KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
HIBURAN

Pesan Sinis Coppola bernama Apocalypse Now; Menegok kembali jejak film klasik anti perang
Oleh : Agus Supriyatna | 19-Jul-2007, 14:53:55 WIB

KabarIndonesia - Perang dan medan perang,  adalah bagian dari panggung kehidupan. Tapi bukan pangung dengan kisah renyah bahagia, tapi panggung dengan warna buram yang begitu  menggiriskan. Ditangan para sineas, perang banyak diangkat menjadi tontonan menarik.

Salah satunya yang monumental adalah Francis Ford Coppola. Bagi para penggemar film dar der dor alias fil perang, nama Coppola tentu sudah tidak asing lagi. Coppola seorang sutradara jenius yang namanya disejajarkan dengan Orson Welles. Welles adalah nama yang begitu dipuja oleh dunia perfilman Amerika. Sutradara yang mulai terkenal setelah mempopulerkan serial sandiwara radio, The Invader From Mars yang begitu menggemparkan publik Amerika, menelorkan karya masterpeace, Citizen Kane (1941), sebuah mahakarya yang skenarionya ditulis bareng dengan Herman. J. Mankiewicz.

Kala senggang, baiknya kita menyimak kembali karya berbobot film-film lawas. Apalagi film-film perang tahun-tahun teranyar, diakui atau tidak bobotnya belum ada yang bisa sebanding dengan karya seperti Apocalypse Now besutan Francis Ford Coppola.
Lewat Apocalypse Now, Coppola dikukuhkan sebagai  strudara besar sejajar dengan Orson Welles (Citizen Kane), Ingmar Bergman (Fanny and Alexander) atau Siergo Leone (Once Upon A Time in America).  Film Apocalypse Now tersebut di nobatkan sebagai film terbaik abad.

Bahkan menyisihkan Citizen Kane karya Orson Welles. Sebagai informasi hajatan tersebut digelar oleh British Film Institute dengan melibatkan 50 kritikus dan ahli pembuat film. Hasil ini berbeda dengan  hasil pemilihan American Film Institute pada tahun 1998 yang menobatkan, karya Welles sebagai pemenang. Sedangkan karya Coppola berada pada urutan 28 versi hajatan American Film Institute.

Film Apocalypse Now, memang tidak terpisahkan dari Coppola. Bahkan Coppola menyebut film tersebut adalah bagian salah satu pusat hidupnya sebagai pecinta film. Tidak heran memang, film yang dengan bujet sebesar 31 juta USD saat pembuatannya, konon begitu menguras pikiran dan tenaga. Antara rentang tahun 1976-1978, Coppola menguras tenaga dan pikirannya merampungkan fim tersebut. Lokasi syuting dan panjangnya durasi saat pembuatan film, membuat beberapa kru tertekan secara psikologis. Termasuk Coppola dan bintang utamanyta, Martin Sheen, yang larut dalam alkohol dan LSD (lysergic acid diethylamide).
 
Coppola berhasil memotret kebejatan perang dengan latar perang Vietnam. Hasilnya  bukan film kelas kacangan. Film ini berhasil mengeksperesikan kebingungan, rasa takut, kekerasan dan kegilaan dengan karakter yang begitu kuat. Coppola mampu menampilkan secara visual simbol - simbol ekses perang dengan begitu surealis. Kisah film itu sendiri bercerita tentang perburuan Kapten Willard (Martin Sheen) atas perwira desertir Kolonel Kurtz (Marlon Brando). Perburuan inilah yang jadi alur utama film tersebut. Sang kolonel adalah sosok prajurit brilian jebolan Harvard dan West Point dengan seabrek tanda jasa yang memutuskan lari ke rimba pedalaman Kamboja. 

Tugas yang maha berat bagi Sang Kapten Willard, karena selama perburuan, dia menyaksikan secara telanjang batas pertahana psikologis para anak buahnya yang rontok ke tubir frustasi.  Dari Letnan Kilgore ( Robert Duvall) yang terjebak halusinasi berselancar di gulungan  ombak laut ditengah deru desing peluru. Begitu giris dan suram. Lihat dan dengarkan, lalu renungkan satu penggal kalimat eksentrik terlontar dari mulut Kilgore: "Aku suka bau naplm di pagi hari". 

Ada frustasi yang sudah kebablasan. Ada kemanusian yang tanggal oleh suasana perang. Dan para serdadau di medan perang adalah korban pertamanya. Di jerat frustasi lalu diseretnya ke alam antara nyata dan khayalan.

Hasilnya, film yang dikerjakan berbulan-bulan di pedalaman Filipina diganjar dua Oscar dan menjadi film terbaik dari 10 film terbaik abad ke-20 versi British Film Institute. Jerih payah Coppola tersebut sebagai pembukti tak terbantahkan dari seorang jenius dari ranah film.

Lalu untuk kita, apa yang bisa kita garis bawahi setelah nonton film-film perang berbobot semacam `Apocalypse Now? Tentu sebuah pesan, bahwa perang bukan penyelsaian terbaik memecah masalah. Akan ada ekses kerusakan yang dashyat dari peperangan yang digelar atasnama apapun dan sebesar apapun eskalasinya. Besar kecil, perang tetap mencederai peradaban. Perang adalah luka kemanusian yang paling dalam lewat senjata, bom dan mesiu.

Tidak ada faedah sama sekali dari peperangan bagi kemanusian, selain kehancuran dan kerusakan, setidaknya itu yang secara sinis di ungkap tegas oleh seseorang bernama Francis Ford Coppola lewat layar perak bernama Apocalypse Now. Tapi seakan manusia tetap berkubang dalam kedunguan, atasnama klaim kebenaran sepihak, perang digelar dimana-mana, bahkan sampai hari ini. Lihat Irak, lihat Afghanistan. Entah sampai kapan, karya buram manusia bernama perang akan terus dipertontonkan. (Dari berbagai sumber)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia