KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Album EVO Band

 
HIBURAN

Album EVO Band
Oleh : Djoko Moernantyo | 08-Mar-2007, 19:01:47 WIB

TENTU SAJA kita mengharapkan ada “gelegar” yang tidak biasa, ketika beberapa nama besar bergabung dalam satu band. Apalagi kemudian cara mencari vokalisnya dilakukan dengan audisi terbuka malah menjadi reality show di televisi. Ekspektasi yang berlebihan? Rasanya tidak, meski rada sulit menuntut sesuatu yang benar-benar fresh sekarang ini.

Setelah gembar-gembornya beredar setahun silam, EVO Band akhirnya menuntaskan kepenasaran banyak orang. Lewat album self titiled-nya, band yang line-up lengkapnya adalah Adnil [gitar], Erwin Prast [bass], Didit Saad [gitar], Angga [kibord/synthezer], Ronald [drum] dan Elda [vocal], ternyata EVO tak ‘sedahsyat’ gembar-gembor awalnya.

Naluri rock n’ roll dari personilnya, ternyata harus berkompromi dengan karakter vocal Elda yang cenderung rock-melankolik. Ini kentara sekali di single pertama ‘Agresif’ ciptaan Adnil. Dengan pengantar rock n’ roll yang cukup dominan, lagu ini kemudian cenderung menjadi pop ketika mask refrain dan koda di akhir lagu. Tapi jangan ditanya soal musikalitasnya, lagu pertama ini dimainkan cukup bersih dan rapi. Ego yang dikuatirkan bakal jadi kendala, sementara ini bisa teratasi.

Track kedua berjudul ‘Terlalu Lelah’. Menariknya lagu ini terdengar tidak lazim di range tinggi. Pasalnya, Elda meliukkannya ke nada-nada minor yang cukup sulit. Percaya deh track ini bukan lagu kesukaan pengamen atau anak-anak kecil. Tapi untuk penyanyi yang ingin mencoba apakah suaranya fals atau tidak, track ini bisa jadi percobaan. Dengan tempo medium, lagu ini seperti ajang percobaan untuk penyanyi baru macam Elda.

Lagu berjudul ‘Dia & Aku’ mengingatkan penulis pada ballada lawas model-model Rolling Stones. Untuk lagu ini, suara Elda kurang tebal. Sebenarnya lagu ini punya peluang untuk kuat, tapi kompromistis dengan tipikal vocal Elda membuat track ini justru terdengar centil dan kekanak-kanakan. Melengking di atas, Elda sebenarnya tamak ingin berbeda dengan vokalis-vokalis lain, tapi justru terdengar seperti Dolores Cranberries. Tidak unik.

Dan EVO kemudian mulai menjadi band pop saat masuk di track “Telah Berlalu” . Tak ada distorsi gitar, tak ada gebukan drum yang powerfull, tak ada slapbass yang menghentak. Keyboard menjadi lebih kalem pula. Track ini tergolong paling renyah dibanding track-track lain. Tidak sulit.

Band ini juga memilih lagu eksperimental berbahasa Inggris di track ‘Evolution’. Mengapa eksperimental? Kalau kamu menyimak lagu ini, liriknya tajam dan ‘tidak biasa’ kemudian secara musikalitas, tampaknya EVO Band “bermain-main” dengan tingkat kesulitan yang tidak biasa juga. Penulis membayangkan, Elda “kerja keras” untiuk menginterpretasi lagu ini supaya lebih bernyawa. Lagu ini menjadi pamer musikalitas yang paling apik di album ini.

EVO memang kudu kompromi dengan banyak hal. Materi albumnya bakal lebih kuat jika dimainkan di panggung. Penjelajahan Elda jangan pernah berhenti. Meski mungkin di awal terdengar “cempreng” Elda bisa menjadi kararter baru yang mungkin saja kelak bakal ditiru penyanyi lain. Tidak benar-benar baru sih, tapi cukup memberi pasokan imej pada EVO.

Influence rock n’ roll memang tak bisa serta merta dihilangkan. Satu-satunya kompromistis yang harus mereka segera benahi, memadukan vokal ‘mencicit’ Elda dengan musikalitas EVO sendiri. Album ini tidak istimewa, tapi menarik diikuti.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia