Program Kuliah Kerja Nyata Pengadaan Air Bersih di Gunung Kidul
Oleh : Ruslan Andy Chandra

20-Jul-2008, 23:53:01 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Masyarakat Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selalu menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih terutama pada musim kemarau boleh merasa gembira. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo pada Sabtu (19/07/2008) meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) berupa eksploitasi atau pengadaan air Gua Plawan di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY dengan bantuan listrik tenaga surya.  

Air Goa Plawan yang berada 170 meter di bawah permukaan tanah diangkat dengan pompa menggunakan genset berkapasitas 45 kilovolt Ampere lalu disalurkan sejauh 1,1 kilometer ke bak penampungan utama. Kemudian, air didistribusikan ke sebanyak 21 hidran umum di tujuh dusun. Tenaga surya yang merupakan sumber energi terbarukan mampu menggerakkan pompa air, sehingga dapat menaikkan air untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi sebanyak 4.085 jiwa masyarakat Desa Giricahyo.
 
Mendiknas meminta agar dari kegiatan KKN-PPM UGM diteliti dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Desa Giricahyo. "Apakah program ini meningkatkan income per kapita masyarakat dan kemakmuran masyarakat? Dengan minum air bersih mereka akan saving dan karena saving kemudian bisa menimbulkan home industry," katanya.  

Kemudian, lanjut Mendiknas, dari sisi kesehatan perlu diteliti mengenai harapan hidup, angka kematian bayi, dan angka mortalitas ibu, sehingga dapat dibuktikan kegiatan ini memberdayakan masyarakat dengan bukti empirik. "Inikan pekerjaan penelitian, sehingga bisa jadi obyek penelitian selanjutnya," ujarnya.  

Mendiknas mendorong kegiatan KKN-PPM untuk disebarkan ke berbagai perguruan tinggi dan daerah lain. Keterlibatan pemerintah daerah, kata Mendiknas, sangat penting jika program ini dijadikan model nasional. "Supaya betul-betul menjadi contoh yang baik meskipun di masing-masing daerah permasalahannya berbeda-beda. Saya ingin best practice yang dilakukan UGM kemudian ditiru oleh perguruan tinggi lain tentu juga melibatkan Pemda dengan modelnya sendiri-sendiri," katanya.  

Wakil Bupati Gunung Kidul, Badingah, membacakan sambutan tertulis Bupati Gunung Kidul Suharto, mengatakan, pemanfaat sumber air Goa Plawan dilakukan sejak 2006 melalui pola swadaya mandiri melibatkan pemerintah pusat, pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, dan UGM Yogyakarta. Dia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul telah mengalokasikan dana APBD guna membangun jaringan air Goa Plawan sebanyak Rp. 290 juta pada 2006, Rp.300 juta pada 2007, dan Rp. 113 juta pada 2008.

"Dukungan berbagai pihak selama ini semakin memotivasi kami, sehingga secara proaktif masyarakat dan pemerintah daerah melakukan berbagai pembangunan prasarana pendukung ketersediaan air bersih," katanya.  

Teuku Faisal Fathani, Dosen Jurusan Teknik Sipil UGM mengatakan, nilai kemanfaatan dari pemanfaatan air bersih Goa Plawan, menurut analisis, harga air sebelum eksploitasi  adalah Rp.26.000,00 per meter kubik. Setelah menggunakan solar sel menjadi Rp.6.000,00 per meter kubik.

"Prioritas masyarakat musim kemarau adalah untuk air bersih sebagai kebutuhan pokok. Setelah adanya air Goa Plawan bisa mengarah kepada pendidikan dan kesejahteraan," katanya.(mc/dpn/rac).



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com