Intan Muda Pradana
Saya respek dan tetap konsisten mendukung Saudara Supadiyanto menjadi Citizenm Reporter of The Year.
Dalihnya opini yang dibuat selalu menakjubkan, kritis, subjektif tapi tetap objektif.
Pro Anda.

email : icrc_intan@yahoo.com

Christian
Solopos@bumi.net.id

Perubahan bukanlah kemusykilan. Tanpa perubahan tak ada perubahan. Revolusi adalah perubahan yang mengabadi menuju cahaya abadi.

Untuk revolusi, saya pilih Saudara Kita Supadiyanto menjadi pilot project Citizen Reporter tahun ini.
Sejumlah opininya telah diakui kelegitimasiannya di beragam media massa cetak lokal dan nasional. Jangan ragu lagi pilih sosok low profile yang satu ini. Selamat memilih...

Sumarno
Redaksi@seputar-indonesia.com

Yoi...saya lebih dhemen pilih Supadiyanto jadi Ciitizen Reporter.
cool tulisannya, apik opininya...emang pas untuk kuita-kita. Salam choi

Sutanto
T7r0@yahoo.com
Kita tinggal di Sampang Madura, favoritkan Supadiyanto.

Pilih Supadiyanto
Benar-benar bagus kok opininya
"Hanya orang yang berendah hatilah yang bisa menjadi Ciitizen reporter, bukan penuh tipu daya". Semoga berkenan pilihan saya

Alma Purba
Alma@matrixpr.net

Nama Citizen Reporter yang dipilih: Denny Sitohang

Alasan singkat mengapa memilih yang bersangkutan:

Yang membuat saya tertarik membaca terus artikel tersebut adalah kalimat pertama yang memuat pengamalan 'mengerikan' yang dirasa Hatta pada saat gempa tersebut terjadi.. Kalimat tersebut menggambarkan rasa takut yang pastinya dialami setiap orang yang merasakan guncangan gempa.

Artikel ini cukup ok, karena selain memuat fakta (termasuk dari negara-neagara lainnya, bukan hanya Indonesia), ada juga 'human touch' nya.. Kita bisa ikut merasakan kepanikan yang dialami oleh mereka yang tinggal di Sumatera, kengerian yang diakibatkan oleh gempa, ketakutan akan terjadinya kembali tsunami..

Jadi, secara keseluruhan, menurut saya, artikel ini perpaduan yang ok antara fakta & human touch..

Thumbs up to Denny! Keep up the good work.. :)

Franseda Damarlopa
Franseda_lopa@yahoo.co.id

Satu, bedakan dulu antara opini dan berita. Kalau cirikhas opini, satu menjadi pendapat pribadi atau kelompok. Sang penulis harus mencantumkan identitas terang secara jelas dan pekerjaan sebagai apa. Seperti tulisan Seks, Seks, Seks itu kan benar sudah memenuhi kriteria, ada identitas jelas dan ditempatkan pada kolom Opini Website KI. Memang tulisan jenis opini tak kayak nulis berita, harus reportase. Sebuah kebodohan, kuper intelektual kalau buat opini, harus reportase dulu. Biasanya orang yang fasih beropini, fasih pula dalam membuat berita. Tak berlaku bagi penulis berita, belum mesti bisa buat opini.
Dua, ciri khas berita itu harus memenuihi kaidah jurnalistik 5W1H+What's effect. Wajib malakukan reportase, liputan, atau setidaknyabisa mencomot berbagai sumber asal menyebutkan referensi yang diadopsi.

Saya hanya pembaca setia online ini, KI.
Tapi saya punya cara lain, saya pilih yang benar-benar brilian dan berani tampil beda dengan cara berfikir yang jitu.

Pilih Bung Supadiyanto sebagai Citizen Reporter of The Year 2007.
Opininya cerdas dan amat bagus. Tak ada alasan lain, apalagi dicari-cari untuk tidak memilih Supadiyanto.

Horas dari rekan di Pontianak-Kalimantan Barat

Supadiyanto
Padiyanto@yahoo.com (HP 08179447204)
[Mantan Wartawan Muda JAWA POS]
==========================

Sebagai salah satu kandidat dalam prosesi "Pemilihan Citizen reporter 2007 ala Pilkades ini", kalau saya diperbolehkan memilih, saya lebih memilih saudara saya, rekan sekaligus sahabat sejati saya di Medan sana. HORAS, HORAS, HORAS Bung...

Saya pilih Rekan DENNY SITOHANG sebagai Citizen Reporter of The Year. Bukan tanpa alasan.
Semoga kita berdua, dan seluruh awak KI, terkait tanggal 10-11 November besok KI punya hajatan di Jakarta, kita semua bisa bersilaturahmi vis to vis, bertemu langsung (kopi darat) untuk melepaskan kerinduan yang selama ini terkekang oleh dunia cyber ini.
Trenyuh saya, pasca melihat beragam komentar di layar monitor ini, kok komentarnya berbau miring. Banyak yang memojokkan rekan Denny dan saya sendiri. Padahal kita berdua ini bersaudara. Dan kalau diperbolehkan, saya ini belum "merasa pantas" untuk dicalonkan jadi Citizen Reporter. Mendingan saya menjadi "tukang juru parkir, tinggal di pelosok kampung atau goa yang jauh predikat jabatan struktural seperti Citizen Reporter ini". Biar lebih adem ayem, tanpa ada beban sosial dan kesombongan intelektual lainnya--yang kerap kali menjebak kita semua untuk berbuat konflik. Saya ini benar-benar hanya orang "kampungan" yang tak tahu menahu soal politik Pemilu, propaganda, Black-Green-Red Campain dsb.
Tapi menilik dari beragam komentar itu, saya "TAK ENAK HATI" kepada siapapun yang menjelek-jelekkan pihak lain. Kalau memang jelek orangnya, tak mengapalah, tapi kalau tuduhan itu tak realitis, jadi berdosa jadinya.
Kepada pembaca sekaligus jurnalis KI yang jumlahnya lebih dari 2500 jiwa, mohon kesadaran hati untuk tak membuat statement yang memojokkan salah satu kandidat, siapapun itu.
Terima kasih, semoga kian menjernihkan hati kita semua dalam menentukan pilhan yang tepat--lepas dari sentimentil SARA.
Salam hangat dari saya di....

Yogya"Jogja"karta, H-1 Hari Sumpah Pemuda ('07)

Faisal Achmadfaisal
Saya dari Medan mencoblos bung Denny Sitohang
tulisannya benar-benar sebuah reportase

Syaiful
Syaiful_2000@plasa.com

Kasihannya kamu Denny Sitohang..
Banyak orang yang "ngerjai" kamu dengan cara-cara yang kurang baik... tapi percayalah Denny, kebenaran tidak membutuhkan pembelaan diri. Pembelaan itu akan datang dengan sendirinya...

Yah.. dukunganku ini pun diberikan bagi DENNY SITOHANG. Karena menurutku, tulisannya baik. Datanya bagus. Sumbernya juga bisa dipercaya. Dan yang penting mencakup banyak kawasan.. sesuai dengan kebutuhan saat itu...

Maju trus KABAR INDONESIA!!!!

Budi Iqbal - Solo
Budi.iqbal@yahoo.com

Iya nih mas Edwin.. Kok banyak ngawur. Pusiiinnnngggg...

Orang yang bener pasti dipilih orang-orang baik. Sebaliknya orang-orang yang baik pasti milih yang bener. Yang pasti, orang-orang yang baik juga bisa dinilai dari cara berbicaranya saja....

Kalau yang dukung aja ngomongnya ngak beres.. duh gimana selanjutnya...?

Saya tanpa pusing mengalihkan dukungan ke DENNY SITOHANG...

Simpati saya juga untuk orang-orang yang mendukung Denny Sitohang...

"Tujuan akhir kehidupan manusia bukanlah mengumpulkan kekayaan, tapi mencapai kedewasaan. Hanya ada dua pilihan bagi manusia setiap hari: bertumbuh di dalam kedewasaan setiap hari atau sebaliknya menjadi semakin kekanakan. Kita harus semakin berlimpah di dalam kesabaran, kelemahlembutan dan kearifan, atau kita mejadi semakin picik, keras hati dan egois."

Bravo untuk Denny dan pendukungnya..

Mhd Edwin
Email: sayaedwin@plasa.com

Pilih Denny Sitohang

wah.. rame juga yaa...
Saya pada awalnya kurang tertarik ikut komenter-komentaran ini. Pada awalnya saya diajak teman saya untuk memberikan dukungan kepada salah seorang temannya berinisial "S", yang saya juga tidak kenal siapa dia. Tapi karena didesak terus, akhirnya saya minta link-nya. Dan sampailah saya di sini.
Tapi akhirnya saya harus kecewa. Kecewa untuk memberi dukungan kepada "teman" dari teman saya tadi. Setelah saya baca semua komentar-komentar dari orang-orang yang mendukung "teman" dari teman saya tadi, waduh.. kok kampungan gitu yaa...
Akhirnya saya coba baca tulisan "teman" dari teman saya yang berjudul "s..s..s" (inisial juga ya..) Saya makin kecewa. Sebuah opini yang berlebihan. Kalau tidak mau dibilang lebih dari ujar-ujaran yang berdasarkan dari ketakutan belaka. Penarikan kesimpulan yang ngawur dari data-data yang serba ngawur juga.
Saya malah simpati dengan komentar-komentar yang memberi dukungan kepada Denny Sitohang (yang juga tidak saya kenal). Komentar-komentar yang santun terhadap Denny Sitohang, tanpa menjelek-jelekkan tulisan orang dan mempengaruhi orang lain dengan ujar-ujaran yang tidak patut, justru menggugah simpati saya. Saya coba baca tulisan Denny Sitohang tentang Bengkulu. Memang hanya berita peristiwa. Dan data-datanya mungkin diambil dari berbagai sumber di internet (apa penulis yang lain tidak??). Tapi saya tertarik dengan cara penulisannya yang berbeda dengan berita-berita peristiwa yang memuat tentang topik yang sama.

Akhirnya, dengan pikiran yang sadar, dengan itikad yang baik, untuk mendukung yang menurut saya layak mendapat dukungan.. maka saya dengan penuh simpati akan memilih DENNY SITOHANG.... walaupun belum kenal dengan orangnya.....

Sebuah pilihan yang tidak akan pernah membuat saya menyesal.........

Dedis
Dedis_mq@yahoo.co.id
Denny Sitohang
Laporan yang baik dan berbeda dari yang lain.

Hs Poetra
Hs_Poetra@yahoo.com
Batak Pos

Saya dari Medan mendukung Bung Denny Sitohang
Laporan dan tulisannya cerdas dan tanpa basa basi

VOTE DENNY SITOHANG !!!!

Rahmat
Kelihatannya ada yang panas dan cari kesalahan Denny Sitohang. harusnya gak perlu black campaign begini supaya jantan.

saya pilih bukan apa apa karena berita Laporan Denny memang betul-betul reportase. bahwa laporannya mengutip sumber-sumber lain termasuk internet itu dilakukan oleh media manapun termasuk washington post dll. Kalau mau jujur seksnya Supadiyanto malah tidak memenuhi kriteria reportase. karena tulisannya Supadiyanto lebih cocok sebagai artikel atau opini. sebagai insan pers kita harus bisa membedakan mana reportase mana opini...

email: rahmat.ruyandi@gmail.com

Dadang (mau_sajja@ya
Saya pilih denny si..to...hang...
memang gak originil britanya..tapi cukup menarik bagi saya membacanya..karena saya tidak perlu tuk melihat data yang lain tentang gempa bengkulu..karena telah dijabarkan secara terperinci daerah yang kena dampak gempa...mengapa ??karena saya orang awam ttg jurnalistik..dan gagal teknologi..

Iwan
Go Denny Go!
Jangan terpengaruh oleh komentar2 yang tidak bertanggung jawab.
Saya pilih Denny Sitohang untuk Citizen Reporter of the Year. Tulisannya selalu lugas dan akurat.

Aldo Suseno
Aladofesperanto@yahoo.com

Saya kenal baik dengan Denny Sihutang, ee Si Hutan, Salah lagi Sitohang. Orangnya baik, tapi agak sombong lho??benar tidak? Itu, berita gempa juga bukan haasil liputannya sendiri, lah wong dari hasil surfing diinternet. yang jadi reporter kan bukan dia, tapi wartawan yang dijiplak tapi legal tersebut.
Jadi aku pilih rekan lain yang belum aku kenal tapi punya banayk ide manis, smooth seperti rekan SUpadiyanto.

Pilih SUPADIYANTO jadi Ciiitizen Reporter of The Year, opininya bagus3.
Siiplah, bravo untuk kesuksesan Anda.


Scoobydoodiva002@yahoo.com
Tak perlu ribut, tak usah kelahi, tak perlu adu propaganda. Saya pilih untuk tak memilih. BOleh tidak????

Sukaca Paputungan
(STRANGER LATIVI & Jurnalis Senior Radio di Jawa Tengah)
radarfdxg@yahoo.com
Tiba-tiba ketika masuk di mesin pencari google, pandangan mata saya kecantol di website milik Kabar Indonesia. rupanya sedang ada acara hajatan besar di koran online ini rupanya. Memilih Citizen reporter of The Year. Menyimak sejumlah nomnasi dengan menjagokan beritanya masing-masing, tampak beda-beda kualitas tulisannya. Apalagi aksen penulisan berita yang acap kali tak konsisten dan mengambang. tak detil. Itulah yang saya temukan setelah menganalisis berita-berita besutan LADY ASTER, DENNY SITOHANG dan lain-lain. Orang awam mengira, misalnya berita milik Denny Siitohang tentang Gempa itu, hasil liputannya sendiri. BUkan, dia hanya mengadopsi dari banyak berita yang telah tampil di berbagai situs di Internet. wartawan model kayak gitu, adalah para pemalas dan maaf, kurang bermutu. Anak TK-SD saja mampu membuat hal yang demikian. Itu namanya mencuri berita, meski dia tahu diri dengan mencantumkan "dari berbagai sumber" pada pojok kolom bawah berita.

Justru fokus perhatian saya, teralih pada artikel unik yang ditulis secara gamblang, dengan keliaran bahasa yang tiada tanding.
Opini yang saya maksud adalah Seks, Seks, Seks yang ditulis saudara SUPADIYANTO
Menimbang dan menganalisa seluruh plus minus tulisan yang ada, maka saya dengan gamblang memilih Saudara SUPADIYANTO sbg Citizen Reporter of The Year untuk Kabar Indonesia Online. Score 99,99 untuk Supadiyanto, 75 teruntuk Denny Sitohang dan 80 Untuk Lady Aster.

SEMOGA BISA MENJADI BAHAN REFERENSI PERTIMBANGN PENILAIAN KITA BERSAMA.

Miftahul Huda
I_luv_mfh@yahoo.com

Nluri dan insting wartawan saya membisiki bahwa rekan Supadiyanto memiliki kualitas prima untuk dinobatkan menjadi Citizen Reporter. Ngomong2 saya sendiri juga mau lho, kalau diikutkan.
ihik..ihikk..
Dalihnya, beritaanya simpel tapi tak sederhana, justru jadi nilai jualanya.
Horas.horas..mari bergabung bersama Supadiyanto untuk dukung dia jadi Citizen reporter.

Doni Yudistira
Dyleg@yahoo.com

Supadiyanto"Supadiyanto" adalah pilihan saya.
Ini rahasia lho, jangan bilang-bilang ama orang lain. Tapi boleh di baca.
Artikel Seks6X5X4X3X sangat bagus untuk dilirik kawula muda. kawula tua juga boleh banget kok.

Dorass
Tulisannya tampil beda terus. Hampir semua pembaca terkagum2 pada analisisnya. Modelnya tak dinyana2. Tiba2 dan taaampak sekonyong-konyong. kekuatan opininya terletak pada kkepiaawiannya dalam berolah rasa, kataa dan fakta.
Pilih Supadiyanto yang mengarsiteki opini berjudul Seks, Seks, Seks nya.

mbrodrigues10@yahoo.com

Iskandar
Email : nileshkamdar@yahoo.com
Konsisten kita pilih Supadiyanto jd Citizen reporter 2007
Opininya amat fair.

Nana Indika
Nana_77@yahoo.com
Orang Batam pilih tetangga jauh aja. Biar ada keakraban diantara kita. Kalau tetangga dekat, arogan dan kurang bagus kualitasnya, bagaimanalah baiknya.
OK, saya pilih Saudara Supadiyanto agar menjadi CROTY_Citizen Reporter of The Year.
Bukankah artikel bertajuk Seks, Seks, Seks sudah menjadi bukti sejarah bagi kebrilianan penulis itu?
Artikel bagus, berkelas, bergengsi dan tetap low profile. PROOOOO U for Supadiyanto ajo.

Billy Vandesar
Choose Supadiyanto saja, jadikan Citizen Reporter of The Year. Opini Seks, Seks, Seks nya menjadi kebenran yang tak terbantahkan lagi.

willwesson@yahoo.com


Hal :  1|2|3|4|5|6|7|8|9|10|11|12|13|