero tanah air (Nusantara), dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan yang menyatukan akan menjadi kekayaan, tetapi perbedaan yang memecah belah akan menghancurkan bangsa besar ini. Bila kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri kepulauan ini tidak dijaga dan dibina secara benar, maka ancaman "hilangnya Indonesia" boleh dibilang menjadi kenyataan, seiring dengan gencarnya pertumbuhan ideologi yang merongrong Pancasila dan UUD 1945.

Survei Wahid Foundation & LSI pada tahun 2016 tentang potensi intoleransi dan radikalisme sosial keagamaan di kalangan muslim di Indonesia menyimpulkan bahwa 49% responden tidak memiliki sikap toleran terhadap kelompok yang berbeda dan 34% tidak memiliki sikap toleran  terhadap kelompok agama yang berbeda.

Sementara itu, Survei Nasional tentang Sikap Keberagaman di Sekolah dan Universitas di Indonesia oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (2017) memberikan gambaran bahwa 43,88% siswa/mahasiswa memiliki sikap intoleransi dan 6,56% bersikap radikal.

Buku ini secara sederhana menyajikan langkah-langkah utama untuk upaya membangun desa/kelurahan yang menjunjung perdamaian, toleransi dan menghalau sikap intoleransi, radikalisme & ekstrimisme kekerasan yang cukup marak di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini.  

Peran penting dari para ibu di desa-desa, merupakan  pilihan strategis bagi Wahid Foundation untuk mempertahankan dan sekaligus memperjuangkan nilai-nilai perdamaian dari keluarga di desa-desa. Melalui gerakan "Desa Damai"ini para ibu-ibu yang beraneka-ragam latar belakang bersatu secara harmonis membangun kehidupan yang penuh damai dan harapan.  

Upaya mewujudkan Desa Damai itu dilakukan dengan membangun tolok ukur bersama yang disebut  "9 Indikator Desa Damai", yaitu 1) Adanya komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian; 2) adanya pendidikan dan penguatan nilai perdamaian & kesetaraan gender; 3) Adanya praktik nilai-nilai persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan warga; 4)Adanya penguatan nilai dan norma kearifan lokal; 5) Adanya sistem deteksi dini pencegahan intoleransi dan radikalisme; 6) Adanya sistem penanganan cepat, penanggulangan dan pemulihan kekerasan; 7)Adanya peran aktif perempuan di semua sektor masyarakat; 8)Adanya pranata bersama yang mendapat mandat untuk memantau pelaksanaan desa/kelurahan damai; dan 9) Adanya ruang sosial bersama antar warga masyarakat.  

Ada sembilan desa/kelurahan di 3 provinsi yang termasuk dalam upaya membangun desa/kelurahan damai, yaitu  Jawa Barat di Desa Tajurhalang, Bogor dan Kelurahan Pengasinan, Depok; Jawa Tengah di Desa Gemblegan, Wonosobo, Desa Nglinggi, Klaten dan Desa Candirenggo, Kebumen; Jawa Timur di Desa Guluk-guluk, Sumenep, Desa Prancak, Bangkalan, Desa Payudan Dundang, Sumenep, dan Desa Sidomulyo, Batu.

Buku ini bertujuan membantu pemerintahan daerah, aparat desa/kelurahan, warga masyarakat dan pemangku kepentingan di desa dalam upaya mewujudkan Desa/Kelurahan Damai. Buku ini diharapkan bisa menjadi rujukan bersama dalam merencanakan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan refleksi bersama-sama mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.

Sebuah upaya yang sangat berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Wahid Foundation bersama para tokohnya: Yenny Wahid, Mujtaba Hamdi, didukung kelompok muda: Mutiara Pasaribu, Esther Silalahi, Jimmy Febriyadi, Visna Vulovik, dan para staff lapangan yang dinamis, telah mencatatkan diri dalam sejarah perjuangan "untuk membangun ketahanan dan kohesi sosial dalam mencegah intoleransi dan radikalisme di masyarakat Indonesia".

Buku ini sangat baik untuk disebarkan kepada khalayak luas warga negara Indonesia, terutama di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, pesantren dan kelompok belajar masyarakat di seluruh penjuru desa di Indonesia, tanah Nusantara nan Jaya.(*)


Penulis : Djuneidi Saripurnawan, konsultan teknis CSAVE Indonesia(2019), Alumnus Studi Antropologi-Universitas Gadjah Mada dan Teknik Sipil-UAJY Yogyakarta.  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia