KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiSang Penantang Takdir! oleh : Mang Ucup
16-Apr-2015, 08:55 WIB


 
 
Sang Penantang Takdir!
KabarIndonesia - Amsterdam, Begitu kita brol dilahirkan di dunia ini; setiap manusia tanpa perkecualian ditakdirkan TSM (Tua - Sakit - Mati), bahkan begitu Anda
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Sakit Hati Dipolisikan 04 Apr 2015 11:06 WIB

 
Dialog via SMS 16 Apr 2015 14:15 WIB

Keunikan di Bumi Dewata 15 Apr 2015 07:33 WIB

 
Tahura Sultan Adam 13 Apr 2015 02:01 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Krisis Kepercayaan Narasumber 15 Apr 2015 07:48 WIB


 
 
HIBURAN

Ibu Kandungku Pahlawanku, Mucikariku di Lokalisasi Aseman Bali
Oleh : James B | 21-Feb-2008, 22:08:51 WIB

KabarIndonesia - Kehidupan di muka bumi ini bagiku memang tergolong kejam bagi manusia wanita seperti aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa dalam mempertahankan keberlangsungan hidup.

Sebut saja namaku Melati (29), aku dilahirkan di Kota Probolinggo dari keluarga yang tidak mampu secara materi maupun moral. Namun aku sangat bangga dan merasa berhutang budi kepada kedua orang tuaku yang telah menjadi pahlawanku, karena mereka (bapak-ibuku) telah mengasuh, mendidik dan membesarkan aku hingga kini, hingga aku berstatus sebagai wanita janda beranak satu.

Dalam menyandang predikat sebagai seorang janda, aku yang tidak memiliki keahlian apa-apa untuk kutukarkan dengan uang terpaksa aku merantau ke pulau dewata, Bali, atas perintah ibu dan bapak tiriku. Dengan tujuan mendapatkan pekerjaan yang layak. Di Denpasar Bali itulah, aku sedikit kaget ketika aku melihat kemandirian kedua orang tuaku dalam mempertahankan hidupnya. Ternyata orang tuaku membuka sebuah usaha rumah bordir alias lokalisasi di wilayah yang dikenal para pria hidung belang yang uangnya tanggung, yakni Aseman, Nusa Dua. Yah, ibu kandung dan bapak tiriku di situ memiliki dua wanita dagangan yang siap melayani tamu hidung belang.

Setelah beberapa minggu lamanya aku di situ masih belum juga memperoleh pekerjaan yang layak, kerapuhan imanku mulai tampak ketika kebutuhan-demi-kebutuhan hidup kian hari kian mendesak. Terpaksa aku mematuhi perintah ibuku untuk menjual diri layaknya dua wanita yang menjadi anak buah orang tuaku di situ. Dan karena kemolekan tubuhku serta dikarunia kulit yang kuning langsat, aku menjadi wanita primadona di wisma lokalisasi Aseman itu. Setiap hari, setiap malam, tamuku datang silih berganti dengan memberikan uang yang agak lumayan bagiku, bahkan pemberian uang dari pria hidung belang yang diberikan padaku tergolong separuh dari nilai pemberian uang tamu yang diberikan pada dua temanku yang lain. Karena aku tergolong paling muda dan cantik di lokalisasi itu. Apalagi, ada salah satu tamu pria yang merasa tergila-gila kepada tahi lalat yang bertengger di atas bibirku ini. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari salah satu tamu, aku mulai meningkatkan pelayanan yang sangat prima/fit/terbaik kepada mereka. Uang pun mulai mengalir deras, dan aku kini mulai menabung di sebuah bank untuk masa depanku dan anakku di Probolinggo, Jawa Timur.

Kini aku merasa berhutang budi kepada ibuku kendati pun ibuku menolongku dari kemiskinan dengan cara menjerumuskan aku ke jurang dan lembah yang berlumpur. Setiap menjelang tidur, aku selalu ingat wajah ibuku yang brengsek sekaligus dewa penyelamatku dari ancaman kemiskinan. Terima kasih ibu!! Anakmu berjanji dalam hati kalau aku sudah berkecukupan secara materi dan uang, aku akan berhenti menjual diri!!


(Kisah Nyata dari lembah hitam ini dituturkan Melati kepada Anies Septivirawan, Citizen Reporter Harian Online Kabar Indonesia - HOKI)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menikmati Hiruk Pikuk di Pantai Parbaba Samosiroleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
13-Apr-2015, 16:25 WIB


 
  Menikmati Hiruk Pikuk di Pantai Parbaba Samosir Debur ombak menerjang pantai dan suara hiruk-pikuk ribuan pengunjung, tua muda sampai anak-anak, menjadi pemandangan mengasyikkan di Pantai Parbaba, Samosir, seperti terlihat dalam foto (5/4). Pantai Parbaba dengan pasir putihnya kini salah satu obyek wisata yang ramai menyedot wisatawan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ironis di Negara Agraris 08 Apr 2015 11:24 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB


 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia