KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

RESENSI FILM: Kesetiaan Sang Mat Kodak Keliling atas Profesinya Hingga Akhir Hayat

 
HIBURAN

RESENSI FILM: Kesetiaan Sang Mat Kodak Keliling atas Profesinya Hingga Akhir Hayat
Oleh : | 30-Des-2007, 23:02:19 WIB

Film: "The Photograph (2007)"

KabarIndonesia - Film selama 95 menit. Sebuah film drama, sutradara dan skenario Nan T. Achnas produksi Triximages, Salto Films & Les Petites Lumières dengan dibintangi oleh para artis terkenal Shanty, Lim Kay Tong, Lukman Sardi, Indy Barends.

The Photograph memerlukan waktu cukup lama agar dapat dinikmati publik di tanah air. Dimulai penulisan skenario (2002) hingga proses syuting (2006) dan akhirnya, dirilis pada Juli 2007 lalu mempunyai nilai lebih bagi sang sutradara sekaligus penulis skenario Nan T. Achnas.

Mengingat, film ini diproduksi dengan dana yang terbatas, The Photograph ingin menegaskan posisi Nan sebagai seorang sutradara yang patut diperhitungkan setelah film sebelumnya, Pasir Berbisik (2000) yang juga, memperoleh pujian dan penghargaan internasional. Pada film ini proses produksi dan syuting dilakukan di Indonesia, sedangkan mixing final dan paskal final dilakukan di Perancis.

The Photograph, film cerita seorang fotografer yang memiliki tiga keinginan sebelum dirinya meninggal. Pada akhirnya keinginan tersebut dapat tercapai, walaupun dirinya sampai meninggalkan dunia.

Dikisahkan, Sita [Shanty], perempuan Jawa yang berprofesi sebagai penyanyi di sebuah karaoke bar, harus pindah dari rumah saudaranya, Rosi [Indy Barends], ke sebuah kamar di loteng sempit. Kamar itu terletak di sebuah rumah yang berfungsi juga sebagai studio foto milik Johan Tanujaya [Lim Kay Tong], seorang juru foto keliling keturunan Tionghoa. Demi ingin membayar hutangnya kepada Suroso [Lukman Sardi], germo yang membawanya ke kota, Sita juga, harus kerja sambilan sebagai pekerja seks komersil. Ia juga ingin mengumpulkan cukup uang untuk dapat bertemu dan membawa anaknya, Yani, yang harus ditinggalkan bersama neneknya yang sakit-sakitan.

Suatu hari, ia diperkosa dan dipukuli oleh sekumpulan pelanggan yang mabuk. Melihat hal itu, Johan pun menyelamatkan Sita. Sita lalu memutuskan untuk tidak akan kembali bekerja di bar dan memohon untuk menjadi pembantu Johan karena ia tidak sanggup membayar sewa kamar.

Sita mengetahui bahwa Johan hanya akan hidup beberapa bulan lagi. Ia pun membantu Johan memenuhi tiga keinginan terakhirnya, yang diwakili oleh keberadaan tiga potret. Salah satu keinginannya yang terpenting adalah pencariannya untuk mendapatkan juru foto pengganti dirinya. Suatu saat Johan murka lantaran Sita secara tak sengaja, menemukan masa lalunya yang suram dan mengusirnya.

Minggu-minggu pun berlalu hingga suatu malam, Johan yang telah sakit-sakitan meminta Sita untuk memotret dirinya. Ketika Sita akan memotret, Johan pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Sita lalu memutuskan untuk tetap memotret dengan menggunakan pengatur waktu otomatis dan di foto terpampang dirinya sedang tersenyum dengan Johan yang duduk di depannya, seakan-akan ia masih hidup.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia