Tukijo (15-Jul-2015, 05:46:48)
Skrg banyak bgt org pintar d negara kita yach.

John Bekasi (14-Aug-2013, 10:11:29)
HIDUP PAK HARTO, sayang pak harto dah ga ada. kalo masih ada dan nyapres lg. gw coblos abis2sn biar bs mimpin indonesia lg.

Buedhi (21-Des-2012, 21:29:58)
Tulisan ko cm ngejelekin orang,sendirinya bs apa buat RI ini.....masih bersyukur w punya pak harto dr pd pecundang kaya eloe,,,,,

Gelo (09-Okt-2011, 21:42:18)
Bkn alm pak harto yg kotor, tp hati loe tuh yg kotor,
interopeksi diri sblm mnilai dn mnyalahkan org lain bung..!!

Andy (31-Okt-2010, 16:37:36)
Sebenernya rakyat udah merasakan...bagaimana tanp suharto dan ada suharto.....jd rakyat yg menilai.....emang beda jama suharto dgn jaman sekarang....jaman suharto rakyat damai...skrg liat aja...byk demo sana sini...byk bencana,byk perselisihan....sejujurrnya kt bth pemimpin kyk suharto.....jd rasakanlah perbedaan itu.....jgn berdiri demi kepentingan pribadi.....jgn mau kt diperbudak ama nafsu dan ego kt....orang2 yg fanatik itulah yg hny menjadi sampah buat bangsa ini.....

Boy (28-Mei-2010, 14:56:04)
Ah km bikin sensasi aja..bisanya cmn menghujat. tp gak bs memberi yg terbaik bagi bangsa ini. km cmn bisanya melihat kejelekan orang. tp km gak tau berapa besar jasa beliau. kita harus bangga pernah pny presiden soeharto.. disegani bangsa lain. semua presiden gak ada yang sempurna. smua ada kekurangannya. beliau sudah melakukan yang terbaik sebagai presiden. jgn cmn memunafikan sesuatu...

Matahari (20-Nov-2009, 10:29:49)
Mengerikan, seorang fanatik, seorang rasionalis, seorang berhati dangkal. jagad raya ini tidak hanya berisi hal2 empiris dan rasional Pak Dhe. Alam ini berbahasa, berbicara, memberikan tanda-tanda. Agama2 Barat memang telah memsahkan manusia dari Alam dengan mengatakan manusia adalah khilafah di muka bumi, alam dibuat untuk mereka, dsb. benar2 teologi yang humancentris dan geo centris. Al Kitab dan Al Quran, sekalipun seandainya benar dari Tuhan, jelas ditirunkan dalam sebuah periode di mana manusia masih menganut paham Geo centris. Bumi adalah pusat. manusia adalah pusatAda baiknya Anda mempelajari filosofi2 Timur yang penuh kebijaksanaan dan menghargai alam. Karena bagaimanapun, bilapun Anda seorang rasionalis yang belajar sedikit astronomi, maka Anda akan tahu, semenjak jagad raya ini diciptakan miliaran tahun lalu, seluruh alam dan isinya adalah Satu Substansi yang sama.
Jadi kalaupun Alam ini bereaksi berkenaan dengan apapaun yang ada di dalamnya, dalam hal ini kematian seorang besar, tentu hal itu adalh suatu hal yang wajar.
Alam ini tidak bisa dijelaskan hanya sebatas logika dan kelima indra. Alam harus dirasakan dengan bathin.

Matahari (20-Nov-2009, 10:15:33)
Mengerikan, seorang fanatik, seorang rasionalis, seorang berhati dangkal. jagad raya ini tidak hanya berisi hal2 empiris dan rasional Pak Dhe. Alam ini berbahasa, berbicara, memberikan tanda-tanda. Agama2 Barat memang telah memsahkan manusia dari Alam dengan mengatakan manusia adalah khilafah di muka bumi, alam dibuat untuk mereka, dsb. benar2 teologi yang humancentris dan geo centris. Al Kitab dan Al Quran, sekalipun seandainya benar dari Tuhan, jelas ditirunkan dalam sebuah periode di mana manusia masih menganut paham Geo centris. Bumi adalah pusat. manusia adalah pusatAda baiknya Anda mempelajari filosofi2 Timur yang penuh kebijaksanaan dan menghargai alam. Karena bagaimanapun, bilapun Anda seorang rasionalis yang belajar sedikit astronomi, maka Anda akan tahu, semenjak jagad raya ini diciptakan miliaran tahun lalu, seluruh alam dan isinya adalah Satu Substansi yang sama.
Jadi kalaupun Alam ini bereaksi berkenaan dengan apapaun yang ada di dalamnya, dalam hal ini kematian seorang besar, tentu hal itu adalh suatu hal yang wajar.
Alam ini tidak bisa dijelaskan hanya sebatas logika dan kelima indra. Alam harus dirasakan dengan bathin.

Bendol (14-Feb-2009, 22:55:17)
Kwkwkwkwkw^_^

sepertinya anda sangat tidak suka dengan pak harto ini ...

mungkin benar yg anda bilang semua itu hanyalah untuk ngibulin rakyat....
dan mungkin juga benar tentang misticnya pak harto mengingat pak harto adalah orang jawa, palagi pak harto lahir di yogyakarta kota yg terkenal akan misticnya pada jaman dahulu....
tapi itu semua sudah berlalu....biarkanlah pak harto tenang......

entah nanti di sana ia di kroyok.....di gebukin...atau bahkan.....di pereteli tubuhnya....

tapi kita juga harus melihat apa yg di berikan oleh pak harto untuk negara ini...

lagi pula pak harto sudah menerima azab dunia...
di mana ia mati tidak mati
hidup juga tidak hidup

kasihan........!!

di mana pak harto mnginjak usia tua anak2 nya malah pada gila....

birakanlah pak harto tewas dengan tenang....

walapun pak harto di beri gelar " PAHLAWAN NASIONAL " toch itu tidak di butuhkannya di
sana.......

selamat jalan pak harto.....dada....bye bye....

kalau ketemu pak karno saya sarankan untuk lari saja ya .....^_^

wkwkwkwkwkwk

Revan Aditya (28-Jan-2009, 10:18:47)
Ada sebuah istilah yang agaknya tepat untuk menggambarkan pribadi soeharto,istilah dalam pewayangan jawa,yaitu ''lengser keprabon mandeg pandito''. yang artinya ketika seorang raja atau penguasa turun dari jabatannya dan menjadi rakyat biasa kemudian dia di masyarakat akan menjadi panutan dan dihormati akibat kearifan dan kebijaksanaannya dulu sewaktu memimpin. namun soeharto hanya benar ''lengser keprabon'' akan tetepi tidaak ''mandeg pandito'',sebab di masyarakat beliau selau digugat dan di anggap sebagai koruptor wahid di negara ini. menurut saya perlu sebuah kedewasaan bagi bangsa untuk menghormati setuiap orang ,terlebih ia pernah memajukan bangsa ini.soeharto dialah orangnya,terlepas dari semua hal negatif yang beliau pernah lakukan.dari situlah kita akan mendapat sebuah penbelajaran

Yttaher (23-Okt-2008, 06:08:42)
"Sesuatu yang diraih melalui permusuhan, dalam realitasnya telah terbukti hanya akan semakin meningkatkan kebencian," John Dea, dalam buku Intisari Ajaran Mahatma Gandhi, (2007), hal 266. Kamis, 3 Januari 2008, Suara Pembaruan.

Sultan (23-Okt-2008, 01:49:29)
Bapak suharto diberlakukan seperti bangsa cina,beliau berjasa selama puluhan tahun mensejahterakan rakyat tetapi sekali berbuat kesalahan beliau langsung dinilai salah besar dan seakan-akan jasanya terlupakan begitu saja.selama masa kepemimpinan pak soeharto rakyat tidak ada yang mengeluh sedikitpun,semua harga murah,tentram,damai,makmur..tapi semenjak pak soeharto turun jabatan,indonesia menjadi hancur dan menyengsarakan rakyat kecil.mungkin itu hukuman dari Alloh untuk orang-orang yang tidak tau balas budi akan jasa-jasanya selama masa kepemimpinan bapak soeharto.

Yttaher
Terima kasih atas komentar yang diberikan oleh sdr. Dani Piere.
Dalam tulisan-tulisan saya, saya rasa, saya tidak saja menceritakan kejelekan Soeharto, namun juga kebaikan-kebaikannya. Saya akui, bahwa Soeharto banyak berbuat baik dan jasa kepada kroni-kroninya, memberikan jabatan, kedudukan, dan kesempatan untuk menggaruk kekayaan tanah air. Kepada anak-anaknya, Soeharto memberi kekayaan diberbagai tempat diseluruh pelosok dunia, (silakan baca artikel dalam Hoki: “Sembako, Harta dan Hutang Soeharto”.) Dan kepada rakyat Indonesia? Soeharto juga berbuat baik dan berjasa dengan meninggalkan hutang yang setiap kepala bangsa Indonesia punya andil untuk membayar 9 juta rupiah! Ini disebabkan hutang yang dibuat Soeharto selama berkuasa, baik yang namanya untuk “pembangunan dan kesejahteraan rakyat” dimana 30% masuk kantongnya! Opo ora hebat? Begitulah “jasa dan kebaikan” Soeharto!.

Tentang kejelekannya? Ah, saya yakin anda tentu mempelajari sejarah! Semenjak sumpah Soeharto dalam sidang Kostrad tanggal 5 Oktober 1965 untuk menghancurkan dan memburu orang-orang komunis kemanapun perginya, maka di Indonesia terjadi pembunuhan massal yang terbesar di dunia dalam abad modern ini. Letjen Sarwo Edhi Wibowo, Komandan RPKAD, (bapak mertua SBY) atas perintah Soeharto, mengaku membunuh 3 juta orang yang dianggap komunis. Kolonel Yasir Hadibroto, yang diperintah Soeharto, memburu dan membunuh DN Aidit tanpa peradilan. ABRI/Golkar/dan ormas-ormas pengabdi Soeharto, berpesta pora membunuhi manusia komunis. Ada yang dikampak lehernya, ada yang tubuhnya diikat di batang kayu dan kepalanya yang diikat dengan kabel ditarik dengan mobil, ada yang ditusuk duburnya dengan besi sampai keluar kemulut dan diopanggang seperti sate, ada yang diikat di rel keretapi dan dilindas hancur berkecai….dan macam-macam lagi! Apakah anda tidak pernah membaca atau mendengar akan praktek-praktek biadab dari golongan yang direstui oleh Soeharto sambil menebarkan senyum, hingga dia mendapat julukan “The Smiling General” itu? Saya harap anda lebih banyak lagi menggali sejarah! Praktek kekejaman Soeharto ini, kalau dizaman pendudukan Jepang disebut “Sa-seng”, artinya kalau ada seorang yang bersalah dalam kampung, maka semua isi kampung harus dihukum, dibabat habis! Apakah anda pernah hidup sewaktu penjajahan Jepang itu? Kalau ya, tentu anda dapat merasakannya atau melihatnya. Namun bagaimanapun, pendapat dan komentar anda sangat saya hargai, karena itu adalah hak anda untuk memberikan komentar dan pendapat. Salam!



Sekarang saya ingin memberikan tanggapan atas komentarnya sdr. Beni. Pertama, terima kasih atas komentar anda!
Sebelum saya memberikan tanggapan lebih jauh, saya ingin mengutip kalimat yang ditulis oleh Nabi Sulaiman (King Solomo), yang dilhami Tuhan, dan yang tertulis di dalam alkitab sbb:”….orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang mati tak tahu apa-apa…….” Kalau anda nggak menganggap ‘haram’ memegang dan membaca alkitab, maka silakan baca dalam Kitab Pengkhotbah pasal 9 ayat 5. Karena alkitab adalah kumpulan tulisan yang diilhamkan Allah (2 Timotius 3:16), maka kebenarannya wajib kita akui dan percayai.

Nah, menurut kalimat diatas, ‘orang hidup tahu bahwa mareka akan mati’, karenanya, walaupun 40 orang dokter ahli kasak-kusuk berusaha untuk ‘memperpanjang’ hidup Soeharto, namun, apaboleh buat, akhirnya dia meninggal juga!
Selama hidup dan berkuasa, Soeharto memang gagah perkasa, bisa menghitamkan yang putih dan memutihkan yang hitam. Semua orang tahu dan faham. Kuasanya yang besar bisa memanggil bangsa lain untuk megorek emas di tanah Papua, menggunduli hutan Kalimantan, menggaruk 35 billion dolar dari bangsa dan tanah air Indonesia, dan masuk kantongnya! Dunia tahu ‘kehebatan” Soeharto. Akan tetapi, setelah dia mati, apakah dia masih ‘hebat’? Ingat kalimat Nabi Sulaiman: “…orangmati tak tahu apa-apa….”

Jadi, kalau dia –yang mati- tidak tahu apa-apa, maka dia juga tidak tahu kalau kita omongin. Kan begitu logikanya? Jadi, ‘dia’ tidak bakal sakit dalam kubur, atau kalau didoakan, juga nggak bakal senang di-sono, karena ‘dia’ nggak tahu apa-apa! Karenanya, dia juga nggak bakal ‘sedih’ atau ‘gembira’ kalau diberi gelar pahlawan. Baginya, hal itu nggak ada gunanya sama sekali.
Masyarakat bangsa kita masih berpegang dan beranggapan bahwa ‘arwahnya’ akan gentayangan atau klayaban di-sono. Lha, kalau memang begitu, seperti saya pernah tulis, apa tidak bakal terjadi semacam perang Bharatayuda di-sono, antara “Soeharto” dan pengikutnya lawan “Soekarno” dan pengikutnya, seperti perang antara Kurawa dan Pendawa di Khurusethra……..Hehh….hehhhh!
Jadi, Soeharto mati, dia nggak bakalan merasakan senang atau sakit lagi. Nah, lantas, untuk apa kita membicarakan segala macam persoalan yang menyangkut Soeharto? Mungkin anda akan bertanya begitu bukan? Kita membicarakan segala macam bentuk kekejaman, kebiadaban dan kebrutalannya selama menjadi penguasa otoriter Indonesia, adalah untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Terutama yang menjadi korban-korbannya! 20 juta bangsa Indonesia yang menjadi sanak saudara, udek-udek gantung siwur dari jutaan korban yang dibunuh oleh Soeharto dan antek-anteknya, yang sampai sekarang masih hidup dalam derita, di-intimidasi dan di-diskriminasi. Untuk mereka yang menjadi korban inilah kita bicara! Kita tidak ingin kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Soeharto, akan lenyap, akan hilang, akan dihapus begitu saja dari sejarah oleh pengikut-pengikut Soeharto, neo Orba dan Soehartois yang masih kuat kukunya dalam pemerintahan Negara kita!

Nah sdr. Beni, saya rasa sekian dulu jawaban saya, terima kasih dan salam dari Australia. YTTaher.

Beni
Tulisan yg bagus.. menetralkan org2 dlm kemusyrikan mengenai penanda alam kematian alm. HM Soeharto. Ada yg pro dan kontra tentang masalah kepahlawanan, Org yg udah mati kan seharus nya di bicarakan baik nya aja, tp ini banyak jg yg ngomongin jeleknya, bahkan ada yg minta tetap diadili.. yah mungkin itu udah garis takdirnya.. mungkin ada brapa hal yg kita gak tau sampai membuatnya sperti itu.. cuma Tuhan YME yg tau sgalanya.. org mati kl terus di bicarakan kejelekannya akan terasa sakit dalam kuburnya.. dan apabila sllu dibicarakan tentang kebaikannya akan di peringan siksa kuburnya..

Dani Piere
Dari tulisan diatas saya memberi kesimpulan sbb :
jgn melihat kejelekan2 orang bung, apakah soeharto tdk mempunyai kebaikan2 yg patut kita hargai. sepengetahuan saya orang yg hanya bisa menghina dan mengritik tdk bisa berkerja dgn baik. lihatlah diri sendiri sebelum memberi komentar.


Hal :  1|