KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 

Review Film - Deja Vu

 
HIBURAN

Review Film - Deja Vu
Oleh : Dennis Villanueva | 22-Des-2006, 22:10:12 WIB

Director: Tony Scott
Cast: Denzel Washington (Doug Carlin), Paula Patton (Claire Kuchever), Val Kilmer (Andrew Pryzwarra), Jim Caviezel (Carroll Oerstadt)
Genre: Sci-fi / Action
Year: 2006
Running Time: 128 Minutes

Deja Vu adalah hasil kolaborasi terbaru antara Tony Scott dan Denzel Washington. Film ini juga diproduseri oleh Jerry Bruckheimer. Dari trailernya sendiri sih saya tidak seberapa yakin mengenai ceritanya (karena kelihatannya memang digarap secara samar-samar). Ternyata setelah menonton Deja Vu, saya beranggapan kalau film ini adalah Minority Reportnya tahun ini.

Sebuah ledakan besar di kapal terjadi dan membunuh ratusan orang yang ada di dalamnya. Hal ini sungguh mengerikan dan merupakan wajah teror masa kini. Siapa pembunuhnya hal itu belum bisa terjawab. Agen Doug Carlin yang adalah agen polisi ATF (khusus bagian pembunuhan), ikut terseret dalam masalah ini setelah mendapatkan mayat seorang wanita bernama Claire Kuchever yang ternyata memiliki masalah yang cukup terkait dengan peristiwa pengeboman tersebut.

Melihat kecerdikan dan kejelian Doug dalam menghadapi masalah yang ada ditambah dengan kemarahannya karena partner agennya mati, Doug dianggap seorang yang cocok untuk bergabung dalam team spesial investigasi masalah ini oleh Agent Andrew. Tergabung dalam sebuah kelompok khusus, mereka memiliki sebuah alat satelit untuk memutar kejadian yang telah terjadi 4 hari 6 jam yang lalu. Apa yang dipikir Doug sekedar video untuk reply ulang ternyata tidak sesederhana itu. Apa yang sebenarnya terjadi adalah alat itu sesungguhnya tidak sekedar digunakan untuk hal sesederhana merekam apa yang sudah terjadi. Alat itu sesungguhnya adalah jembatan untuk bisa pergi ke masa lampau dan menyaksikan apa yang terjadi sesungguhnya di masa lampau.

Demi menyelamatkan nyawa Claire dan ratusan orang di dalam mobil itu, Doug memutuskan untuk kembali ke masa lalu. Akan selamatkah dia? Akan bisakah masa depan itu berubah? Yang saya sayangkan malahan pengakhiran dalam Deja Vu yang mungkin akan bisa tertebak bagi banyak orang yang sudah menonton film mengenai penjelajahan waktu macam Paycheck atau The Butterfly Effect.

Penampilan meyakinkan dari Denzel Washington sangat menyelamatkan film ini. Denzel Washington bermain lumayan prima di sini (sebagaimana biasanya). Sayangnya tidak seperti Inside Man di mana dia memiliki dua tandem berimbang seperti Jodie Foster dan Clive Owen, di sini Denzel Washington seperti kekurangan support dari karakter-karakter lainnya. Val Kilmer tampil biasa-biasa saja dan datar kekurangan emosi. Jim Caviezel sebagai sosok si teroris tampak kurang berkarisma dan kurang alasan dalam melakukan aksinya (mau menyebut diri sebagai pahlawan kelihatannya kok datar sekali alasannya). Yang menyegarkan malahan melihat aksi dari Paula Patton. Kebetulan Paula Patton ini memang lumayan cantik dan chemistrynya dengan Denzel Washington memang kena.

Segi-segi teknis lain dalam penggarapannya sebenarnya juga baik. Seperti penempatan musiknya yang sering menegangkan untuk memacu adrenalin penonton. Yang paling kentara adalah gaya pengambilan gambar dari Tony Scott yang entah kenapa secara pribadi pas dengan selera saya (Tidak terlalu banyak kamera bergoyang sehingga tidak memusingkan mata). Yang jelas Deja Vu sebagai film sci-fi putar balik waktu jauh lebih bergigi ketimbang Paycheck yang sempat mengangkat tema serupa beberapa tahun lalu. Omong-omong ada yang sadar kalau lambang Touchstone dan Jerry Bruckheimer Production di depan film ini diputar dua kali? Sekedar untuk menunjukkan efek Deja Vu kepada orang-orang dan membuatku mengulum sebuah senyum.


Rating: 7.5 / 10
Best Scene: The moment you know that's not just a surveillance system
Memorable Quotes:

Claire Kuchever: What if you had to tell someone the most important thing in the world, but you knew they'd never believe you?
Doug Carlin: I'd try.

Doug Carlin: Brace yourselves, I think you're about to witness a murder.

Oerstadt: You think you know what's coming? You don't have a clue

Denny: You know you don't have to do this.
Doug Carlin: What if I already have?


If You Love This Movie, Watch Also:
- Paycheck
- Minority Report
- The Butterfly Effect

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia