Hari Narkotika, Polisi Razia Narkoba di Kampung Ambon
Oleh : Gordon Naibaho

28-Jun-2008, 23:28:47 WIB - [www.kabarindonesia.com]
Kabarindonesia Dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), pihak kepolisan melakukan razia narkoba di pemukiman warga perumahan Permata, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng. Banyak dari warga pemukiman yang lebih dikenal dengan sebutan kampung Ambon tersebut disinyalir sebagai pengguna dan pengedar Narkoba.

Dalam operasi yang dikoordinir oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini dilibatkan 800 orang personil dari Jajaran Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Brimob, POM TNI, BNN, Badan Narkotika Propoinsi (BNP), Polres Jakarta Barat, dan Polsek Cengkareng. Operasi yang diberi kode 'Tumpas' ini dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta, Sabtu, (28/6).

Sebelumnya, seluruh personil berkumpul di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroato, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 4.30 pagi WIB, pasukan mulai bergerak sesuai dengan tujuannya masing-masing. Tiga buah bus penumpang antar provinsi dan puluhan kendaraan jenis roda empat lainnya dikerahkan untuk mengangkut pasukan mencapai lokasi operasi.

Untuk Wilayah Jakarta Barat, pasukan tiba sekitar pukul 5.00 di Perumahan Permata. Mereka lalu segera melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga yang telah ditetapkan sebagai target operasi. Pemukiman dalam keadaan sepi, diduga operasi kali ini telah bocor.

Hal ini terbukti dengan adanya beberapa rumah yang ditinggal penghuninya, sehingga polisi harus mendobrak masuk untuk menggeledah rumah.  "Isu penyisiran sudah beredar sejak dua hari yang lalu," ujar seorang warga yang ikut menyaksikan penggeledahan.

Dalam waktu tiga jam, dari pukul 5.00 hingga pukul 8.00 WIB, polisi menyita beberapa barang yang di antaranya adalah ratusan gram narkoba dari jenis ganja dan shabu beserta perlengkapan untuk mengkonsumsinya seperti bong.

Polisi juga mengamankan 9 orang warga yang diduga sebagai pengguna dan pengedar narkoba. Di antara mereka adalah seorang ayah dan anaknya yang sedang hamil 9 bulan. Saat ditangkap, wanita berambut pendek ini meraung-raung dan menolak untuk dites urin.

"Pemukiman ini telah dikategorikan sebagai daerah Merah. Jaringan di sini sudah sangat kuat," jelas Brigjen Pol. Indradi Thanos, Direktur Narkoba Bareskrim Mabes Polri.

Indradi yang juga ikut terjun ke lapangan dalam razia ini mengatakan, bahwa di pemukiman yang terdiri dari 9 Rukun Tetangga (RT) itu banyak bandar narkoba kelas kakap. Karena itu, imbuh Indradi, polisi akan membangun sebuah tenda pleton pos polisi (pospol) untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap warga yang keluar dan masuk ke perumahan permata, Tujuannnya adalah agar pada tahun 2009, wilayah ini menjadi daerah kuning dan akhirnya menjadi daerah hijau pada tahun 2010.

Menurut keterangan dari seorang warga yang di atas tanah miliknya akan dibangun pospol, masyarakat sebenarnya telah mengetahui aktivitas para pengedar narkoba ini. Para pemain ini bahkan melakukan transaksi secara terang-terangan. Sebelumnya, pada lahan milik pria ini kerap kali digunakan sebagai tempat transaksi maupun pesta narkoba.

Para gembong ini bahkan tengah membangun sebuah markas yang terbuat dari bambu di atas lahan sekitar 200 meter persegi tersebut. "Saya tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya dengan kesal. Dia juga mengungkapkan adanya oknum petugas polisi yang secara rutin meminta setoran kepada para pengedar.  "Aparat juga ikut bermain. Warga takut untuk melapor, malah RT-nya di maki-maki."

Ketika ditanyakan bahwa operasi kali ini telah bocor ke telinga para pengedar, Indradi mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya oknum polisi yang membekingi para pengedar tersebut, "Sekarang sedang kita investigasi," kata Indradi.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com