KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSembilan Butir Testimoni Untuk Presiden Jokowi oleh : Berthy B Rahawarin
01-Okt-2014, 16:21 WIB


 
 
Sembilan Butir Testimoni Untuk Presiden Jokowi
KabarIndonesia - Jakarta, Inilah Sembilan Butir Testimoni untuk Presiden (terpilih) Joko "Jokowi" Widodo dari diskusi politik dengan tema "Etika Politik Impian Rakyat: Testimoni untuk Presiden Jokowi".

Narasumber dalam diskusi politik tersebut adalah guru besar dan pakar psikologi-politik Universitas
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kebebasan Diri 29 Sep 2014 05:20 WIB

Kata-kata Nan Muncul Tiba-tiba 26 Sep 2014 05:49 WIB

 
Tigi Menuju Perubahan! 25 Sep 2014 13:11 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Hobi Fotografi Tak Harus Mahal 29 Sep 2014 02:39 WIB


 
 
HIBURAN

EBIET G. ADE: Kembali Mambaca Tanda Zaman Lewat Album Baru
Oleh : Djoko Moernantyo | 28-Apr-2007, 11:51:07 WIB

KabarIndonesia - Lebih 5 tahun absen rekaman, bukan berarti berhenti berkarya bagi Ebiet G. Ade. Banyak lagu – lagu baru lahir, tetapi sampai saat ini belum sempat ia tuangkan dalam album yang seluruh lagunya baru. Namun, Album ‘the best’-nya dengan 2 lagu aransemen baru dan satu lagu baru, tetap membuktikan kelas penampilannya sebagai kampiun pemusik balada.

Ebiet G. Ade, nama ini tenar dikukuhkan sebagai pemusik balada. Komplit : pencipta lagu, konseptor aransemen, pemusik ( gitar akustik ), dan penyanyi. Sejak membuka karier rekamannya di tahun 1979 melalui album Camellia I yang terjual lebih dari dua juta copies, nama Ebiet G. Ade seolah menjadi intan di tengah trend musik tema cinta yang sedang menggunung banyaknya. “Tak pernah sekalipun bermimpi, lagu-lagu saya bisa punya relevansi sosial dengan banyak peristiwa di segala jaman,“ ujar Ebiet membuka percakapan.

Pada saat tsunami menghantam Aceh, beberapa lagu karya Ebiet seperti menjadi theme song bencana alam. Kini di tahun 2007, 15 lagu tema cintanya dengan tatanan lirik yang puitis, kadang memakai bahasa personifikasi dan hiperbola, ditambah satu lagu baru dimasukkan dalam album berjudul In Love : 25th Anniversary. Seperti judulnya, album ini merupakan album ‘penuh cinta’, peringatan 25 tahun usia pernikahan Ebiet dengan Yayu Sugianto, yang dikaruniai 4 anak : Abie, Dera, Yayas, dan Dega.

Abie, putera pertamanya yang juga punya talenta musik – sering mewakili Ebiet sound check menjelang manggung -, ditunjuk Ebiet ikut terlibat dalam produksi, serta memilih lagu mana yang layak masuk dalam rekaman bernuansa ‘the best’ ini. Tim audisi penyeleksi lagu lainnya datang dari label rekamannya, Trinity Optima Production.

Memang tak mudah untuk menyeleksi 15 lagu dari 15 album Ebiet G. Ade yang pernah beredar. Karena di sana tersebar lagu-lagu hits, yang menampilan arranger Billy J. Budihardjo, Addie MS, Purwa Tjaraka, Erwin Gutawa, Kiwir, Tony Soewandi, Adi ‘KLa’, Tohpati dan Andi Riyanto. Apalagi harus mengumpulkan lagu-lagu tema cinta, termasuk yang sifatnya personal, di tengah keragaman tema lirik lagu Ebiet G. Ade.

Akhirnya, diputuskan 15 lagu lama itu adalah ‘serial Camelia’ dari ‘Cemellia 1’ hingga ‘Camellia 4’, ‘Nyanyian Rindu’, ‘Cinta Sebening Embun’, ‘Elegi Esok Pagi’, ‘Lagu Untuk Sebuah Nama’, ‘Apakah Ada Bedanya’, ‘Cintaku Kandas Di Rerumputan’, ‘Nyanyian Kasmaran’, ‘Ingin Kupetik Bintang Kejora’, ‘Seberkas Cinta Yang Sirna’, ‘Kontradiksi di Dalam’, dan lagu romantis dalam pilihan kata yang eksotis, ‘Cinta di Kereta Biru Malam’. Lagu yang disebut terakhir itu merupakan lagu ber-beat riang, berbasic musik country, dengan gitar akustik yang dimainkan Ebiet G. Ade sendiri. ‘Cinta di Kereta Biru Malam’ dipetik dari album Camellia 2, yang dirilis Jackson Records pada tahun 1980. Bercerita tentang pertemuan seorang pria dan wanita dalam sebuah bangku kereta eksekutif Bima ( Biru Malam ) –biasanya perjalanan Jakarta – Surabaya- dimana Ebiet memasukkan kata-kata erotis, pasangan baru itu berkeringat di bawah selimut kereta Biru Malam……

4 Penata Musik Handal buat ‘In Love’. Musik balada Ebiet G. Ade bercerita tentang segala macam hal. Tentang alam, lingkungan, persahabatan, cinta, religi dan kritik sosial. Universalitasnya sangat tinggi, karena itulah lagu-lagu Ebiet bisa disukai oleh segala macam usia. “Cuma rekaman tahun 2007 ini memang seperti album the best tema cinta, dengan dua aransemen baru dan satu lagu baru berjudul Demikian Cinta yang saya tulis awal 2006, “ cerita Ebiet.

Dua lagu lama dengan aransemen baru itu adalah ‘Nyanyian Rindu’ dan ‘Camellia 3’ yang dulu diaransir Billy J. Budiardjo, dan kali ini diaransemen oleh Anto Hoed. Bagi Anto yang biasa menulis aransemen lagu-lagu karya isterinya, Melly Goeslaw, bekerja sama dengan Ebiet G. Ade adalah pengalaman baru. Awalnya Anto memakai dasar musik orkestra melalui sequencer ( digital system ), namun eksekusi akhirnya memakai orkestrasi yang digarap di Cina. Ebiet mengakui, ‘Nyanyian Rindu’, ‘Camellia 3’ dan ‘Demikian Cinta’ garapan Anto Hoed berbeda dengan 13 lagu lainnya dari album lama Ebiet, “Tapi nyawa lagu-lagu Ebiet G. Ade masih tetap ada, malah terdengar ada sound baru pada 3 lagu aransemen baru itu,“ pendapat Ebiet.

Album In Love : 25th Anniversary, kecuali memasukkan 3 aransemen baru Anto Hoed, juga ada aransemen lama Tony Soewandi ( ‘Apakah Ada Bedanya’ ), Adi ‘KLa’ Adrian ( ‘Cinta Sebening Embun’ ) dan 11 lagu lainnya diaransir almarhum Billy J. Budiardjo. “Saya selalu ikut menentukan bagan aransemen, terutama pada intro dan gaya bertutur saya waktu membawakan lagu,“ tambah Ebiet. Bahkan, pada banyak lagu di album In Love ini, Ebiet ikut memetik gitar akustik, untuk lebih ‘memberi nyawa’.

Ebiet G. Ade membuka karier musiknya pada seputar tahun 1975, pada saat usianya baru 20-an tahun. Pada saat itu, Ebiet bersahabat dengan 3 seniman sastra / budayawan Yogya, Emha Ainun Najib, EH Kertanegara dan Eko Tunas. Mereka menggeluti sastra, dan Ebiet mengkhususkan diri pada penulisan puisi. Tatkala mulai memusikalisasi puisinya dengan gitar dan suaranya yang merdu, orang menganggap sebelah kaki Ebiet mulai berjalan di dunia pop, sebelah lainnya pada dunia sastra. Beruntung ia berhasil menjual album serial ‘Camellia’-nya dengan peredaraan jutaan copies peralbum antara 1979 - 1983 akhirnya, beberapa album rekamannya malah memperoleh penghargaan BASF Awards, AMI Awards, serta Planet Muzik Awards di Singapura untuk kategori musik Country / Balada, satu segmen musik yang termasuk ‘sempit ruang dengarnya’.

Lahir di Wonodadi ( Banyumas Jateng ), 21 April 1954, buat Ebiet album In Love : 25th Anniversary ini sekaligus merupakan kado ulang tahunnya. “Insya Allah, ulang tahun berikutnya saya telah siap mental menggarap album dengan full lagu-lagu baru. In Love 25th Anniversary saya anggap sebagai jembatan untuk kembali memasuki babak baru era bermusik Ebiet G. Ade,“ katanya mantap.

Sekedar informasi, album terakhir Ebiet yang beredar 8 tahun lalu, memasukkan unsur musik gamelan, dengan video klip ‘Camellia 2’ versi gamelan garapan Rizal Mantovani. Tiga tahun kemudian dalam album ‘Bahasa Langit’, Ebiet mengeluarkan single pertamanya ‘Tatkala Letih Menunggu’ yang video klipnya digarap oleh Mira Lesmana melalui MiLes Production. Kali ini – di tahun 2007 – Ebiet tampil dengan video klip baru lagu ‘Nyanyian Rindu’ karya sutradara Abimael Gandy, menampilkan satu frame dengan arranger Anto Hoed yang bermain gitar, dengan lokasi syuting di Cibodas, “Ini pengalaman baru berkolaborasi dengan anak-anak muda generasi di bawah saya,“ tambah Ebiet menutup percakapan.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
International Press Card KabarIndonesiaoleh : Kabarindonesia
30-Sep-2014, 14:56 WIB


 
  International Press Card KabarIndonesia International Press Card HOKI ini merupakan Press Card yang bergengsi dan mempunyai nilai yang tinggi. Bagi mereka yang tertarik untuk bisa mendapatkan International Press Card HOKI sebagai reporter ataupun fotografer, silahkan menghubungi Redaksi KabarIndonesia melalui email ke info@kabarindonesia.com dengan subject/judul: “Saya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Literasi untuk Edukasi Bencana 25 Sep 2014 12:37 WIB

 

 

 

 

 
Indonesia Siap Hadapi Thailand 22 Sep 2014 13:06 WIB

Asian Games 2014 Resmi Dibuka 22 Sep 2014 11:59 WIB

 

 

 

 
Hati-Hati Lahir Premature 01 Okt 2014 16:27 WIB


 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia