KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

KELAYUNG-LAYUNG: Kabar Kebaikan Lewat Lirik Lagu

 
HIBURAN

KELAYUNG-LAYUNG: Kabar Kebaikan Lewat Lirik Lagu
Oleh : Djoko Moernantyo | 06-Okt-2007, 05:52:05 WIB

KabarIndonesia - Ikut-ikutan bikin album religi? Rasanya kok naïf kalau disebut begitu. Karena pemilik nama Bugiakso –akrab disapa Bugie-- punya misi menebar kebaikan lewat lirik dan lagu yang dilantunkannya. Berlebihan? Iya, kalau Bugie menganggap dirinya bisa mengubah semuanya dalam seketika, tapi tidak kalau Bugie ingin berwarta untuk membuat manusia berusaha menjadi lebih baik.

Harapan seorang Bugie memang tidak muluk-muluk. Lewat album religi bertajuk “KELAYUNG-KELAYUNG” pria asal Jogjakarta ini hanya ingin menyapa pendengarnya dengan lirik-lirik pemujaaan kepada Tuhan. Syukur-syukur, bisa membawa semacam “pencerahan” kepada yang mendengarnya.

Kalau album yang semua lagunya dinyanyikan sendiri oleh Bugiakso ini, terkesan “sempit” lantaran enam lagu yang tersodor menggunakan bahasa Jawa, bukan Bahasa Indonesia, Bugie tak sedang pilih-pilih. Bahasa Jawa dipilih lantaran selain persoalan pasar yang diincar adalah seputaran Jogjakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah, juga karena kesan kesederhanaan-lah yang ingin ditonjolkan. Dengan bahasa dan musikalitas yang terkesan “ngampung” itulah, Bugie mencoba menyampaikan pesan-pesan lewat lirik lagunya.

Single pertamanya ‘Kelayung-Layung’ sebenarnya bukan lagu baru. Biasanya, lagu ini dilantunkan sebagai pujian kepada Tuhan usai adzan, sebelum ibadah sholat. Dengan sedikit imbuhan lirik oleh Bugie, lagu ini terdengar lebih membumi. Liriknya bercerita soal seseorang yang mendekati kematian dan buru-buru bertobat. Karakter suara Bugie yang berat, memberi aksen yang “magis” pada lagu ini.

Single kedua yang bakal dilepas adalah “Mampir Ngombe”. Dalam khazanah sufistik Jawa, istilah yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘mampir minum’ ini terasa dekat dengan kehidupan kita. Intinya, Bugie mengajak kita untuk berpikir kembali, hidup ini singkat jadi kenapa tidak diisi dengan hal-hal yang positif. Perhatikan benar-benar rlirik dan aransemen musikalnya. Jujur saja, lagu ini cepat nancep dan potensial untuk jadi hits. Ajakan yang manusiawi bukan?

Lagu lain yang bisa membawa wacana pencerahan soal iman, religi dan kedekatan pada Tuhan, bisa disimak di lagu ‘Musyrik, Al-Ikhlash, Illahi’ dan ‘Subuh’. Dengan aransemen yang tidak bisa dibilang ribet, Bugie dibantu oleh Donny Mancuso dan Gotre menuntaskan album yang kabarnya juga bakal dirilis di Suriname ini.

Bugie sendiri bernama lengkap Ir Drs H. Bugiakso. Sempat menjadi anggota DPRD di Jogjakarta, ayah tiga anak ini kini memilih berkiprah sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putera-Puteri Polri (KBPPP), selain juga mendirikan Jenderal Soedirman Center (JSC) yang berkantor di Jakarta.

Sebelum merilis album “Kelayung-Layung” ini, pria kelahiran 11 Mei 1963 ini  pernah mencoba merilis album pop beberapa tahun silam. Sayangnya, album tersebut hanya beredar di kalangan terbatas saja. Kalau kemudian album religinya ini masuk ke pasar yang lebih luas, itu karena niat Bugie dari awal adalah ‘menyebar kebaikan’ lewat lagu. Dan album ini menjadi jembatan untuk bertutur soal kebaikan itu.




Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia