Tan Liong Kie (04-Mei-2019, 15:05:38)
Namo Buddhaya,
Seharusnya Pak Tonny merubah julukan pak Tonny bukan lagi menjadi “Mualaf Zaman Now” melainkan menjadi ‘BUDDHAYANA Zaman Now” sebab apa yg pak Tonny tulis itu seperti juga ungkapan dari seorang Buddhayana Senior yang telah tercerahkan.
Anumodana

Drs. Ali Mukmin (04-Mei-2019, 14:09:03)
Walaupun sdr Tonny mengaku sebagai seorang Mualaf, namun kenyataannya Anda ini adalah seorang Atheist baca Kafir. Berdasarkan penilaian sy sdr Tonny ini termasuk kelompok Theoretical Atheist / Atheis teoritis atau atheisme yang bersifat intelektual dan berusaha untuk membenarkan pernyataan bahwa Allah itu tidak ada dengan menggunakan argu-mentasi yang bersifat rasionil. Biasanya ketidakmampuan mereka dalam membuktikan keberadaan Allah dijadikan bukti rasionil bahwa Allah tidak ada. Karena itu ada seseorang yang mengatakan: "An atheist is a man who looks through a telescope and tries to explain what he can’t see" (= Seorang atheis adalah seorang yang melihat melalui sebuah teleskop dan mencoba menjelaskan apa yang tidak bisa ia lihat). Contoh: Yuri Gagarin pergi ke ruang angkasa dan tidak melihat Allah, lalu berkata Allah tidak ada.

Bhikkhu Atthapiyo (04-Mei-2019, 13:47:44)
Apakah pak Tonny pernah menganut ajaran Buddha? Apa yg Bpk paparkan itu tepat dan benar sekali sesuai dgn ajaran Buddha! Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sesuatu yang dalam bahasa Jawa disebut tan kena kinaya ngapa atau tidak dapat apa-apakan/disiapa-siapakan. Dalam agama Buddha, Tuhan bukan personal atau pribadi yang menciptakan segala sesuatu, tetapi impersonal (Impersonal God). Nibbana atau Nirwana adalah realitas tertinggi yang dapat dijangkau manusia. Nibbana dapat kita jangkau saat kehidupan ini juga. Tuhan sebagai identitas yang tidak terpisah dan dapat dijangkau oleh manusia sebagai pengalaman peribadi. Salut dan banyak terima kasih untuk pak Tonny


Hal :  1|