KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Studi: Indonesia Negara yang Tidak Aman bagi Perempuan

 
NASIONAL

Studi: Indonesia Negara yang Tidak Aman bagi Perempuan
Oleh : Kabarindonesia | 10-Mar-2019, 06:54:34 WIB

KabarIndonesia - Hasil studi dari perusahaan riset di Singapura, Value Champion, menemukan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua negara yang paling berbahaya untuk perempuan di wilayah Asia Pasifik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan riset yang berbasis di Singapura, Value Champion, menemukan bahwa Indonesia adalah negara paling berbahaya kedua bagi perempuan di kawasan Asia Pasifik.     

Dari 14 negara Asia Pasifik yang dianalisis, India, Indonesia dan Filipina dianggap sebagai negara yang paling tidak aman bagi perempuan.     Akses di bawah standar untuk perawatan kesehatan, lemahnya undang-undang tentang keselamatan perempuan dan ketidaksetaraan gender secara umum adalah alasan mengapa ketiga negara tersebut berada di posisi tiga terbawah.       

India mendapat skor terendah, diikuti oleh Indonesia, yang berada di peringkat ke-13, dan Filipina di urutan ke-12.   "Sikap patriarkal yang mengakar kuat baik karena pemahaman budaya atau agama menyebabkan perempuan (di tiga negara ini) lebih khawatir akan kesejahteraan mereka daripada (perempuan) di negara lain dalam daftar kami," tulis Anastassia Evlanova yang merupakan analis riset di Value Champion.   

     
Aktivis di Indonesia mendorong pemerintah untuk mengesahkan RUU tentang kekerasan seksual, yang menghadapi perlawanan dari Muslim konservatif.       

RUU ini telah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2016 dan pertama kali diusulkan setelah terjadinya kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis 14 tahun di Bengkulu di tahun yang sama. 
 Analisis berdasarkan data public      

Parameter yang digunakan dalam studi ini adalah tingkat keselamatan, perawatan kesehatan dan peluang yang tersedia bagi perempuan, dengan titik berat pada keselamatan. Dalam analisisnya Value Champion menggunakan data dari berbagai sumber, termasuk Indeks Pembangunan Manusia PBB, Indeks Perdamaian Global, Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.    

Dalam laporannya, Value Champion juga menyatakan bahwa data terkait laporan mengenai tindak kriminal terhadap perempuan mungkin tidak sempurna. Misalnya, pada kasus pelecehan seksual dan kejahatan domestik. Di tiap negara, banyak perempuan yang tidak melaporkan tindak kekerasan seksual yang mereka alami. Oleh karena itu, ada kekurangan dalam data aktual tentang kekerasan terhadap perempuan.   

 
"Contoh tepat dari hal ini adalah Jepang, yang meskipun menjadi salah satu negara teraman di dunia, banyak kasus pelecehan seksual yang tidak dilaporkan karena wanita merasa malu atau menyalahkan diri sendiri," kata Evlanova dalam laporan itu. Jepang berada di peringkat keempat sebagai negara teraman bagi perempuan di Asia Pasifik.    

Lima negara paling aman dalam hal keselamatan perempuan adalah Singapura dan Selandia Baru (sama-sama di peringkat ke-1), Australia, Jepang dan Taiwan. na/vlz (valuechampion, the straits times)       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia