KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 

Terdakwa E-KTP Yakin Beri Uang 4 Milyar kepada Markus Nari

 
NASIONAL

Terdakwa E-KTP Yakin Beri Uang 4 Milyar kepada Markus Nari
Oleh : Eliyah A M S | 08-Apr-2017, 07:57:50 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2016), kedua terdakwa E-KTP yakni Irman dan Sugiarto menyatakan Markus Nari pernah meminta dan menerima uang. Menurut Irman, saat itu Markus mendatangi kantornya di Gedung Kementrian Dalam Negeri.

Markus adalah Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014. dia berasal dari Toraja provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesaksiannya di pengadilan Markus Nari membantah tidak pernah menerima uang tersebut. "Saya datang ke kantor Pak Irman itu, tidak pernah saya bicarakan uang untuk teman-teman. Saya fokus untuk program ini (E-KTP), makanya saya datang bersama tim" kata Markus Nari.

Sementara itu, Sugiarto eks Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil menyatakan uang 4 milyar tersebut diberikan langsung kepada Markus Nari. "Saya sampaikan Rp 4 miliar di Senayan. Saya serahkan sendiri ke Pak Markus langsung" ujar Sugiarto. Pernyataan itu kembali disanggah oleh Markus Nari.

Dalam surat dakwaan Jaksa, Sugiharto menyerahkan uang Rp 4 milyar kepada Markus di restoran bebek Senayan, Jakarta Selatan. Duit ini diyakini jaksa terkait dengan upaya menambah anggaran E-KTP dalam APBN-P 2012. (*) *)

* Source : Kompas.com dan detik.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia