KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 

Album EVO Band

 
HIBURAN

Album EVO Band
Oleh : Djoko Moernantyo | 08-Mar-2007, 19:01:47 WIB

TENTU SAJA kita mengharapkan ada “gelegar” yang tidak biasa, ketika beberapa nama besar bergabung dalam satu band. Apalagi kemudian cara mencari vokalisnya dilakukan dengan audisi terbuka malah menjadi reality show di televisi. Ekspektasi yang berlebihan? Rasanya tidak, meski rada sulit menuntut sesuatu yang benar-benar fresh sekarang ini.

Setelah gembar-gembornya beredar setahun silam, EVO Band akhirnya menuntaskan kepenasaran banyak orang. Lewat album self titiled-nya, band yang line-up lengkapnya adalah Adnil [gitar], Erwin Prast [bass], Didit Saad [gitar], Angga [kibord/synthezer], Ronald [drum] dan Elda [vocal], ternyata EVO tak ‘sedahsyat’ gembar-gembor awalnya.

Naluri rock n’ roll dari personilnya, ternyata harus berkompromi dengan karakter vocal Elda yang cenderung rock-melankolik. Ini kentara sekali di single pertama ‘Agresif’ ciptaan Adnil. Dengan pengantar rock n’ roll yang cukup dominan, lagu ini kemudian cenderung menjadi pop ketika mask refrain dan koda di akhir lagu. Tapi jangan ditanya soal musikalitasnya, lagu pertama ini dimainkan cukup bersih dan rapi. Ego yang dikuatirkan bakal jadi kendala, sementara ini bisa teratasi.

Track kedua berjudul ‘Terlalu Lelah’. Menariknya lagu ini terdengar tidak lazim di range tinggi. Pasalnya, Elda meliukkannya ke nada-nada minor yang cukup sulit. Percaya deh track ini bukan lagu kesukaan pengamen atau anak-anak kecil. Tapi untuk penyanyi yang ingin mencoba apakah suaranya fals atau tidak, track ini bisa jadi percobaan. Dengan tempo medium, lagu ini seperti ajang percobaan untuk penyanyi baru macam Elda.

Lagu berjudul ‘Dia & Aku’ mengingatkan penulis pada ballada lawas model-model Rolling Stones. Untuk lagu ini, suara Elda kurang tebal. Sebenarnya lagu ini punya peluang untuk kuat, tapi kompromistis dengan tipikal vocal Elda membuat track ini justru terdengar centil dan kekanak-kanakan. Melengking di atas, Elda sebenarnya tamak ingin berbeda dengan vokalis-vokalis lain, tapi justru terdengar seperti Dolores Cranberries. Tidak unik.

Dan EVO kemudian mulai menjadi band pop saat masuk di track “Telah Berlalu” . Tak ada distorsi gitar, tak ada gebukan drum yang powerfull, tak ada slapbass yang menghentak. Keyboard menjadi lebih kalem pula. Track ini tergolong paling renyah dibanding track-track lain. Tidak sulit.

Band ini juga memilih lagu eksperimental berbahasa Inggris di track ‘Evolution’. Mengapa eksperimental? Kalau kamu menyimak lagu ini, liriknya tajam dan ‘tidak biasa’ kemudian secara musikalitas, tampaknya EVO Band “bermain-main” dengan tingkat kesulitan yang tidak biasa juga. Penulis membayangkan, Elda “kerja keras” untiuk menginterpretasi lagu ini supaya lebih bernyawa. Lagu ini menjadi pamer musikalitas yang paling apik di album ini.

EVO memang kudu kompromi dengan banyak hal. Materi albumnya bakal lebih kuat jika dimainkan di panggung. Penjelajahan Elda jangan pernah berhenti. Meski mungkin di awal terdengar “cempreng” Elda bisa menjadi kararter baru yang mungkin saja kelak bakal ditiru penyanyi lain. Tidak benar-benar baru sih, tapi cukup memberi pasokan imej pada EVO.

Influence rock n’ roll memang tak bisa serta merta dihilangkan. Satu-satunya kompromistis yang harus mereka segera benahi, memadukan vokal ‘mencicit’ Elda dengan musikalitas EVO sendiri. Album ini tidak istimewa, tapi menarik diikuti.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia