KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
JOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Pasar Seroja Nan Jaya 29 Nov 2014 12:58 WIB

Maaf dan Terimakasih untuk Ibu 28 Nov 2014 13:58 WIB

 
 
HIBURAN

Pesan Sinis Coppola bernama Apocalypse Now; Menegok kembali jejak film klasik anti perang
Oleh : Agus Supriyatna | 19-Jul-2007, 14:53:55 WIB

KabarIndonesia - Perang dan medan perang,  adalah bagian dari panggung kehidupan. Tapi bukan pangung dengan kisah renyah bahagia, tapi panggung dengan warna buram yang begitu  menggiriskan. Ditangan para sineas, perang banyak diangkat menjadi tontonan menarik.

Salah satunya yang monumental adalah Francis Ford Coppola. Bagi para penggemar film dar der dor alias fil perang, nama Coppola tentu sudah tidak asing lagi. Coppola seorang sutradara jenius yang namanya disejajarkan dengan Orson Welles. Welles adalah nama yang begitu dipuja oleh dunia perfilman Amerika. Sutradara yang mulai terkenal setelah mempopulerkan serial sandiwara radio, The Invader From Mars yang begitu menggemparkan publik Amerika, menelorkan karya masterpeace, Citizen Kane (1941), sebuah mahakarya yang skenarionya ditulis bareng dengan Herman. J. Mankiewicz.

Kala senggang, baiknya kita menyimak kembali karya berbobot film-film lawas. Apalagi film-film perang tahun-tahun teranyar, diakui atau tidak bobotnya belum ada yang bisa sebanding dengan karya seperti Apocalypse Now besutan Francis Ford Coppola.
Lewat Apocalypse Now, Coppola dikukuhkan sebagai  strudara besar sejajar dengan Orson Welles (Citizen Kane), Ingmar Bergman (Fanny and Alexander) atau Siergo Leone (Once Upon A Time in America).  Film Apocalypse Now tersebut di nobatkan sebagai film terbaik abad.

Bahkan menyisihkan Citizen Kane karya Orson Welles. Sebagai informasi hajatan tersebut digelar oleh British Film Institute dengan melibatkan 50 kritikus dan ahli pembuat film. Hasil ini berbeda dengan  hasil pemilihan American Film Institute pada tahun 1998 yang menobatkan, karya Welles sebagai pemenang. Sedangkan karya Coppola berada pada urutan 28 versi hajatan American Film Institute.

Film Apocalypse Now, memang tidak terpisahkan dari Coppola. Bahkan Coppola menyebut film tersebut adalah bagian salah satu pusat hidupnya sebagai pecinta film. Tidak heran memang, film yang dengan bujet sebesar 31 juta USD saat pembuatannya, konon begitu menguras pikiran dan tenaga. Antara rentang tahun 1976-1978, Coppola menguras tenaga dan pikirannya merampungkan fim tersebut. Lokasi syuting dan panjangnya durasi saat pembuatan film, membuat beberapa kru tertekan secara psikologis. Termasuk Coppola dan bintang utamanyta, Martin Sheen, yang larut dalam alkohol dan LSD (lysergic acid diethylamide).
 
Coppola berhasil memotret kebejatan perang dengan latar perang Vietnam. Hasilnya  bukan film kelas kacangan. Film ini berhasil mengeksperesikan kebingungan, rasa takut, kekerasan dan kegilaan dengan karakter yang begitu kuat. Coppola mampu menampilkan secara visual simbol - simbol ekses perang dengan begitu surealis. Kisah film itu sendiri bercerita tentang perburuan Kapten Willard (Martin Sheen) atas perwira desertir Kolonel Kurtz (Marlon Brando). Perburuan inilah yang jadi alur utama film tersebut. Sang kolonel adalah sosok prajurit brilian jebolan Harvard dan West Point dengan seabrek tanda jasa yang memutuskan lari ke rimba pedalaman Kamboja. 

Tugas yang maha berat bagi Sang Kapten Willard, karena selama perburuan, dia menyaksikan secara telanjang batas pertahana psikologis para anak buahnya yang rontok ke tubir frustasi.  Dari Letnan Kilgore ( Robert Duvall) yang terjebak halusinasi berselancar di gulungan  ombak laut ditengah deru desing peluru. Begitu giris dan suram. Lihat dan dengarkan, lalu renungkan satu penggal kalimat eksentrik terlontar dari mulut Kilgore: "Aku suka bau naplm di pagi hari". 

Ada frustasi yang sudah kebablasan. Ada kemanusian yang tanggal oleh suasana perang. Dan para serdadau di medan perang adalah korban pertamanya. Di jerat frustasi lalu diseretnya ke alam antara nyata dan khayalan.

Hasilnya, film yang dikerjakan berbulan-bulan di pedalaman Filipina diganjar dua Oscar dan menjadi film terbaik dari 10 film terbaik abad ke-20 versi British Film Institute. Jerih payah Coppola tersebut sebagai pembukti tak terbantahkan dari seorang jenius dari ranah film.

Lalu untuk kita, apa yang bisa kita garis bawahi setelah nonton film-film perang berbobot semacam `Apocalypse Now? Tentu sebuah pesan, bahwa perang bukan penyelsaian terbaik memecah masalah. Akan ada ekses kerusakan yang dashyat dari peperangan yang digelar atasnama apapun dan sebesar apapun eskalasinya. Besar kecil, perang tetap mencederai peradaban. Perang adalah luka kemanusian yang paling dalam lewat senjata, bom dan mesiu.

Tidak ada faedah sama sekali dari peperangan bagi kemanusian, selain kehancuran dan kerusakan, setidaknya itu yang secara sinis di ungkap tegas oleh seseorang bernama Francis Ford Coppola lewat layar perak bernama Apocalypse Now. Tapi seakan manusia tetap berkubang dalam kedunguan, atasnama klaim kebenaran sepihak, perang digelar dimana-mana, bahkan sampai hari ini. Lihat Irak, lihat Afghanistan. Entah sampai kapan, karya buram manusia bernama perang akan terus dipertontonkan. (Dari berbagai sumber)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Festival Payung Indonesia 2014oleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
29-Nov-2014, 00:35 WIB


 
  Festival Payung Indonesia 2014 Bertempat di Taman Balekambang-Solo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat, 28 November 2014, membuka Festival Payung yang baru pertama kali diselenggarakan. Festival akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 November 2014. Payung dipilih karena menjadi simbul perlindungan dan secara faktual telah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
Pemkab Bakal Poles Kota Kasongan 27 Nov 2014 13:07 WIB

 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Dekat Tapi Jauh 29 Nov 2014 12:52 WIB


 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Rela Antri Demi Satu Tujuan 29 Nov 2014 00:20 WIB

Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia