KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataEat like an Emperor – Makan seperti Kaiser! oleh : Mang Ucup
01-Jul-2015, 20:46 WIB


 
 
Eat like an Emperor – Makan seperti Kaiser!
KabarIndonesia - Amsterdam Di Hong Kong, Mang Ucup pernah mecoba Makan ala Emperor atau Kaiser Tiongkok dengan tarif US$ 20.000 per orang. Mereka menyajikan makanan Non Stop selama Tiga Hari - Tiga Malam. Selama waktu tersebut mereka
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Keyakinan Jiwa 04 Jul 2015 02:33 WIB

Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 

Resensi Film : Berawal Dari Karya Novel Islami Yang Meraih Predikat “BookSeller”

 
HIBURAN

Resensi Film : Berawal Dari Karya Novel Islami Yang Meraih Predikat “BookSeller”
Oleh : | 29-Mar-2008, 11:19:01 WIB

Judul Film : Ayat-Ayat Cinta (2007)
Genre : Drama/Romance/Religious.
Sutradara : Hanung Bramantyo.
Skenario : Salman Aristo & Ginatri Noer
Produksi : MD Pictures.
Pemain : Fedi Nuril, Rianty Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, Melanie Putria.
Durasi : 119 min.

Sinopsis :

Ayat-Ayat Cinta merupakan drama cinta religius yang diadaptasi dari karya Habiburrahman El Shirazy ini merupakan novel fenomenal. Selanjutnya, novel yang bernuansa religius ini menjadi book seller lewat penjualan novelnya sebanyak 500.000 eksemplar.

Dan, kisahnya sendiri banyak menginspirasi remaja muslim di Indonesia. MD Pictures pun memberi kepercayaan kepada sutradara muda, Hanung Bramantyo untuk mengadaptasi kisah novel ini ke layar lebar.

Dan, filmnya bisa kita nikmati di jaringan bioskop-bioskop di Tanah Air pada 28 Februari 2008 lalu. Ayat-Ayat Cinta ini, adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup menurut pandangan Islam.

Fahri bin Abdillah [Fedi Nuril] adalah mahasiswa Indonesia yang berusaha menggapai gelar magisternya (S2) di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam rencana dan kesederhanaan hidup. Bertahan hidup dengan menjalani pekerjaan terjemahan buku-buku agama.

Kesemuanya ini, dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: MENIKAH. Fahri memang ingin menikah dengan perempuan yang shaleha, agar ia dapat menyempurnakan setengah dari agamanya. Selama ini perempuan yang lebih dikenal Fahri secara dekat, hanyalah ibu dan adik perempuannya.

Namun untuk mencari tambatan hatinya itu Fahri belum dapat menyempatkan waktunya. Mengingat, kehidupan Fahri yang kerap diliputi perencanaan. Keluarganya telah banyak berkorban, nyaris segalanya. Agar dia bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan baik. Biaya selama kuliahnya di Al-Azhar, Kairo, diperoleh dari hasil menjual sawah warisan kakeknya.

Selanjutnya, dikisahkan tentang pertemuannya dengan beberapa perempuan selama ia menempuh studinya di Al-Azhar Kairo, ada Maria Girgis [Carissa Putri] seorang gadis Mesir beragama Kristen Koptik dan berperilaku amat Islami, senang dan hafal membaca Al-Qur’an, khususnya, Surat Maryam dan Al-Maidah.

Lalu, ada Nurul [Melanie Putri], seorang mahasiswi Indonesia yang juga belajar di Al-Azhar. Pintar, baik hati, cantik, sibuk menjadi ketua Wihdah. Namun, masih mau mengajar anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, terlebih lagi Nurul adalah putri tunggal seorang Kyai pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Diam-diam, Nurul menaruh hati pada Fahri. Namun, ia tak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan langsung isi hatinya, atau sekadar memberi sinyal kepada Fahri.

Kemudian, ada Noura [Sazkia Adya Mecca], tetangga depan blok flat Fahri, adalah seorang perempuan cantik yang kerap mengalami kekerasan di rumahnya oleh ayah angkatnya: Bahadur. Sejak Fahri menolongnya keluar dari rumah itu lewat bantuan Maria dan Nurul, Noura pun jatuh cinta dan beberapa kali mengirimkan surat cinta kepadanya. Namun, Fahri tak menanggapinya secara serius.

Tapi, masih ada seorang gadis lagi, Aisah [Rianty Cartwright]. Fahri mengenal gadis terakhir ini di moda transportasi, Metro. Fahri berupaya menolongnya dari amukan warga Mesir lantaran gadis cantik berdarah Turki – Jerman yang bercadar ini, sekaligus pemilik mata lentik ini, tak tega dan memberikan kursinya kepada dua orang turis perempuan warga negara Amerika Serikat yang lelah dan kepanasan.

Sedangkan penumpang lainnya, menganggap, sudah waktunya, mereka memberikan pelajaran bagi turis AS itu, atas apa yang dilakukan negaranya terhadap negara Islam seperti, Palestina, Irak dan Afghanistan.

Siapakah kira-kira perempuan yang beruntung memperoleh cinta dan menikah dengan Fahri? Dan, bagaimanakah nasib perempuan-perempuan lainnya yang tidak beruntung menggaet hati Fahri? Jangan pernah melewatkan film yang satu ini. 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Renovasi Stasiun Kebayoranoleh : Dicky Ari Wibowo
28-Jun-2015, 20:29 WIB


 
  Renovasi Stasiun Kebayoran Seorang pengguna jasa kereta api melintasi aktivitas renovasi Stasiun Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2015). Meskipun renovasi terus berlanjut, masyarakat pengguna jasa kereta api dan commuterline masih bisa menggunakan Stasiun Kebayoran.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Program Upsus Kasrem 044/GAPO 29 Jun 2015 03:40 WIB

 

 

 
Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB


 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia