KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Epik Yunani Tentang Keberanian Prajurit Sparta Menghadang Invasi Musuh (Resensi Film)

 
HIBURAN

Epik Yunani Tentang Keberanian Prajurit Sparta Menghadang Invasi Musuh (Resensi Film)
Oleh : | 12-Apr-2007, 05:23:00 WIB

Judul Film : 300 (2007)
Genre : Drama/War.
Sutradara : Zack Snyder.
Skenario : Frank Miller.
Produksi : Warner Bros.
Pemain : Gerard Butler, Lena Headey, Dominic West, David Wenham, Vincent Regan, Rodrigo Santoro.
Durasi : 117 min.
Rilis di Indonesia : 16 Maret 2007.

Sinopsis :

KabarIndonesia - Film epik kolosal itu, ternyata tak harus rumit dan membosankan seperti halnya pelajaran sejarah. Lewat 300 yang diproduksi dan diedarkan Warner Bros Pictures ini, sutradara Zack Snyder ingin menyederhanakan legenda kepahlawanan pasukan Sparta melawan tentara Persia dengan tetap konsisten pada style graphic novel ala Frank Miller.

Hasilnya, kisah epik ini tak cuma mengedepankan sisi emosionalnya saja, tapi juga, sangat berkesan artistik yang stylish. Kisah 300 ini, seolah membenarkan teori Ludwig Mies van der Rohe tentang 'less is more' (sedikit itu, adalah banyak).

Sekitar 300 serdadu Negara Kota Sparta pimpinan Raja Leonidas [Gerard Butler] nekat melawan invasi dari sebanyak ratusan ribu tentara Persia pimpinan Raja Xerxes [Rodrigo Santoro] yang akan menduduki dan menjajah seluruh Yunani.

Leonidas sebenarnya sudah meminta bantuan para dewa, khususnya Dewa Oracle. Namun sayangnya, mereka (para dewa) memaksanya untuk tidak berbuat apa-apa dan hanya berkata, "Sparta akan jatuh."

Ia pun nekat mengambil keputusannya untuk berperang demi memperjuangkan apa yang mereka percayai sebagai sebuah kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Yunani dari tirani bangsa Persia.

Kenapa mereka seberani itu? Dari prolognya kita bisa mengetahui bahwa bangsa Sparta terlahir dan hidup hanya untuk berperang. Sejak usia 7 tahun, mereka dibaptis di api peperangan dan dididik di alam liar. Salah satu adegan menggambarkan Leonidas kecil membunuh serigala buas dengan tombaknya.

Dan terbukti, sebanyak 300 prajurit Sparta ini mampu membuat kocar-kacir ratusan ribu tentara Persia di sebuah tebing yang disebut Leonidas sebagai 'mulut neraka '.

Mereka membunuh prajurit 'zombie', menghancurkan gajah dan badak raksasa, hingga selamat dari hujaman jutaan anak panah. Sementara suaminya bertempur, Ratu Gorgo [Lena Headey], berusaha untuk meyakinkan Dewan Senat untuk mengirimkan bantuan pasukan guna mendukung perlawanan Leonidas.

Termasuk, menyerahkan tubuhnya untuk politisi hidung belang yang oportunis, Ephialtes [Andrew Tiernan]. Meski demikian, film 300 ini terinspirasi dari Kisah Epik Perang Thermopylae yang melegenda itu, dan memang terjadi pada tahun 480 Sebelum Masehi.

Namun, sutradara Zack Snyder tak ingin membuat kita pusing, lantaran menyimak latar belakang sejarah lewat dialog rumit yang membuat dahi mengernyit. Kesimpulannya, adalah pengorbanan 300 pasukan Sparta yang kemudian menginspirasi seluruh Yunani untuk melakukan perlawanan.

Sisanya sekitar 80 persen adegan film ini diisi dengan adegan pertempuran yang fantastis. Bagi mereka para penggemar novel karya Frank Miller, sudah tentu akan paham dengan kegemarannya menggunakan tone yang dark, termasuk unsur adegan sadisme dan pertumpahan darah.

Gabungan warna sephia plus adegan slow motion ketika pasukan Sparta menghunus tombaknya ke arah badak raksasa yang melaju membuat kita ikut menahan napas. Begitu pula adegan breathtaking saat hujaman jutaan panah milik pasukan Xerxes menutupi langit.

Sutradara muda Zack Snyder mungkin, mendapat kredit setelah menggarap "Dawn of the Dead". Tapi, mesin film ini tetap dipegang Miller, si kreator "Dark Night" dan "Sin City". Seolah, Miller menemukan gaya baru dalam menggarap film epik haus darah melalui teknik computer generated-nya.

Setelah menonton, mungkin tak ada dialog yang benar-benar diingat. Tapi yang pasti, Anda bakal bercerita ke teman-teman bahwa Anda telah menyaksikan sebuah karya film fenomenal yang ground breaking.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia