KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSelalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam oleh : Iin Suwandi
25-Aug-2015, 14:17 WIB


 
 
Selalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam
KabarIndonesia - Akhir akhir ini bencana alam selalu mewarnai kabar di media massa di tanah air kita, terutama berita mengenai bencana alam meletusnya Gunung Raung, Gunung Gamalama, serta Gunung Sinabung. Letusan Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, sempat menimbulkan
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 

KELAYUNG-LAYUNG: Kabar Kebaikan Lewat Lirik Lagu

 
HIBURAN

KELAYUNG-LAYUNG: Kabar Kebaikan Lewat Lirik Lagu
Oleh : Djoko Moernantyo | 06-Okt-2007, 05:52:05 WIB

KabarIndonesia - Ikut-ikutan bikin album religi? Rasanya kok naïf kalau disebut begitu. Karena pemilik nama Bugiakso –akrab disapa Bugie-- punya misi menebar kebaikan lewat lirik dan lagu yang dilantunkannya. Berlebihan? Iya, kalau Bugie menganggap dirinya bisa mengubah semuanya dalam seketika, tapi tidak kalau Bugie ingin berwarta untuk membuat manusia berusaha menjadi lebih baik.

Harapan seorang Bugie memang tidak muluk-muluk. Lewat album religi bertajuk “KELAYUNG-KELAYUNG” pria asal Jogjakarta ini hanya ingin menyapa pendengarnya dengan lirik-lirik pemujaaan kepada Tuhan. Syukur-syukur, bisa membawa semacam “pencerahan” kepada yang mendengarnya.

Kalau album yang semua lagunya dinyanyikan sendiri oleh Bugiakso ini, terkesan “sempit” lantaran enam lagu yang tersodor menggunakan bahasa Jawa, bukan Bahasa Indonesia, Bugie tak sedang pilih-pilih. Bahasa Jawa dipilih lantaran selain persoalan pasar yang diincar adalah seputaran Jogjakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah, juga karena kesan kesederhanaan-lah yang ingin ditonjolkan. Dengan bahasa dan musikalitas yang terkesan “ngampung” itulah, Bugie mencoba menyampaikan pesan-pesan lewat lirik lagunya.

Single pertamanya ‘Kelayung-Layung’ sebenarnya bukan lagu baru. Biasanya, lagu ini dilantunkan sebagai pujian kepada Tuhan usai adzan, sebelum ibadah sholat. Dengan sedikit imbuhan lirik oleh Bugie, lagu ini terdengar lebih membumi. Liriknya bercerita soal seseorang yang mendekati kematian dan buru-buru bertobat. Karakter suara Bugie yang berat, memberi aksen yang “magis” pada lagu ini.

Single kedua yang bakal dilepas adalah “Mampir Ngombe”. Dalam khazanah sufistik Jawa, istilah yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘mampir minum’ ini terasa dekat dengan kehidupan kita. Intinya, Bugie mengajak kita untuk berpikir kembali, hidup ini singkat jadi kenapa tidak diisi dengan hal-hal yang positif. Perhatikan benar-benar rlirik dan aransemen musikalnya. Jujur saja, lagu ini cepat nancep dan potensial untuk jadi hits. Ajakan yang manusiawi bukan?

Lagu lain yang bisa membawa wacana pencerahan soal iman, religi dan kedekatan pada Tuhan, bisa disimak di lagu ‘Musyrik, Al-Ikhlash, Illahi’ dan ‘Subuh’. Dengan aransemen yang tidak bisa dibilang ribet, Bugie dibantu oleh Donny Mancuso dan Gotre menuntaskan album yang kabarnya juga bakal dirilis di Suriname ini.

Bugie sendiri bernama lengkap Ir Drs H. Bugiakso. Sempat menjadi anggota DPRD di Jogjakarta, ayah tiga anak ini kini memilih berkiprah sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putera-Puteri Polri (KBPPP), selain juga mendirikan Jenderal Soedirman Center (JSC) yang berkantor di Jakarta.

Sebelum merilis album “Kelayung-Layung” ini, pria kelahiran 11 Mei 1963 ini  pernah mencoba merilis album pop beberapa tahun silam. Sayangnya, album tersebut hanya beredar di kalangan terbatas saja. Kalau kemudian album religinya ini masuk ke pasar yang lebih luas, itu karena niat Bugie dari awal adalah ‘menyebar kebaikan’ lewat lagu. Dan album ini menjadi jembatan untuk bertutur soal kebaikan itu.




Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabaioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
24-Aug-2015, 21:26 WIB


 
  Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabai Bertanam cabai merah itu ibarat berjudi. Kadang kalah ketika harga cabai lagi menukik, tapi tak jarang ketika lagi hoki, menang telak saat harga meroket, seperti terhadi akhir-akhir ini. Filosofi itu dianut keluarga Lomo Hutabarat yang sudah sering mengalami naik turunnya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pergeseran Peta Konflik Dunia 25 Aug 2015 14:35 WIB

 
Pisah Sambut DANREM 044/GAPO 25 Aug 2015 14:40 WIB


 

 
Pedagang Bendera Serbu Kota Tegal 13 Aug 2015 14:23 WIB

 
Pertamina Dukung GIIAS 2015 13 Aug 2015 13:27 WIB

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia