KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Resensi Film : Konflik Kepentingan Di Tengah Kepolosan Tradisi Masyarakat Samin

 
HIBURAN

Resensi Film : Konflik Kepentingan Di Tengah Kepolosan Tradisi Masyarakat Samin
Oleh : | 31-Des-2007, 00:38:02 WIB

KabarIndonesia
Judul Film : Lari Dari Blora (2007)
Genre : Drama/Thriller.
Sutradara : Akhlis Suryapati.
Skenario : Akhlis Suryapati.
Produksi : Ibar Pictures.
Pemain : WS Rendra, Ardina Rasti, Annika Kuyper, Soultan Saladin, Nizar
Zulmi, Iswar Kelana.
Durasi : - Sinopsis :

Lari Dari Blora merupakan karya perdana sutradara Akhlis Suryapati yang juga, adalah seorang wartawan senior di salah satu media cetak ternama ibukota, sekaligus pengamat perfilman nasional ini. Bahkan, dalam produksi film ini, Akhlis menyertakan seorang pemain asing kalangan ekspatriat, Annika Kuyper.

Mengisahkan, seorang gadis berkebangsaan Amerika Serikat yang mewakili LSM asing, bernama Cintya [Annika Kuyper], datang ke wilayah antara Pati-Blora di Jawa Tengah, melakukan penelitian terhadap kebudayaan masyarakat Samin.

Di saat bersamaan, dua penjahat kelas teri bernama Bongkeng [Andreano Philip] dan Sudrun [Octav Kriwil], kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Blora dan memilih desa tersebut sebagai tempat persembunyian. Di desa itu, terdapat seorang guru yang berusaha menyekolahkan anak-anak orang Samin, Ramadian [Iswar Kelana]. Namun, usahanya itu sangat ditentang oleh Pak Lurah [Soultan Saladin] yang berprinsip, tetap menjadikan masyarakat Samin sebagai Cagar Budaya.

Maka, desa tersebut memiliki ciri khas yang dapat mengundang para peneliti, LSM, mahasiswa, dan sebagainya, yang berarti mengundang hadirnya dana bantuan dari pemerintah maupun asing. Pelestarian terhadap budaya dan komunitas Samin juga, berarti menghargai semangat multikultural yang menjadi ciri kebudayaan Indonesia. Terjalinnya hubungan kepentingan yang intens antara Ramadian dan Cintya.

Hingga tanpa disadari, hal ini membuat Hasanah [Ardina Rasti], putri Pak Camat [Nizar Zulmi] yang juga pengajar di SD tersebut, menjadi amat cemburu. Konflik yang terjadi, akibat perbedaan kepentingan antara Ramadian dan Pak Lurah kian meruncing.

Di saat bersamaan, munculnya beberapa intel yang menilai bahwa, keadaan desa tersebut semakin tidak aman. Karena dijadikan sarang persembunyian dan pelarian para penjahat.

Mereka pun mencurigai Simbah [WS Rendra] dan warga Samin yang melindungi para pelarian. Selanjutnya, tersebar isu bahwa Desa Samin diduga menjadi sarang penjahat dan berpotensi menjadi sarang teroris, gerakan aktivitas LSM asing dan dalam negeri yang menebarkan provokasi.

Serta, mencurigai ajaran Simbah, sesepuh komunitas Samin yang dicurigai sebagai aliran sesat. Sebuah operasi keamanan pun digelar. Sekitar ratusan polisi yang bersenjata lengkap, dengan menumpangi truk-truk dan panser bergerak mengepung Desa Samin.

Bagaimanakah nasib Desa Samin selanjutnya, mampukah desa ini bertahan di tengah situasi yang kurang kondusif, akibat adanya konflik kepentingan tersebut ?

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia