Wildan (21-Nov-2011, 17:02:23)
Pendidikan dia apa pak?

Agatha Kartika (18-Jan-2011, 10:52:22)
Christina Martha Tiahahu bagi saya sangat hebat karena ia berani menentang Belanda walaupun ia hanya seorang wanita. Meskipun akhirnya, ia tewas di kapal Belanda, ia sangat luar biasa. Ia berani melakukan pemberontakkan. Oleh karena itu, kita bisa menghadirkan tokoh Christina Martha Tiahahu dalam kehidupan kita dengan selalu semangat berjuang sebagai generasi penerus bangsa.

Nina Wardi (12-Jan-2011, 13:14:21)
Betul pak Sofyan, di tahun-tahun tsb menurut sejarah, Malahayati memiliki 100 kapal perang (tiap kapal berisi 400 org), memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Melumpuhkan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka. Tetapi saya suka tulisan ini, mencerahkan! di era Soeharto pahlawan wanitanya hanya Kartini :)

Berthy B R (11-Jan-2011, 22:50:07)
Terimakasih saya diberi masukan ini mas Sofyan. Saya apresiasi perjuangan kaum Hawa dari Aceh dan Maluku. Bahkan, ketika masih ada konflik sosial di Maluku, di atas sebuah Kapal PELNI, seorang puteri Aceh, dari salah satu LSM menuju kota Ambon untuk membantu pelayanan Sosial dan Rehabilitasinya. Dia hanya berujar, "Kami di Aceh sudah, kini giliran Maluku." Saya mengenang ucapan tulus darinya dan empati dengan perjuangannya untuk Aceh dan Maluku.
Soal Christina dan Malahayati adalah tinjauan historis yang perlu kajian lebih. Sejarah dan mitos kadang masih bercampur, karena itu pernyataan ahli sejarah amat dibutuhkan negeri ini. Salam kompak, bung Sofyan.

Sofyan Indracaya (11-Jan-2011, 20:30:16)
Laksamana Malahayati jauh lebih awal, rasanya...

Sofyan Indracaya (11-Jan-2011, 20:28:53)
Saya kira Laksamana Malahayati jauh lebih awal dari martina dalam menentang Belanda. yang tahun 1585-1604, diberi kepercayaan sebagai Admiral di Aceh.


Hal :  1|