KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
HIBURAN

Ibu Kandungku Pahlawanku, Mucikariku di Lokalisasi Aseman Bali
Oleh : James B | 21-Feb-2008, 22:08:51 WIB

KabarIndonesia - Kehidupan di muka bumi ini bagiku memang tergolong kejam bagi manusia wanita seperti aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa dalam mempertahankan keberlangsungan hidup.

Sebut saja namaku Melati (29), aku dilahirkan di Kota Probolinggo dari keluarga yang tidak mampu secara materi maupun moral. Namun aku sangat bangga dan merasa berhutang budi kepada kedua orang tuaku yang telah menjadi pahlawanku, karena mereka (bapak-ibuku) telah mengasuh, mendidik dan membesarkan aku hingga kini, hingga aku berstatus sebagai wanita janda beranak satu.

Dalam menyandang predikat sebagai seorang janda, aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa untuk kutukarkan dengan uang terpaksa aku merantau ke pulau dewata, Bali, atas perintah ibu dan bapak tiriku. Dengan tujuan mendapatkan pekerjaan yang layak. Di Denpasar Bali itulah, aku sedikit kaget ketika aku melihat kemandirian kedua orang tuaku dalam mempertahankan hidupnya. Ternyata orang tuaku membuka sebuah usaha rumah bordir alias lokalisasi di wilayah yang dikenal para pria hidung belang yang uangnya tanggung, yakni Aseman, Nusa Dua. Yah, ibu kandung dan bapak tiriku di situ memiliki dua wanita dagangan yang siap melayani tamu hidung belang.

Setelah beberapa minggu lamanya aku di situ masih belum juga memperoleh pekerjaan yang layak, kerapuhan imanku mulai tampak ketika kebutuhan-demi-kebutuhan hidup kian hari kian mendesak. Terpaksa aku mematuhi perintah ibuku untuk menjual diri layaknya dua wanita yang menjadi anak buah orang tuaku di situ. Dan karena kemolekan tubuhku serta dikarunia kulit yang kuning langsat, aku menjadi wanita primadona di wisma lokalisasi Aseman itu. Setiap hari, setiap malam, tamuku datang silih berganti dengan memberikan uang yang agak lumayan bagiku, bahkan pemberian uang dari pria hidung belang yang diberikan padaku tergolong separuh dari nilai pemberian uang tamu yang diberikan pada dua temanku yang lain. Karena aku tergolong paling muda dan cantik di lokalisasi itu. Apalagi, ada salah satu tamu pria yang merasa tergila-gila kepada tahi lalat yang bertengger di atas bibirku ini. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari salah satu tamu, aku mulai meningkatkan pelayanan yang sangat prima/fit/terbaik kepada mereka. Uang pun mulai mengalir deras, dan aku kini mulai menabung di sebuah bank untuk masa depanku dan anakku di Probolinggo, Jawa Timur.

Kini aku merasa berhutang budi kepada ibuku kendati pun ibuku menolongku dari kemiskinan dengan cara menjerumuskan aku ke jurang dan lembah yang berlumpur. Setiap menjelang tidur, aku selalu ingat wajah ibuku yang brengsek sekaligus dewa penyelamatku dari ancaman kemiskinan. Terima kasih ibu!! Anakmu berjanji dalam hati kalau aku sudah berkecukupan secara materi dan uang, aku akan berhenti menjual diri!!


(Kisah Nyata dari lembah hitam ini dituturkan Melati kepada Anies Septivirawan, Citizen Reporter Harian Online Kabar Indonesia - HOKI)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Studi Banding ke Luar Negeri 25 Apr 2014 02:32 WIB

Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB

 

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia