KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Album EVO Band

 
HIBURAN

Album EVO Band
Oleh : Djoko Moernantyo | 08-Mar-2007, 19:01:47 WIB

TENTU SAJA kita mengharapkan ada “gelegar” yang tidak biasa, ketika beberapa nama besar bergabung dalam satu band. Apalagi kemudian cara mencari vokalisnya dilakukan dengan audisi terbuka malah menjadi reality show di televisi. Ekspektasi yang berlebihan? Rasanya tidak, meski rada sulit menuntut sesuatu yang benar-benar fresh sekarang ini.

Setelah gembar-gembornya beredar setahun silam, EVO Band akhirnya menuntaskan kepenasaran banyak orang. Lewat album self titiled-nya, band yang line-up lengkapnya adalah Adnil [gitar], Erwin Prast [bass], Didit Saad [gitar], Angga [kibord/synthezer], Ronald [drum] dan Elda [vocal], ternyata EVO tak ‘sedahsyat’ gembar-gembor awalnya.

Naluri rock n’ roll dari personilnya, ternyata harus berkompromi dengan karakter vocal Elda yang cenderung rock-melankolik. Ini kentara sekali di single pertama ‘Agresif’ ciptaan Adnil. Dengan pengantar rock n’ roll yang cukup dominan, lagu ini kemudian cenderung menjadi pop ketika mask refrain dan koda di akhir lagu. Tapi jangan ditanya soal musikalitasnya, lagu pertama ini dimainkan cukup bersih dan rapi. Ego yang dikuatirkan bakal jadi kendala, sementara ini bisa teratasi.

Track kedua berjudul ‘Terlalu Lelah’. Menariknya lagu ini terdengar tidak lazim di range tinggi. Pasalnya, Elda meliukkannya ke nada-nada minor yang cukup sulit. Percaya deh track ini bukan lagu kesukaan pengamen atau anak-anak kecil. Tapi untuk penyanyi yang ingin mencoba apakah suaranya fals atau tidak, track ini bisa jadi percobaan. Dengan tempo medium, lagu ini seperti ajang percobaan untuk penyanyi baru macam Elda.

Lagu berjudul ‘Dia & Aku’ mengingatkan penulis pada ballada lawas model-model Rolling Stones. Untuk lagu ini, suara Elda kurang tebal. Sebenarnya lagu ini punya peluang untuk kuat, tapi kompromistis dengan tipikal vocal Elda membuat track ini justru terdengar centil dan kekanak-kanakan. Melengking di atas, Elda sebenarnya tamak ingin berbeda dengan vokalis-vokalis lain, tapi justru terdengar seperti Dolores Cranberries. Tidak unik.

Dan EVO kemudian mulai menjadi band pop saat masuk di track “Telah Berlalu” . Tak ada distorsi gitar, tak ada gebukan drum yang powerfull, tak ada slapbass yang menghentak. Keyboard menjadi lebih kalem pula. Track ini tergolong paling renyah dibanding track-track lain. Tidak sulit.

Band ini juga memilih lagu eksperimental berbahasa Inggris di track ‘Evolution’. Mengapa eksperimental? Kalau kamu menyimak lagu ini, liriknya tajam dan ‘tidak biasa’ kemudian secara musikalitas, tampaknya EVO Band “bermain-main” dengan tingkat kesulitan yang tidak biasa juga. Penulis membayangkan, Elda “kerja keras” untiuk menginterpretasi lagu ini supaya lebih bernyawa. Lagu ini menjadi pamer musikalitas yang paling apik di album ini.

EVO memang kudu kompromi dengan banyak hal. Materi albumnya bakal lebih kuat jika dimainkan di panggung. Penjelajahan Elda jangan pernah berhenti. Meski mungkin di awal terdengar “cempreng” Elda bisa menjadi kararter baru yang mungkin saja kelak bakal ditiru penyanyi lain. Tidak benar-benar baru sih, tapi cukup memberi pasokan imej pada EVO.

Influence rock n’ roll memang tak bisa serta merta dihilangkan. Satu-satunya kompromistis yang harus mereka segera benahi, memadukan vokal ‘mencicit’ Elda dengan musikalitas EVO sendiri. Album ini tidak istimewa, tapi menarik diikuti.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia