Ahmad Fuadi (26-Mei-2019, 08:28:02)
Hanya seorang penulis sekaliber pak Tonny atau “Mualaf Zaman Now” saja yg berani menyatakan, bahwa Surga & Neraka itu sebenarnya Ora Ono alias tidak ada. Namun kalau kita pikirkan secara lebih mendalam pendapat Bpk itu banyak benarnya. Kebahagiaan seseorang karena telah melakukan kebenaran dengan baik, maka rasa hatinya bagaikan di sorga. Demikian sebaliknya, kegelisahan dan rasa bersalah yang berkepanjangan karena perbuatan yang menyalahi jalan kehidupan adalah kehidupan yang diliputi ketidak pastian adalah neraka dunia.

Arif Surachman (26-Mei-2019, 06:41:44)
Pak Tonny bisa jadi produsen Kalkulator Dosa VS Pahala agar bisa diketahui untung ruginya. Namun apakah pahala dan dosa bisa diperhitungkan sedemikian rupa dengan logika manusianya. Siapa coba yg menjamin bahwa ibadah kita yg Alloh menjanjikan pahalanya berlipat itu diterima oleh Alloh SWT dan kita mendapatkan pahala dari ibadah itu? Siapa yg menjamin? Tidak ada.. sekali lagi tidak ada. Hanya Alloh yg tahu apakah kita mendapatkan pahala atau tidak dari ibadah yg kita lakukan. Jangan-jangan ibadah kita yg Alloh menjanjikan pahala berlipat-lipat itu tidak diterima.. sehingga dengan hitungan rugi laba kita tidak akan cocok.. sehingga sebenarnya dosa kita terus menumpul]k.. sementara pahala kita tidak pernah bertambah sebetulnya? Mengerikan khan?

Drs. Hadi Susanto (26-Mei-2019, 05:52:41)
Kehebatan dan kepiawaian Pak Tonny dlm soal menulis artikel sdh tak perlu diragukan lagi, karena Bpk selalu berhasil mengajukan pertanyaan yg menggelitik dan tak terpikirkan sebelumnya olah kami. Misalnya beberapa orang yg selamat dari bencana alam bertanya-tanya, ”Mengapa Allah mengizinkan ini terjadi? Apakah Ia tidak peduli? Atau, apakah Ia kejam?” Jika Allah memberi kita kesanggupan itu sehingga kita membenci kekejaman, tidakkah itu berarti Allah juga membencinya? Apabila kita menyebut seseorang kejam, kita menuduh bahwa motifnya jahat. Orang yg kejam senang melihat orang lain menderita atau tidak peduli akan kesengsaraan mereka. Seorang ayah yg mendisiplin anaknya untuk mengajar atau melindungi dia adalah ayah yg penguh rasa kasih bukannya jejam!


Hal :  1|