KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
HIBURAN

Ibu Kandungku Pahlawanku, Mucikariku di Lokalisasi Aseman Bali
Oleh : James B | 21-Feb-2008, 22:08:51 WIB

KabarIndonesia - Kehidupan di muka bumi ini bagiku memang tergolong kejam bagi manusia wanita seperti aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa dalam mempertahankan keberlangsungan hidup.

Sebut saja namaku Melati (29), aku dilahirkan di Kota Probolinggo dari keluarga yang tidak mampu secara materi maupun moral. Namun aku sangat bangga dan merasa berhutang budi kepada kedua orang tuaku yang telah menjadi pahlawanku, karena mereka (bapak-ibuku) telah mengasuh, mendidik dan membesarkan aku hingga kini, hingga aku berstatus sebagai wanita janda beranak satu.

Dalam menyandang predikat sebagai seorang janda, aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa untuk kutukarkan dengan uang terpaksa aku merantau ke pulau dewata, Bali, atas perintah ibu dan bapak tiriku. Dengan tujuan mendapatkan pekerjaan yang layak. Di Denpasar Bali itulah, aku sedikit kaget ketika aku melihat kemandirian kedua orang tuaku dalam mempertahankan hidupnya. Ternyata orang tuaku membuka sebuah usaha rumah bordir alias lokalisasi di wilayah yang dikenal para pria hidung belang yang uangnya tanggung, yakni Aseman, Nusa Dua. Yah, ibu kandung dan bapak tiriku di situ memiliki dua wanita dagangan yang siap melayani tamu hidung belang.

Setelah beberapa minggu lamanya aku di situ masih belum juga memperoleh pekerjaan yang layak, kerapuhan imanku mulai tampak ketika kebutuhan-demi-kebutuhan hidup kian hari kian mendesak. Terpaksa aku mematuhi perintah ibuku untuk menjual diri layaknya dua wanita yang menjadi anak buah orang tuaku di situ. Dan karena kemolekan tubuhku serta dikarunia kulit yang kuning langsat, aku menjadi wanita primadona di wisma lokalisasi Aseman itu. Setiap hari, setiap malam, tamuku datang silih berganti dengan memberikan uang yang agak lumayan bagiku, bahkan pemberian uang dari pria hidung belang yang diberikan padaku tergolong separuh dari nilai pemberian uang tamu yang diberikan pada dua temanku yang lain. Karena aku tergolong paling muda dan cantik di lokalisasi itu. Apalagi, ada salah satu tamu pria yang merasa tergila-gila kepada tahi lalat yang bertengger di atas bibirku ini. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari salah satu tamu, aku mulai meningkatkan pelayanan yang sangat prima/fit/terbaik kepada mereka. Uang pun mulai mengalir deras, dan aku kini mulai menabung di sebuah bank untuk masa depanku dan anakku di Probolinggo, Jawa Timur.

Kini aku merasa berhutang budi kepada ibuku kendati pun ibuku menolongku dari kemiskinan dengan cara menjerumuskan aku ke jurang dan lembah yang berlumpur. Setiap menjelang tidur, aku selalu ingat wajah ibuku yang brengsek sekaligus dewa penyelamatku dari ancaman kemiskinan. Terima kasih ibu!! Anakmu berjanji dalam hati kalau aku sudah berkecukupan secara materi dan uang, aku akan berhenti menjual diri!!


(Kisah Nyata dari lembah hitam ini dituturkan Melati kepada Anies Septivirawan, Citizen Reporter Harian Online Kabar Indonesia - HOKI)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia