KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumPemerintah Resmi Berlakukan PERPPU Terkait Hukuman Kebiri oleh : Yoes
26-Mei-2016, 11:09 WIB


 
 
Pemerintah Resmi Berlakukan PERPPU Terkait Hukuman Kebiri
KabarIndonesia - Presiden Joko Widodo akhirnya  menandatangani Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Rabu (25/05/2016).

Dalam Perppu itu, ada pemberatan pidana bagi
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cinta Indonesia 18 Mei 2016 10:49 WIB

Bawa Aku 02 Mei 2016 09:24 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

Resensi Film : Berawal Dari Karya Novel Islami Yang Meraih Predikat “BookSeller”

 
HIBURAN

Resensi Film : Berawal Dari Karya Novel Islami Yang Meraih Predikat “BookSeller”
Oleh : | 29-Mar-2008, 11:19:01 WIB

Judul Film : Ayat-Ayat Cinta (2007)
Genre : Drama/Romance/Religious.
Sutradara : Hanung Bramantyo.
Skenario : Salman Aristo & Ginatri Noer
Produksi : MD Pictures.
Pemain : Fedi Nuril, Rianty Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, Melanie Putria.
Durasi : 119 min.

Sinopsis :

Ayat-Ayat Cinta merupakan drama cinta religius yang diadaptasi dari karya Habiburrahman El Shirazy ini merupakan novel fenomenal. Selanjutnya, novel yang bernuansa religius ini menjadi book seller lewat penjualan novelnya sebanyak 500.000 eksemplar.

Dan, kisahnya sendiri banyak menginspirasi remaja muslim di Indonesia. MD Pictures pun memberi kepercayaan kepada sutradara muda, Hanung Bramantyo untuk mengadaptasi kisah novel ini ke layar lebar.

Dan, filmnya bisa kita nikmati di jaringan bioskop-bioskop di Tanah Air pada 28 Februari 2008 lalu. Ayat-Ayat Cinta ini, adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup menurut pandangan Islam.

Fahri bin Abdillah [Fedi Nuril] adalah mahasiswa Indonesia yang berusaha menggapai gelar magisternya (S2) di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam rencana dan kesederhanaan hidup. Bertahan hidup dengan menjalani pekerjaan terjemahan buku-buku agama.

Kesemuanya ini, dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: MENIKAH. Fahri memang ingin menikah dengan perempuan yang shaleha, agar ia dapat menyempurnakan setengah dari agamanya. Selama ini perempuan yang lebih dikenal Fahri secara dekat, hanyalah ibu dan adik perempuannya.

Namun untuk mencari tambatan hatinya itu Fahri belum dapat menyempatkan waktunya. Mengingat, kehidupan Fahri yang kerap diliputi perencanaan. Keluarganya telah banyak berkorban, nyaris segalanya. Agar dia bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan baik. Biaya selama kuliahnya di Al-Azhar, Kairo, diperoleh dari hasil menjual sawah warisan kakeknya.

Selanjutnya, dikisahkan tentang pertemuannya dengan beberapa perempuan selama ia menempuh studinya di Al-Azhar Kairo, ada Maria Girgis [Carissa Putri] seorang gadis Mesir beragama Kristen Koptik dan berperilaku amat Islami, senang dan hafal membaca Al-Qur’an, khususnya, Surat Maryam dan Al-Maidah.

Lalu, ada Nurul [Melanie Putri], seorang mahasiswi Indonesia yang juga belajar di Al-Azhar. Pintar, baik hati, cantik, sibuk menjadi ketua Wihdah. Namun, masih mau mengajar anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, terlebih lagi Nurul adalah putri tunggal seorang Kyai pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Diam-diam, Nurul menaruh hati pada Fahri. Namun, ia tak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan langsung isi hatinya, atau sekadar memberi sinyal kepada Fahri.

Kemudian, ada Noura [Sazkia Adya Mecca], tetangga depan blok flat Fahri, adalah seorang perempuan cantik yang kerap mengalami kekerasan di rumahnya oleh ayah angkatnya: Bahadur. Sejak Fahri menolongnya keluar dari rumah itu lewat bantuan Maria dan Nurul, Noura pun jatuh cinta dan beberapa kali mengirimkan surat cinta kepadanya. Namun, Fahri tak menanggapinya secara serius.

Tapi, masih ada seorang gadis lagi, Aisah [Rianty Cartwright]. Fahri mengenal gadis terakhir ini di moda transportasi, Metro. Fahri berupaya menolongnya dari amukan warga Mesir lantaran gadis cantik berdarah Turki – Jerman yang bercadar ini, sekaligus pemilik mata lentik ini, tak tega dan memberikan kursinya kepada dua orang turis perempuan warga negara Amerika Serikat yang lelah dan kepanasan.

Sedangkan penumpang lainnya, menganggap, sudah waktunya, mereka memberikan pelajaran bagi turis AS itu, atas apa yang dilakukan negaranya terhadap negara Islam seperti, Palestina, Irak dan Afghanistan.

Siapakah kira-kira perempuan yang beruntung memperoleh cinta dan menikah dengan Fahri? Dan, bagaimanakah nasib perempuan-perempuan lainnya yang tidak beruntung menggaet hati Fahri? Jangan pernah melewatkan film yang satu ini. 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUBoleh : Muhammad Zakaria
25-Apr-2016, 23:45 WIB


 
  Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUB Puluhan Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah di bawah Koordinasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengelar Aksi Damai di Bundaran Simpang 5 Takengon (25/04/2016) terkait larangan liputan yang dilakukan oleh oknum Kabid Kominfo, Dinas Perhungan Aceh Tengah terhadap
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 

 
Pasar Tanpa Musolah 18 Mei 2016 10:47 WIB


 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia