KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID - 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID - 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
HIBURAN

Ibu Kandungku Pahlawanku, Mucikariku di Lokalisasi Aseman Bali
Oleh : James B | 21-Feb-2008, 22:08:51 WIB

KabarIndonesia - Kehidupan di muka bumi ini bagiku memang tergolong kejam bagi manusia wanita seperti aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa dalam mempertahankan keberlangsungan hidup.

Sebut saja namaku Melati (29), aku dilahirkan di Kota Probolinggo dari keluarga yang tidak mampu secara materi maupun moral. Namun aku sangat bangga dan merasa berhutang budi kepada kedua orang tuaku yang telah menjadi pahlawanku, karena mereka (bapak-ibuku) telah mengasuh, mendidik dan membesarkan aku hingga kini, hingga aku berstatus sebagai wanita janda beranak satu.

Dalam menyandang predikat sebagai seorang janda, aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa untuk kutukarkan dengan uang terpaksa aku merantau ke pulau dewata, Bali, atas perintah ibu dan bapak tiriku. Dengan tujuan mendapatkan pekerjaan yang layak. Di Denpasar Bali itulah, aku sedikit kaget ketika aku melihat kemandirian kedua orang tuaku dalam mempertahankan hidupnya. Ternyata orang tuaku membuka sebuah usaha rumah bordir alias lokalisasi di wilayah yang dikenal para pria hidung belang yang uangnya tanggung, yakni Aseman, Nusa Dua. Yah, ibu kandung dan bapak tiriku di situ memiliki dua wanita dagangan yang siap melayani tamu hidung belang.

Setelah beberapa minggu lamanya aku di situ masih belum juga memperoleh pekerjaan yang layak, kerapuhan imanku mulai tampak ketika kebutuhan-demi-kebutuhan hidup kian hari kian mendesak. Terpaksa aku mematuhi perintah ibuku untuk menjual diri layaknya dua wanita yang menjadi anak buah orang tuaku di situ. Dan karena kemolekan tubuhku serta dikarunia kulit yang kuning langsat, aku menjadi wanita primadona di wisma lokalisasi Aseman itu. Setiap hari, setiap malam, tamuku datang silih berganti dengan memberikan uang yang agak lumayan bagiku, bahkan pemberian uang dari pria hidung belang yang diberikan padaku tergolong separuh dari nilai pemberian uang tamu yang diberikan pada dua temanku yang lain. Karena aku tergolong paling muda dan cantik di lokalisasi itu. Apalagi, ada salah satu tamu pria yang merasa tergila-gila kepada tahi lalat yang bertengger di atas bibirku ini. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari salah satu tamu, aku mulai meningkatkan pelayanan yang sangat prima/fit/terbaik kepada mereka. Uang pun mulai mengalir deras, dan aku kini mulai menabung di sebuah bank untuk masa depanku dan anakku di Probolinggo, Jawa Timur.

Kini aku merasa berhutang budi kepada ibuku kendati pun ibuku menolongku dari kemiskinan dengan cara menjerumuskan aku ke jurang dan lembah yang berlumpur. Setiap menjelang tidur, aku selalu ingat wajah ibuku yang brengsek sekaligus dewa penyelamatku dari ancaman kemiskinan. Terima kasih ibu!! Anakmu berjanji dalam hati kalau aku sudah berkecukupan secara materi dan uang, aku akan berhenti menjual diri!!


(Kisah Nyata dari lembah hitam ini dituturkan Melati kepada Anies Septivirawan, Citizen Reporter Harian Online Kabar Indonesia - HOKI)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
WUPID - 2017 Berfoto Bersamaoleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 00:06 WIB


 
  WUPID - 2017 Berfoto Bersama Para peserta, juri dan panitia WUPID Indonesia 2017, Jakarta (14-15/10/17), berfoto bersama di akhir acara. Dua dari 30 tim (berhak mewakili Indonesia di QUIP WUPID (World Universities Peace Invitational Debate) Global 2017, Malaysia (8-12/12/17). Aldwin & Ibrahim - Universitas
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ekspedisi NKRI Gelar Nikah Massal 20 Okt 2017 05:37 WIB

Skenario Menjatuhkan TNI 19 Okt 2017 00:54 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB


 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia