RESENSI BUKU: Tradisional Masyarakat Jawa
Oleh : Cahyono Mitra Fajar Abadi.

01-Mar-2008, 19:10:39 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Resensi Buku Tradisional Jawa - The Religion of Java

Judul Buku: The Religion o Java Penulis; Professor Dr Clifford Geertz PhD (Havard University, 1956)Cetakan Kedua: February 1969 Junlah Halaman: 392Penerbit: Collier-Macmillan Limited, London; the Free Press, New York

Buku "The Religion of Java" ditulis of seorang ilmuawan anthropologi budaya Professor Dr Clifford Geertz PhD, dan juga merupakan hasil tim riset kolektif dari penelitian para ilmuawan di bidang keahliaan mereka masing-masing. Setidaknya ada 6 orang peneliti yakni: Robert Jay (Kehidupan dan Perekonomian Desa), Alice Dewy (Pasar), Donald Fagg (Adnibistratif Pemberdayaan Masyarakat), Hilderb Geertz (Kekuargaan dan Adat Kemasyarakatan), Edward Ryan (Kemasyarakat Etnis Tionghwa).

Hasil riset kemudian dibukukan kedalam sebuah buku tersebut memerlukan waktu lebih dari enam tahun lamanya. Pihak Pemerintah Indonesia didalamnya termasuk Universitas Negeri Gajahmada, Yogyakarta (Mr Suwanto, Professor Dr Sardjito, Mr Abdul Rachman, RM Soemodihardjo) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Ford Foundation dan the Center For International Studies Massachusetts Institute of Technology (Dr Douglas L. Oliver, Dr Max Millikan, Mr Richard Hatch).

Tak mengherankan buku tersebut sangat penting dan terkenal sebagai salah satu buku pedoman dan referensi dikalangan masyarakat akademis, mahasiswa dan pengajar dalam dan luar negeri. 

"The Religion of Java" menyajikan multi informasi, dimensi dan data akurat mengenai keadaan tradisional masyarakat Jawa secara lokal dan Indonesia umumnya secara global. Cerita-cerita rakyat tradisi, kebiasaan ritual (slametan), kebersamaan, gotong-royong kehidupan sehar-hari di desa dan kota-kota kecil, adapt-istiadat jawa - kejawen dari sejak orang perempuan mengandung (tingkeban), melahirkan anak sampai dewasa berkeluarga (manten), sampai dengan kematian (layatan).

Moral nilai-nilai budaya, budi kemanusiaan luhur diajarkan dan diturunkan melalui petuah nasehat orang tua, lewat pertunjukan wayang, kebiasaan Dukun, Santri dan Kyai.

Judul buku walaupun bernuansa keagamaan tapi isi buku tersebut bukan merupakan sebuah buku dogmatik agama melainkan bersifat humanistik dan realistik mengenai kejadian dan peristiwa yang terjadi didalam masyarakat setempat. Banyak cerita tentang berbagai ritual-upacara Slametan dari tingkeban sampai dengan kematian-layatan. Peranan Wedono, Modin, Dukun, Kyai, Santri dan Abangan.

Masing-masing jelas disajikan dengan gamblang, membuat para Pembaca terharu dan hanyut berada didalamnya. Seperti halnya membaca cerita-cerita pengalaman novel Pramoedya Ananta Toer yang telah berhasil menumbuhkan rasa haru dan simpatis dikalangan pembacanya.

Bobot, bibit, mutu dan otentisitas isi buku tersebut sangat relevan, transparan, kaya akan informasi dan data acktual karena merupakan hasil bersama kolektif dari berbagai ahli riset dan penelitian.

Tebal buku 392 halaman ditambah beberapa halaman mengenai lokasi map kota Modjokuto sebagai tempat orientasi riset dan penelitian. Daerah Modjokuto (halaman 131-147), bab 11 tentang perkembangan Islam di Modjokuto sebuah daerah terbuka dalam pertengahan abad ke 19. Sebuah daerah dari empat daerah utama di Nusantara yakni: Mataram (Jawa Tengah); Modjokuto-Surabaya (Kertosono, Modjoagung, Modjokerto, dan Krian); Kediri (Blitar, Tulungagung, Trnggalek, Pantai Utara - Gresik, Rembang, Kudus, Demak dan Pulau=pulau di Laut Jawa Bawean dan Madura.

Modjokuto pada waktu zaman Perang Jawa 1825-1830, sebagai tempat  pemgungsian dan perlindungan orang-orang dari Kudus dan Demak sampai tahun 1860. Di Modjokuto inilah awall-mulanya interaksi, kerjasama dan juga konflik antara Santri dan Abangan nampak didalam permukaan hidup sehar-hari.

Nama kota ‘Modjokuto' bukan nama kota asli sesungguhnya melainkan fiktif (fictitious) karena alasan tertentu. Namun keterangan dan diskripsi berdasarkan observasi langsung. "For obvious reasons, the names given to locations and persons are fictitious, but the descriptions are based on direct observations", kata pengantar Dr Douglas Oliver.

Pada halaman terakhir bagian peta, daerah Modjokuto nampak terletak di Jawa Tengah bagian timur, disebelah arah barat daerah Wonogiri. Suatu daerah  maju dengan berbagai fasilitas perangkat kepemerintahan distrik/kabupaten, kantor kepolosian, pusat pendidikan tentara, sekolah dasar s/d sekolah pendidikan guru, sekolah menengah atas, masjid, gereja, kelenteng, ,kuburan Tionghwa; merupakan daerah dimana penduduknya pluralistik multi cultural.

Ada empat bagian utama didalam isi buku tersebut yaitu, "Abangan, Santri, Priyayi, Kesimpulan - Konlik dan Integrasi."
Membaca buku tersebut, secara rinci dan teliti seperti halnya berkaca pada sebuah cermin. Akan terlihat gambar wajah-wajah orang, garis-garis muka, keriput, jerawat; asam-asin, getar-tawar, pahit-manis dilayar kaca apa adanya.

Judul buku bernuansakan keagamaan namun oleh Kepustakaan Kesusasteraan Internasional diklasifikasikan kedalam kelompok jenis buku literatur, kesusasteraan budaya bangsa, antropologi, yang berisikan tentang sejarah bangsa, cara hidup dan sifat masyarakat, suku Jawa, etnis Tionghwa di Modjokuto.

Menurut Antropologis  Amerika,  buku " The Religion of Java makes new and important contributions to our understanding of Javanese life; it is well-documented; it is clearly written; it is perceptively and creatively conceived."

Professor Dr Geertz PhD, penulis buku tersebut lahir di kota San Francisco pada tanggal 23 Agustus 1926 dan meninggal dunia di Princeton, New Jersey, USA pada tanggal 30 Oktober 2006 dalam usia 80 tahun. Dia seorang antropologis humanis, ilmuawan, budayawan multi dimensi, lintas etnis, agama dan bangsa.  Dia sangat memahami tradisi dan kebudayaan multicultural masyarakat Jawa. Halaman tertama prakatanya, "For the Wedono, the Modin, and my Abangan Landlord. Nuwun Pangestunipun sedaya kalepatan kula."

Buku-buku lainnya mengenai Indonesia, "Deep Play: Notes on the Balinese Cockfight, The Interpretation of Cultures, Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology."

Selain seorang budayan dan penulis Dr Geertz juga seorang kritikus literature internasional. Dia memenangkan dan mendapat award nasional pada tahun 1988 atas  empat tulisan ilmuawan-antropologis lainnya: Bronislaw Malinowski, Ruth Bernedict, E.E. Evans-Protchard and Claude Levi-Strauss. 

Menurut Dr Geertz, "suatu tatanan social masyarakat sangat erat kaitannya dengan  ekonomi, politik, kehidupan sosial dan bentuk institusional kemasyarakatan.. Budaya adalah suatu sistim berpikir, bertindak, berinteraktif dengan symbol-simbol berarti untuk mengerti realita dinamika kehidupan."

Kesimpulan, buku "The Religion of Java' sangat padat dengan fakta dan data akurat hasil observasi dan penelitian orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Buku dilahir setelah dikandung selama lebih dari enam tahun. Dibidani oleh Pemerintah RI termasuk didalamnya para dosen dan ilmuawan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Isinya sangat bermanffat dan relevan sampai sekarang. Bagus untuk para Guru, Pendidik, Pengajar, Pemimpin Masyarakat, Mahasiswa, Wartawan, Reporter, Jurnalist bahkan untuk siapa saja - para otodidak yang ingin menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berbangsa dan bernegara Indonesia. Semogalah!

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com