Tonny Dajayalaksana (05-Mei-2019, 17:21:15)
Lalu lanjutan pertanyaannya lagi adalah, siapa sejatinya diri kita (manusia) ini? Dan untuk apa kita (manusia) dihadirkan disemesta ini?

Tonny Dajayalaksana (05-Mei-2019, 17:20:42)
Pertanyaan lanjutannya, kalau keberadaan lebih dulu ada atau katakanlah yang abadi, jadi untuk apa Alam Semesta ini diadakan?

Iwa Suyoto (05-Mei-2019, 15:13:02)
Pertanyaan yang sangat menarik dari pak Tonny dimana saya berusaha untuk menjawabanya.
Keberadaan kita hidup di dunia bukan kehendak manusia, apapun wujudnya, karena manusia tidak memiliki determinasi dan keinginan untuk apa dia dihidupkan, kecuali Yang Maha Mencipta yang memahami dan dituliskan dalam kitab suciNya. Demikian juga ketiadaan dari keberadaan sesuatu, apapun keberadaannya pasti ada ketiadaannya, kapan dan di mana itu hanya masalah waktu dan tempat saja namun kepastian niscaya datang, karena ketiadaan bukan ranah kita dan niscaya terjadi maka manusia hanya bisa mempersiapkan sebaik mungkin persiapan sebelum ketiadaan itu datang, bagaimanapun juga bekal kehidupan setelah fase ketiadaan akan diperlukan untuk menghadapi keberadaan yang lebih abadi.

Tonny Dajayalaksana (05-Mei-2019, 12:59:43)
Mungkin saya juga ingin mengajukan pertanyaan balik; mana yang lebih dulu, KEBERADAAN kah atau KETIADAAN?

Ir Situmorang (05-Mei-2019, 12:44:22)
Jika alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan sang pencipta lalu siapakah yang menciptakan Tuhan?
Ini dilema logika yang berasal dari asumsi alam semesta harus diciptakan dan tidak bisa ada sendiri, maka harus ada Tuhan yang menciptakan.
Jika semua yang ada memang “harus” diciptakan, maka kenapa logikanya berhenti di Tuhan, lalu berubah menjadi tidak logis, bahwa Tuhan bisa ada sendiri?
Sebenarnya saya bisa juga bilang begini, “Di atas Tuhan masih ada Tuhan Master, Dia lah yang menciptakan semua Tuhan yang disembah manusia. Tetapi para Tuhan ini diciptakan tidak saling mengenal satu sama lain, karena itu lah ada banyak ajaran agama yang berbeda”.

Drs Supartini (05-Mei-2019, 12:34:19)
Tulisan2 pak Tonny itu selalu menarik dan juga menggelitik sehingga membuat pembacanya jadi turut gemes tergelitik untuk turut memberikan komentar.

Apabila kita mengajukan pertanyaan “SIAPAKAH sebenarnya pencipta alam semesta?” Kata tanya ‘SIAPA’ itu jelas merujuk pada suatu personal yang artinya pertanyaan Anda menghendaki jawaban suatu personal pula jadi secara tidak langsung Anda sudah mengakui dari awal akan keberadaannya Tuhan Sang Pencipta.

Namun apabila kita bertanya dengan awal kata BAGAIMANA atau “Bagaimanakah alam semesta tercipta?” Salah satu makna dari kata tanya ‘bagaimana’ adalah ’kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan (lazimnya diikuti kata cara) jadi bukannya menanyakan PERSONAL TUHAN

Dedi Maulana (05-Mei-2019, 07:46:36)
Bismillah, Assalamualaikum
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah"
(QS Ali Imran 110)

Kami dari Keluarga Mahasiswa Islam (KAMIL) Pascasarjana ITB - Masjid Salman merupakan pembaca tetap dari setiap Dakwah pak Tonny. Kami merasa kagum akan pengetahuan ilmiah yang Bpk. miliki. Dalam era digital sekarang ini; apabila Ustad K H Zainuddin MZ bisa mendeklarasikan dirinya sebagai Ustad Sejuta Umat. Maka kami yakin bahwa Bpk juga sangat layak dan wajar apabila mendeklarasikan diri Bpk. sebagai Ustad dari “Sepuluh Juta Umat”
Wassalam


Hal :  1|