Tips Praktis Mengenali Giardiasis
Oleh : Dr. Dito Anurogo

19-Okt-2008, 19:07:25 WIB - [www.kabarindonesia.com]
Definisi
1. Penyakit diare yang disebabkan oleh Giardia lamblia.

2. Infection of the intestines with protozoa found in contaminated food and water; characterized by diarrhoea and nausea and flatulence and abdominal discomfort.

3. Disorder of the intestine caused by the parasite Giardia lamblia, usually with no symptoms, but in heavy infections the absorption of fat may be affected, causing diarrhoea.

4. A common intestinal infection spread by eating contaminated food, drinking contaminated water, or through direct contact with the organism that causes the disease, Giardia lamblia.

Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi (yang memudahkan seseorang rentan terkena/menderita) giardiasis:
1. Penurunan sekresi asam lambung karena malnutrisi
2. Gastritis
3. Atrofi
4. Terapi antasida
5. Operasi

Penyebab
Giardia lamblia, merupakan protozoa berflagela yang termasuk genus Giardia, famili Heksamitidae, superkelas Mastigofora, filum Protozoa.

Giardia lamblia memiliki nama lain:
1. Giardia intestinalis
2. Giardia duodenalis
3. Lamblia intestinalis

Habitat Giardia lamblia
* Giardia lamblia hidup di saluran pencernaan manusia, yakni di duodenum dan jejunum bagian proksimal.
* Trofozoit Giardia lamblia dapat terlihat di ruang intervili dan mikrovili sel epitel.

Hipotesis Velghiyi
Giardia merupakan barier antara lumen intestinal dan permukaan absorbsi enterosit.

Epidemiologi
* Giardiasis lebih sering menyerang anak usia balita dan sekolah
dibandingkan orang dewasa.

* Prevalensi giardiasis:
a. Di Amerika Serikat dan Inggris: antara 3-13%.
b. Di RS dr.Sardjito FK UGM Jogjakarta (1980): 4,8%.
c. Di Poliklinik RSUP dr. Hasan Sadikin FK UNPAD Bandung
(1981-1982): 0,45%.
d. Di RS Pemerintah/swasta di jakarta: cenderung menurun,
dari 6,2% menjadi 1,9%.

Transmisi atau Cara Penularan
Melalui rute fekal-oral, dari kista yang tertelan bersama makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Infeksi terjadi bila makanan mengandung 100 kista.

Kejadian giardiasis dapat juga terjadi di kolam renang karena klorinasi air yang tidak adekuat. Klorinasi lebih dari 50 menit dapat menghilangkan kista.

Penularan dari orang ke orang (person to person) dapat juga terjadi, dalam keadaan higiene fekal jelek (misalnya di: day-care centers, institutional settings), dan melalui hubungan seksual (sexual contact).

Pencegahan
1. Air minum yang bersih. Bila bepergian ke daerah endemis
giardiasis, gunakanlah larutan iodin 2% untuk mensterilkan air
minum. Pemanasan air minum hingga 50 derajat Celsius dapat
membunuh kista Giardia lamblia.
2. Sistem pembuangan (limbah) yang baik.
3. Hindari memakan sayuran dan makanan yang tidak dimasak
terlebih dahulu.
4. Hindari memakan buah yang tidak dikupas terlebih dahulu.

Manifestasi Klinis
* Masa inkubasi 1-3 minggu. Gejala infeksi akut mulai sesudah
masa inkubasi kurang lebih 2 minggu.
Referensi lain mengatakan periode inkubasi 5 hari-3 minggu.

* Dapat asimtomatis (tanpa gejala).

* Keluhan pokok
1. Diare atau fulminant diarrhea
(dengan tinja khas: berbau menusuk, seperti minyak
dan mengapung, dapat bercampur lendir dan darah)
2. Mual (nausea), muntah (vomiting).
Muntah dapat berlangsung lebih dari 1 minggu.
3. Nyeri dan kram daerah epigastrium atau nyeri perut
(abdominal pain), perut kembung (bloating),
bersendawa/glegeken-Jw. (belching).
4. Flatulent (sering kentut)
5. Berat badan turun
6. Terjadi sindrom malabsorbsi (jika kronis)
7. Keluhan berlangsung 5-7 hari atau berbulan-bulan

Menurut Pickering dan Engelkirk (1988), manifestasi klinis giardiasis adalah:
1. Asimtomatis (tanpa gejala).
2. Diare akut, dengan gejala:
a. Diare
b. Berbau
c. Mual
d. Distensi abdomen
e. Flatulensi (sensasi gas di perut atau sering kentut)
f. Tidak demam
g. Tidak ada darah dalam tinja
3. Diare kronis, dengan gejala:
a. Nyeri dan distensi abdomen
b. Tinja berlendir dan berbau
c. Berat badan menurun

Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan feses/tinja: ditemukan trofozoit dalam feses yang cair. Dilakukan pada sediaan basah dengan pewarnaan lugol-iodin, pewarnaan trikrom, atau metode konsentrasi (dengan formalin etil asetat).

Identifikasi Giardia lamblia:
Kista: oval, dengan empat inti (nuclei).
Trofozoit: berbentuk buah pir (pear-shaped), parasit rata (flattened parasites) dengan dua nuclei dan empat pasang flagella.

2. Entero test, dengan mengambil sampel mukus duodenum.
3. Sekret duodenal
4. Biopsi jejunum dengan endoskopi atau kapsul Crosby Kugler
(paling sensitif sekaligus paling mahal)
5. IFA dan ELISA (Enzyme-Linked-Immunosorbent Serologic Assay)

Penatalaksanaan
Obat pilihan (drug of choise) adalah metronidazol.
1. Metronidazole (flagyl)
a. Dosis 10-15 mg/Kg berat badan/hari maksimal 750 mg
per oral, dibagi 3 dosis, selama 5-10 hari. Atau:
b. Dosis: 2 gram sehari dosis tunggal selama 3 hari. Atau:
c. Dosis: 3x750 mg selama 5 hari, lalu 3x250 mg selama 5 hari. 2. Furazolidone (furoxone)
Dosis 5-8 mg/Kg berat badan/hari maksimal 400 mg per oral,
dibagi 4 dosis, selama 10 hari.
3. Inakrin (atabrine)
Dosis 6 mg/Kg berat badan/hari maksimal 300 mg per oral,
dibagi 3 dosis, selama 7-10 hari.
4. Paromomisin (golongan aminoglikosida).
Dianjurkan untuk pengobatan pada wanita hamil.
5. Kuinakrin hidroklorida, 3x100 mg selama 5 hari. Atau:
Quinacrine, 100 mg tid untuk 5 hari.

Jika Belum Sembuh (Treatment Failure)
Ulangi terapi hingga 21 hari dengan dosis yang lebih tinggi (misalnya: metronidazole 750 mg tid). Carilah kemungkinan sumber re-infeksi (sources of reinfection).

Diagnosis Banding
1. Gejala malabsorbsi (lemak, laktosa, d-xilose, vitamin B-12).
2. Protein losing enteropathy.
3. Limfoma.
4. Disentri.
5. Kolitis ulserativa.
6. Penyakit Crohn.
7. Alergi gastrointestinal.
8. Sistik fibrosis.
9. Depresi.

Komplikasi
1. Sindrom malabsorbsi
2. Penurunan berat badan

Penyulit
1. Gagal tumbuh (failure to thrive)
2. Glositis

Prognosis
Baik

Tahukah Anda?
1. Perjalanan penyakit giardiasis biasanya menyembuh sendiri.
2. Giardiasis merupakan penyebab kedua steatore
(steatorrhoea: tinja berlemak) pada anak yang menderita
sistik fibrosis.
3. Terdapat hubungan yang bermakna antara giardiasis dengan
peningkatan antigen HLA A1 dan B12 atau fenotip HLA A1/A2
dan B2/B27.
4. Pasien yang berusia lanjut (extremes age), baru saja terpapar
(newly exposed), dan dengan hypogammaglobulinemia berisiko
tinggi menderita giardiasis.

Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut
1. Kasper DL, et.al. Harrison's Manual of Medicine. 16th Edition. McGrawHill. International Edition. 2005:385-6.

2. Mubin, H. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam: Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2008:74-5.

3. Oehadian H. Parasit Usus yang Ditemukan pada Pemeriksaan Tinja Pengunjung Poliklinik RSUP dr. Hasan Sadikin, FK UNPAD Bandung pada Tahun 1981-1987. MKB 1988;3:122-31.

4. Poorwo Soedarmo SS., et.al. (ed.). Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis. Edisi Kedua. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta. 2008:449-57.


Sumber Gambar
http://www.healthatoz.com/healthatoz/Atoz/common/standard/transform.jsp?requestURI=/healthatoz/Atoz/ency/giardiasis.jsp


Tentang Penulis

Dito Anurogo

* A Student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University (UNISSULA), Semarang, Central Java.
* A member of International Federation of Medical Students' Associations (IFMSA).
* A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA).
* An alumnus of ESQ (Emotional Spiritual Quotient) by: Ary Ginanjar Agustian.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com