|
|
|
| |
KabarIndonesia-Jakarta. Indonesia dalam beberapa fase kepemimpinan belum mampu menyentuh substansi kebutuhan masyarakat, Substansi yang dimaksud adalah ketersediaan lapangan kerja dan pemberantasan KKN. Meskipun lembaga penegak Hukum seperti KPK semakin gencar untuk memberantas korupsi, akan tetapi pemerintah belum maksimal untuk melakukan selengkapnya....
|
|
|

HIBURAN
RESENSI FILM: Petualangan Jurnalis Perang Berburu Rubah di Belantara Bosnia
Oleh : | 10-Jul-2008, 03:04:55 WIB
|
Judul Film : The Hunting Party (2007) Genre : Action/Adventure. Sutradara : Richard Shepard. Skenario : Richard Shepard & Scott Anderson. Produksi : The Weinstein Company. Pemain : Richard Gere, Terrence Howard, Jesse Eisenberg, James Brolin, Ljubomir Kerekes. Durasi : 104 menit.
Sinopsis Ini adalah film fiksi, berkisah seputar dunia wartawan, yang berlatar negara Bosnia Herzegovina. Gambarnya sendiri diambil dari Sarajevo dan kota-kota sekitarnya, seperti Foca, Pale dan Visegard–nama-nama yang terkenal pada masa perang. Disajikan secara lucu, ketika horor dan humor bercampur menjadi satu, pada dasarnya, ini memang lebih merupakan film satir politik internasional.
Meski, berkisah tentang wartawan perang, film ini tak berisi hanya jurnalisme dalam praktek (serta, dilema di dalamnya). Melainkan justru yang lebih banyak sindiran keras kepada lembaga-lembaga internasional seperti PBB, NATO dan CIA karena kegagalan mereka menangkap penjahat perang yang paling bertanggung jawab atas ethnic cleansing (pembersihan etnis) Muslim Bosnia.
Simon Hunt [Richard Gere], seorang wartawan perang yang tengah naik daun. Dalam salah satu liputannya di Bosnia, Simon membuat kesalahan besar saat bertugas dalam liputan langsung. Sejak itulah, karir Simon hancur dan kemudian, ia menghilang dari dunia media Amerika Serikat. Sementara itu, Duck [Terrence Howard] seorang kamerawan yang selalu mendampingi Simon ini, naik pangkat menjadi reporter menggantikan posisi Simon.
Setahun kemudian, Duck, Franklin Harris [James Brolin] dan Benjamin Strauss [Jesse Eisenberg] kembali ke Bosnia. Duck kemudian, bertemu dengan Simon Hunt yang berusaha meyakinkan Duck, bahwa ia memiliki informasi lokasi penjahat perang Bosnia bernama Boghdanovic [Ljubomir Kerekes] yang sedang dicari banyak pihak.
Penjahat perang yang dijuluki “The Fox” (Sang Rubah) ini, dianggap bersalah atas kasus pemusnahan etnik yang terjadi di Bosnia semasa perang dulu. Setelah berdebat cukup lama, Duck dan Benjamin akhirnya, setuju untuk mengikuti Simon memburu The Fox lantaran keyakinan Simon bisa mendapatkan wawancara eksklusif dari buronan yang berharga US $ 5 juta ini.
Perburuan ini, membawa ketiganya ke Montenegro, di mana The Fox diperkirakan bersembunyi. Sayangnya, perburuan ini menjadi tidak mudah, lantaran ada pihak-pihak yang berusaha melindungi The Fox, dengan dalih-dalih pribadi. Keselamatan jiwa Simon, Duck dan Benjamin pun sempat terancam, akibat misi yang berbahaya ini.
Pihak berwajib setempat dan orang-orang yang melindungi The Fox mengira bahwa Simon dan kawan-kawan adalah agen CIA yang berusaha melacak keberadaan The Fox. Dan yang lebih buruk lagi, ternyata, Simon pun tidak mengemukakan alasan sebenarnya, kenapa ia nekad mencari The Fox.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Monster Bengalon berkuran sekitar empat meter berhasil ditangkap warga. Habitat dan sumber makanan mereka semakin lama semakin sempit, dengan bertambahnya penduduk di Desa Bengalon, Kalimantan Timur. Tak heran jika mereka memakan manusia. Buaya ini akan dikirim selengkapnya.... |
|
|
|
|
|