KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJangan Sepelekan Sampah oleh : Nurfitriani Wardiyanto
25-Nov-2014, 19:19 WIB


 
 
Jangan Sepelekan Sampah
KabarIndonesia - Sampah adalah topik pembahasan yang tidak ada habisnya. Mulai dari timbunan sampah, sampah yang berserakan di mana-mana dan sampah yang menjadi penyebab banjir. Lalu, salah siapakah masalah sampah tersebut?

Kurangnya kesadaran warga untuk merawat lingkungannya itu permasalahan
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ibu, Kasihmu Tiada Dua 25 Nov 2014 10:37 WIB


 
 
HIBURAN

EBIET G. ADE: Kembali Mambaca Tanda Zaman Lewat Album Baru
Oleh : Djoko Moernantyo | 28-Apr-2007, 11:51:07 WIB

KabarIndonesia - Lebih 5 tahun absen rekaman, bukan berarti berhenti berkarya bagi Ebiet G. Ade. Banyak lagu – lagu baru lahir, tetapi sampai saat ini belum sempat ia tuangkan dalam album yang seluruh lagunya baru. Namun, Album ‘the best’-nya dengan 2 lagu aransemen baru dan satu lagu baru, tetap membuktikan kelas penampilannya sebagai kampiun pemusik balada.

Ebiet G. Ade, nama ini tenar dikukuhkan sebagai pemusik balada. Komplit : pencipta lagu, konseptor aransemen, pemusik ( gitar akustik ), dan penyanyi. Sejak membuka karier rekamannya di tahun 1979 melalui album Camellia I yang terjual lebih dari dua juta copies, nama Ebiet G. Ade seolah menjadi intan di tengah trend musik tema cinta yang sedang menggunung banyaknya. “Tak pernah sekalipun bermimpi, lagu-lagu saya bisa punya relevansi sosial dengan banyak peristiwa di segala jaman,“ ujar Ebiet membuka percakapan.

Pada saat tsunami menghantam Aceh, beberapa lagu karya Ebiet seperti menjadi theme song bencana alam. Kini di tahun 2007, 15 lagu tema cintanya dengan tatanan lirik yang puitis, kadang memakai bahasa personifikasi dan hiperbola, ditambah satu lagu baru dimasukkan dalam album berjudul In Love : 25th Anniversary. Seperti judulnya, album ini merupakan album ‘penuh cinta’, peringatan 25 tahun usia pernikahan Ebiet dengan Yayu Sugianto, yang dikaruniai 4 anak : Abie, Dera, Yayas, dan Dega.

Abie, putera pertamanya yang juga punya talenta musik – sering mewakili Ebiet sound check menjelang manggung -, ditunjuk Ebiet ikut terlibat dalam produksi, serta memilih lagu mana yang layak masuk dalam rekaman bernuansa ‘the best’ ini. Tim audisi penyeleksi lagu lainnya datang dari label rekamannya, Trinity Optima Production.

Memang tak mudah untuk menyeleksi 15 lagu dari 15 album Ebiet G. Ade yang pernah beredar. Karena di sana tersebar lagu-lagu hits, yang menampilan arranger Billy J. Budihardjo, Addie MS, Purwa Tjaraka, Erwin Gutawa, Kiwir, Tony Soewandi, Adi ‘KLa’, Tohpati dan Andi Riyanto. Apalagi harus mengumpulkan lagu-lagu tema cinta, termasuk yang sifatnya personal, di tengah keragaman tema lirik lagu Ebiet G. Ade.

Akhirnya, diputuskan 15 lagu lama itu adalah ‘serial Camelia’ dari ‘Cemellia 1’ hingga ‘Camellia 4’, ‘Nyanyian Rindu’, ‘Cinta Sebening Embun’, ‘Elegi Esok Pagi’, ‘Lagu Untuk Sebuah Nama’, ‘Apakah Ada Bedanya’, ‘Cintaku Kandas Di Rerumputan’, ‘Nyanyian Kasmaran’, ‘Ingin Kupetik Bintang Kejora’, ‘Seberkas Cinta Yang Sirna’, ‘Kontradiksi di Dalam’, dan lagu romantis dalam pilihan kata yang eksotis, ‘Cinta di Kereta Biru Malam’. Lagu yang disebut terakhir itu merupakan lagu ber-beat riang, berbasic musik country, dengan gitar akustik yang dimainkan Ebiet G. Ade sendiri. ‘Cinta di Kereta Biru Malam’ dipetik dari album Camellia 2, yang dirilis Jackson Records pada tahun 1980. Bercerita tentang pertemuan seorang pria dan wanita dalam sebuah bangku kereta eksekutif Bima ( Biru Malam ) –biasanya perjalanan Jakarta – Surabaya- dimana Ebiet memasukkan kata-kata erotis, pasangan baru itu berkeringat di bawah selimut kereta Biru Malam……

4 Penata Musik Handal buat ‘In Love’. Musik balada Ebiet G. Ade bercerita tentang segala macam hal. Tentang alam, lingkungan, persahabatan, cinta, religi dan kritik sosial. Universalitasnya sangat tinggi, karena itulah lagu-lagu Ebiet bisa disukai oleh segala macam usia. “Cuma rekaman tahun 2007 ini memang seperti album the best tema cinta, dengan dua aransemen baru dan satu lagu baru berjudul Demikian Cinta yang saya tulis awal 2006, “ cerita Ebiet.

Dua lagu lama dengan aransemen baru itu adalah ‘Nyanyian Rindu’ dan ‘Camellia 3’ yang dulu diaransir Billy J. Budiardjo, dan kali ini diaransemen oleh Anto Hoed. Bagi Anto yang biasa menulis aransemen lagu-lagu karya isterinya, Melly Goeslaw, bekerja sama dengan Ebiet G. Ade adalah pengalaman baru. Awalnya Anto memakai dasar musik orkestra melalui sequencer ( digital system ), namun eksekusi akhirnya memakai orkestrasi yang digarap di Cina. Ebiet mengakui, ‘Nyanyian Rindu’, ‘Camellia 3’ dan ‘Demikian Cinta’ garapan Anto Hoed berbeda dengan 13 lagu lainnya dari album lama Ebiet, “Tapi nyawa lagu-lagu Ebiet G. Ade masih tetap ada, malah terdengar ada sound baru pada 3 lagu aransemen baru itu,“ pendapat Ebiet.

Album In Love : 25th Anniversary, kecuali memasukkan 3 aransemen baru Anto Hoed, juga ada aransemen lama Tony Soewandi ( ‘Apakah Ada Bedanya’ ), Adi ‘KLa’ Adrian ( ‘Cinta Sebening Embun’ ) dan 11 lagu lainnya diaransir almarhum Billy J. Budiardjo. “Saya selalu ikut menentukan bagan aransemen, terutama pada intro dan gaya bertutur saya waktu membawakan lagu,“ tambah Ebiet. Bahkan, pada banyak lagu di album In Love ini, Ebiet ikut memetik gitar akustik, untuk lebih ‘memberi nyawa’.

Ebiet G. Ade membuka karier musiknya pada seputar tahun 1975, pada saat usianya baru 20-an tahun. Pada saat itu, Ebiet bersahabat dengan 3 seniman sastra / budayawan Yogya, Emha Ainun Najib, EH Kertanegara dan Eko Tunas. Mereka menggeluti sastra, dan Ebiet mengkhususkan diri pada penulisan puisi. Tatkala mulai memusikalisasi puisinya dengan gitar dan suaranya yang merdu, orang menganggap sebelah kaki Ebiet mulai berjalan di dunia pop, sebelah lainnya pada dunia sastra. Beruntung ia berhasil menjual album serial ‘Camellia’-nya dengan peredaraan jutaan copies peralbum antara 1979 - 1983 akhirnya, beberapa album rekamannya malah memperoleh penghargaan BASF Awards, AMI Awards, serta Planet Muzik Awards di Singapura untuk kategori musik Country / Balada, satu segmen musik yang termasuk ‘sempit ruang dengarnya’.

Lahir di Wonodadi ( Banyumas Jateng ), 21 April 1954, buat Ebiet album In Love : 25th Anniversary ini sekaligus merupakan kado ulang tahunnya. “Insya Allah, ulang tahun berikutnya saya telah siap mental menggarap album dengan full lagu-lagu baru. In Love 25th Anniversary saya anggap sebagai jembatan untuk kembali memasuki babak baru era bermusik Ebiet G. Ade,“ katanya mantap.

Sekedar informasi, album terakhir Ebiet yang beredar 8 tahun lalu, memasukkan unsur musik gamelan, dengan video klip ‘Camellia 2’ versi gamelan garapan Rizal Mantovani. Tiga tahun kemudian dalam album ‘Bahasa Langit’, Ebiet mengeluarkan single pertamanya ‘Tatkala Letih Menunggu’ yang video klipnya digarap oleh Mira Lesmana melalui MiLes Production. Kali ini – di tahun 2007 – Ebiet tampil dengan video klip baru lagu ‘Nyanyian Rindu’ karya sutradara Abimael Gandy, menampilkan satu frame dengan arranger Anto Hoed yang bermain gitar, dengan lokasi syuting di Cibodas, “Ini pengalaman baru berkolaborasi dengan anak-anak muda generasi di bawah saya,“ tambah Ebiet menutup percakapan.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

Kreatif dalam Keterbatasan 20 Nov 2014 19:23 WIB

 

 

 

 

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Tradisi Mencium Tangan 26 Nov 2014 09:40 WIB


 

 
Putri Tidur Dalam Realita 25 Nov 2014 10:38 WIB

Alzheimer, Tua Muda Berisiko 23 Nov 2014 12:01 WIB

 
Pejuang Cilik 25 Nov 2014 19:26 WIB


 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia