Thomas Wijaya (27-Mei-2019, 10:05:41)
Dari sejak kecil saya sering diajarkan kalau kita tidak mentaati ajaran Tuhan maka kita akan masuk neraka dibakar terus tidak ada hentinya. Kalau kita masuk neraka maka kita tidak akan pernah lepas dari penyiksaan kekal. Namun setelah saya membaca tulisan Bpk saya merasa telah dibebaskah dari pemikiran ini tsb diatas. Terima kasih

Merry Ong (27-Mei-2019, 07:38:43)
Rupanya pak Tonny telah berhasil mencapai tingkat kesadaraan yang sangat tinggi, sehingga setiap saat bisa selalu mensyukuri dgn apa yang telah Bpk. terima. Maklum kita sebenarnya selalu mengikutkan hawa nafsu yang memang tidak pernah merasa puas, tetapi cepat muak. Selalu tidak pandai untuk menghayati apa yang kita perolehi, tidak bersyukur dan kadangkala tidak perasan dengan nikmat yang ada dihadapan kita. Oleh sebab inilah, maka kita berterusan hidup dalam keadaan sering tidak cukup, merungut dan tidak puas hati, kerana secara kita tidak sedari, mengikut Hukum Tarikan, kita akan sentiasa menarik frekuensi serba tidak cukup dan tidak puashati dalam hidup kita. Beda dgn Bpk yang telah merasa puas dan cukup sehingga bisa mensyukurinya.

Andy Sutarman S.kom. (26-Mei-2019, 15:31:45)
Apakah pak Tonny seorang pakar & Dosen Profesor Komputer, sebab apa yg pak Tonny paparkan disini sama seperti yg telah di demontrasikan oleh seorang dosen computer kpd para mahasiswanya dimana ia membawa 2 keping VCD, dengan ukuran fisiknya sama, tetapi VCD "A" penuh dengan "data-data informasi", sedangkan VCD "B" dalam keadaan kosong. Dengan sarana timbangan elektronik yg paling sensitif, para mahasiswa diminta untuk meneliti scara fisik dan menimbang kedua VCD tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa b e r a t kedua VCD "A" dan "B" adalah presis sama. Kesimpulan yg dihasilkan y a i t u "data-data informasi" a d a l a h sesuatu yg "non-materi". Begitu juga dgn Ruh, karena sifat "non-materi" inilah, maka keberadaannya di tubuh tidak bisa ditentukan di tempat tertentu, melainkan telah "menyatu" di seluruh bagian-bagian tubuh.


Hal :  1|